Negeri Ini Sedang Sakit

Mungkin ini pengalaman pertama buat gw. Menonton aksi penyanyi dangdut secara langsung. Live on the spot! Alias nonton langsung di depan panggung dangdut. Ya memang bukan panggung beneran, ini sebuah panggung yang digelar didepan mall.

Entahlah, apakah Ramayana depan terminal Cimone layak disebut mall atau tidak. Daerah itu menurut gw sih sudah sangat tdk nyaman untuk dikunjungi. Tempatnya sudah terlalu kumuh. Dipinggir jalan sdh dipenuhi dengan pedagang kakilima. Sehingga pejalan kaki luber ke pinggir jalan. Ditambah pula dengan banyaknya angkot yang ngetem. Sungguh suatu racikan yang pas untuk menciptakan citarasa yang bernama macet!

Gw jg heran, kenapa kemarin sore gw memutuskan untuk masuk ke sana. Awalnya sih sempet mikir, mungkin sekalian lewat. Gw lagi mo beli saputangan. Kebetulan waktu pulang dari rumah kakak di tangerang, gw lewat terminal Cimone.

Balik lagi ke panggung dangdut tadi. Di atas panggung ada band pengiring dan tentu saja ada penyanyi dangdut. Ada tiga orang cewek yang berkostum merah-merah, dengan potongan baju yang super ketat. Potongan baju yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh penyanyinya. Dengan wajah yang lumayan manis (mungkin karena pengaruh make-up jg sih hehehe) dan body yang aduhai, para penyanyi itu membuai penontonnya dengan alunan lagu dangdut.

Sebelum ada yang protes, tentu saja gw jug mau bilang kalau mereka itu membuai penonton dengan lagu yang mereka nyanyikan. Tapi rasa-rasanya gaya dan penampilan mereka, jauh lebih dominan dari suara mereka :D Oh iya, mereka pun punya goyangan andalan. Seperti kata Inul, dangdut tanpa goyang, bagai sayur kurang garam. Dipanggung ini pun tak luput dari aksi goyang yang super heboh.

Akhirnya gw pun memutuskan untuk merangsek maju ke arah depan panggung. Gw masuk ke tengah-tengah kerumunan penonton. Gw penasaran pingin melihat aksi panggung mereka dari dekat. Biar lebih jelas. Jarang-jarang gw dapet momen seperti ini. Biasanya gw cuma ngelihat dari layar televisi. Jadi untuk saat ini, gw pikir jangan sampai ada momen yang terlewatkan.

Tapi semakin lama gw melihat aksi mereka. Perasaan gw semakin sedih. Hati gw miris. Serasa diiris-iris sembilu (hiperbolis banget sih, hehehe). Hmm, ini realita hidup jaman sekarang. Mencari uang tuh semakin susah. Sehingga ada sebagian orang yang harus menyingkirkan rasa malu mereka (gw yakin pada awalnya mereka sungkan, dan memiliki rasa malu utk melakukan hal ini), untuk tampil di atas panggung dan menjual goyangan demi untuk uang.

Gw juga semakin sedih, karena aksi-aksi goyang heboh seperti itu sepertinya sudah dianggap lazim. Ini suatu hal yang sudah bisa diterima semua orang. Lumrah, wajar dan menyenangkan! Dan akhirnya pengelola tempat hiburan atau para pengelola mall tidak ragu-ragu lagi utk menampilkan aksi pangggung seperti itu di area milik mereka. Karena panggung seperi itu pasti bisa menyedot banyak pengunjuang. Mereka juga tidak perlu khawatir lagi, toh tidak ada lagi orang yang akan protes. Semuanya sudah menerima kok.

Semua pasti senang dengan tontonan seperti itu. Ini kan pertunjukkan seni. Goyangannya biasa saja, cuma orang yang berpikiran ngeres (seperti gw kali) yang menganggap itu goyangan erotis. Ingat, itu hanya sebuah ungkapan ekspresi seni. Tidak lebih. Dan lo perlu inget, lo nggak bisa menyebutkan suatu tontonan sebagai pornoaksi atau seni yang mengandung pornografi. Semuanyakan relatif, sekali lagi itu tergantung yang ada di dalam pikiran lo (sepertinya gw semakin sadar kalau pikiran gw tuh, selalu ngeres kali. hmmm …). Sampai sekarang kan belum ada batasan yang jelas, mana yang dikategorikan pornoaksi atau mana yang bukan. Huhh!

Jadi, sebelum ada yang protes. Gw mau meralat tulisan di atas. Sebetulnya dalam aksi panggung yang gw tonton. Tidak ada goyangan heboh dan penampilan artisnya pun cukup sopan. Mungkin Cuma pikiran gw saja kali yang lagi ngeres sehingga melihat ‘tarian’ penyanyi yang dibalut ‘gaun’ yang bisa dikategorikan cukup ‘sopan’ itu menjadi sebuah goyangan yang heboh dan ‘mengundang’. Dan sepertinya judul tulisan ini pun salah. Negeri ini tidak sedang sakit, karena belum ada laporan resmi dari seseorang yang bernama dokter yang menyatakan bahwa negeri ini sedang sakit. Walah kok semakin rumit.

*tok … tok … tok!*
Gw jitak kepala gw sendiri. Wake up man! Lo harus segera keluar dari arena panggung ini. Lo sedang sendirian, sedangkan lo nggak pernah tahu, siapa orang yang ada di samping lo. Mungkin sekarang ada pencopet yang sedang mengincar dompet atau ha-pe lo. Waduh … gw kok lupa akan hal itu yah. Di negeri ini kita harus selalu waspada! Waspadalah! Waspadalah!

*halahhh!*
tulisan panjang dan ngelantur!

2 thoughts on “Negeri Ini Sedang Sakit

  1. risal

    bang sms siapa ini bang… ?

    hahahahahahaha
    ternyata elo demen dangdut juga ya cep … :P

    iya sih dangdut tanpa goyangan memang gak asyik.
    gw suka dengar dangdut pertama selain karena lagunya memang ayik kedua ya karena goyangannya itu..
    makanya gw demen dangdut kalo yang nanyi wanita (seksi)

    skrg lo udah gak ngeres lagi kan cep
    hahahahaha

Comments are closed.