Menghitung Memori Yang Sekarang Sedang Digunakan oleh Aplikasi

June 29th, 2010. Published under Tips Linux.

Menghitung memori yang terpakai oleh sebuah program yang sedang berjalan di Linux itu agak ribet. Anda bisa melihat/menghitungnya dari output perintah ps, atau pmap. Tapi apa yang Anda lihat bukanlah apa yang terpakai. Harus dihitung dulu.

Dan disini saya tidak sedang ingin membicarakan hal yang rumit. Yang rumit silakan di googling saja. Ada yang sudah berbaik hati, membuatkan python script yang bisa digunakan untuk menghitung alokasi memori per proses/aplikasi/program.

Ambil ps_mem.py, skrip yang sudah lama ada, tapi entah memang google yang menyembunyikannya, atau saya yang tidak mencari sehingga baru tahu hari ini :P

sudo ./ps_mem.py

Berikut contoh hasil keluaran python script di atas, di jalankan di hostingan Linode VPS saya.

 Private  +   Shared  =  RAM used       Program 

  4.0 KiB +  35.5 KiB =  39.5 KiB       getty
 28.0 KiB +  29.5 KiB =  57.5 KiB       atd
  4.0 KiB +  73.5 KiB =  77.5 KiB       upstart-udev-bridge
  0.0 KiB +  84.5 KiB =  84.5 KiB       udevd (3)
 96.0 KiB +  24.0 KiB = 120.0 KiB       dhclient3
 84.0 KiB +  58.5 KiB = 142.5 KiB       cron
116.0 KiB + 187.5 KiB = 303.5 KiB       master
264.0 KiB +  87.0 KiB = 351.0 KiB       ntpd
208.0 KiB + 201.5 KiB = 409.5 KiB       qmgr
256.0 KiB + 208.0 KiB = 464.0 KiB       tlsmgr
404.0 KiB +  84.5 KiB = 488.5 KiB       rsyslogd
348.0 KiB + 189.5 KiB = 537.5 KiB       pickup
480.0 KiB + 112.5 KiB = 592.5 KiB       init
  1.2 MiB +  55.5 KiB =   1.2 MiB       bash
764.0 KiB +   1.2 MiB =   1.9 MiB       sshd (3)
  2.1 MiB + 404.0 KiB =   2.5 MiB       python2.6
  2.6 MiB + 848.5 KiB =   3.4 MiB       nginx (5)
  4.2 MiB +   2.6 MiB =   6.8 MiB       apache2 (5)
 11.1 MiB + 117.5 KiB =  11.2 MiB       mysqld
 57.0 MiB + 562.0 KiB =  57.5 MiB       php5
---------------------------------
                         88.1 MiB
=================================

Tuh kan… yang boros itu php nya, bukan apachenya. Sebelum ada yang bertanya, saya pasang Nginx di depan Apache + suExec/FastCGI + php5.

Btw, di tempat mengunduh skript tadi banyak loh skrip lain yang menarik. Silakan dilihat-lihat.


Comments

Keyboard Shortcut untuk BASH

May 31st, 2010. Published under Tips Linux.

Pernah merasakan menderitanya pergi ke awal baris hanya untuk memperbaiki salah ketik di Terminal? Apalagi kalau koneksi yang digunakan tipikal GPRS yang gak stabil, bisa makin bete saja.

Biasanya kalau sudah begini, cara bodohnya saya cancel perintah tersebut, kemudian saya buka aplikasi note (notepad misalnya kalau di Windows, atau apapun yang bisa dipake untuk nulis), lalu mengetikkan semua perintah disana (pasti lebih cepet kan). Salin perintah tersebut dan tempelkan (paste) ke Terminal yang sedang terkoneksi ke remote server.

Cara lain yang saya gunakan (setelah hilang malesnya), adalah menghafal  beberapa keyboard shorcut yang bisa digunakan untuk BASH. Tidak perlu semuanya dihafal, pilih beberapa saja. Misal, favorit saya cuma 3 shortcut.

  1. CTRL + a – Untuk pergi ke awal baris
  2. CTRL + e – Untuk pergi ke akhir baris
  3. CTRL + k – Untuk menghapus semua karakter di kanan kursor

Dengan tiga shortcut itu saja, saya bisa lebih efesien bekerja di Terminal. Mau yang lebih lengkap, silakan dilihat di sini.


1 Comment

Ubuntu 10.04 LTS – Lucid Lynx sudah dirilis

April 30th, 2010. Published under Berbagi Tautan.

Sekedar meramaikan saja, informasi yang mungkin sudah Anda ketahui. Yang dinanti-nanti Ubuntu 10.04 LTS – Lucid Lynx sudah resmi dirilis. Silakan baca informasi rilis dan catatan rilis.

Untuk pengguna internet Indonesia, dl2.foss-id.web.id sudah menyediakan iso lengkap untuk semua edisi (Desktop, Netbook atau pun Server). Mirror lain sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Informasi mirror lokal ini saya rangkumkan di halaman mirror lokal Ubuntu.

Ada bugs yang ditemukan di saat-saat terakhir sebelum rilis, seperti yang tertulis di incident report wiki Ubuntu.

We had a late discovery of GRUB bootloader bug affecting dual-boot users of Ubuntu. When installing in a dual-boot environment, the other operating system will not appear at first in the GRUB menu. Installing the available updates and rebooting will fix this issue. However, it was determined the day of the release that this is not an optimal solution for new users or those not connected to the Internet.

Saya belum mencoba, apakah iso installer yang sudah masuk ke mirror dl2.foss-id.web.id masih memiliki bugs ini atau tidak.


13 Comments

Then and Now

April 25th, 2010. Published under Kolom Opini.

Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. Then and Now, My Desktop: Then and Now, Then and Now Meme dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di planet Ubuntu.

Kalau mengenang jaman lalu, saya pertama kali kenal justru FreeBSD. Kalau tidak salah versi pertama yang saya kenal itu FreeBSD 2.2.8. Maklum kampus tempat saya ngekost, mayoritas menganut mahzab FreeBSD. Jadi oleh senior-senior, saya juga diajarkan FreeBSD juga. Dan rasa-rasanya saya juga belum pernah memakai FreeBSD ini untuk desktop, di jaman itu terlalu nekad kalau menggunakan FreeBSD buat dekstop.

Kalau linux, pertama kali ngelihat kayaknya RedHat versi 5.2 (agak lupa juga persisnya). Trus lebih sering berkutat dengan Mandrake 6.1 dan versi berikutnya s.d tahun 2003 (tentu diselang-seling dengan distro lain untuk coba-coba). Setelah itu berkenalan dengan Gentoo. Saat pake linux Gentoo lah saya mulai ngeblog, dan salah satu screenshot terlama yang pernah tercatat di blog ini bisa Anda lihat di bawah ini.

Desktop Screenshot 3 April 2004

Desktop Screenshot 3 April 2004, Gentoo dengan Gnome 2.4.2

Kembali lagi ke linux jaman dulu. Linux jaman dulu memang tidak senyaman sekarang. Apalagi kalau berhubungan dengan dunia multimedia. Saat menggunakan Mandrake 6.1 linux hanya bisa muter mp3 (beruntung waktu itu sudah ada xmms). Trus untuk muter VCD susahnya minta ampun. Biasanya saya copy file .dat lalu diputer pakai mpg123. Itu pun dengan resolusi yang gak bisa di bikin full screen.

Office, Excel? wah masa-masa sebelum openoffice lahir adalah masa kegelapan buat linux. Jadi jangan tanya bagaimana repotnya bertukar dokumen dengan pengguna OS lain. Browser juga sama. Yang terbaik waktu itu hanya Netscape 4.x yang sangat-sangat berat untuk dijalankan. Buka beberapa windows saja, sudah terasa berat (waktu itu belum ada tab ya). Jadi internet di linux sebelum firefox adalah masa kegelapan juga.

Satu lagi yang terasa agak lucu juga. Entah sampai tahun kapan linux punya masalah ini. Di linux itu kalau mau membuka atau nge-mount CD itu susahnya minta ampun (artinya harus di mount manual gitu loh). Mandrake pernah membuat inovasi yang samanya supermount, tapi tidak pernah bisa berjalan dengan sempurna, seseringnya crash.

Oke-oke cukup nostalgianya. Saya tidak akan cerita bagaimana kenalan dengan Debian dan Ubuntu. Terlalu panjang ceritanya. Sekarang mari kita sambut Ubuntu 10.04 LTS yang beberapa hari lagi akan di rilis. Mudah-mudahan saya ada waktu untuk mencicipinya. Sudah tujuh bulan lebih saya jarang berinteraksi dengan Linux di desktop. Tulisan ini pun saya tulis di Mac OS X Snow Leopard :D


5 Comments

Mencari tahu besar email yang bisa diterima oleh server tujuan

March 11th, 2010. Published under Ngoprek, Tips Linux.

Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar.

Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email server biasanya membatasi besar email yang bisa diterima. Bisa saja Anda kirim dulu dengan perkiraan kalau kelebihan, nanti ada pesan bounce/error dari server tujuan. Tapi masa kirim email kok pakai coba-coba (halah kemakan iklan nih, hahaha).

Dari pada coba-coba mending kita tanya ke servernya langsung. Misal, kita ingin tahu berapa besar email yang bisa diterima oleh domain cbn.net.id.

Pertama cari tahu dulu, server mana yang harus kita cek. Mau kirim email kan? Cek MX record untuk domain tersebut.

dig mx cbn.net.id

[dipotong...]
;; ANSWER SECTION:
cbn.net.id.             8185    IN      MX      20 mx.cbn.net.id.
[dipotong...]

Dapet, server yang harus di cek adalah mx.cbn.net.id, sekarang mari kita tanya ke servernya.

telnet mx.cbn.net.id 25

Trying 125.208.145.26...
Connected to mx.cbn.net.id.
Escape character is '^]'.
220 mx.cbn.net.id ESMTP
helo cecep.ngadimin.org
250 mx.cbn.net.id
ehlo cecep.ngadimin.org
250-mx.cbn.net.id
250-8BITMIME
250 SIZE 10485760

Servernya jawab, kalau email yang bisa dia terima itu besarnya 10485760 byte (~10MB).

Dengan cara yang sama kita bisa tahu kalau gmail bisa menerima email s.d ~35MB, Hotmail 29MB, ngadimin.org ~35MB (dihosting di google jg, pake google apps).

Catatan: tidak semua server bisa dicek seperti itu. Seperti yahoo misalnya, begitu di telnet langsung di close (kayaknya dia pakai proteksi semacam greylisting). Dan tidak semua smtp server memberikan informasi SIZE yang kita tanya tadi.


6 Comments

Mencoba Kembali Paket Internet dari IM2

January 23rd, 2010. Published under Kolom Opini.

Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.

IM2 Broom Bastis!

Membeli Paket Prabayar IM2

Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.

(more…)


18 Comments

Titik Di Dalam Ruang

December 29th, 2009. Published under Puisi.

titik tanpa warna
bidang tanpa garis
ruang tanpa udara
hampa
sunyi

hanya cahaya yang bisa masuk ke dalamnya
merambat bagai gelombang
membawa bekal energi baru

titik berwarna putih
bidang dengan garis warna
ruang dengan cahaya terang
masih hampa
masih sunyi
tapi terasa hangat

Notes: Mencoba membuat puisi dengan nuansa ilmu fisika. Mencoba membuat rentetan kata, yang tidak melanggar kaidah hukum fisika. halah!


2 Comments