Merokok, Ora Pantes Mas!

“Mas pesen mie rebus satu, dibungkus”

Abis pesen makanan, gw buka satu bungkus rokok Sampoerna A Mild. Lalu gw ambil sebatang. Beberapa saat kemudian gw coba nyalakan korek gas.

Sial. Anginnya kenceng banget. Untuk menyalakan satu batang rokok saja, gw kelabakan. Sepertinya gw sudah lupa, bagaimana cara menyulut sebatang rokok saat angin sedang kenceng.

“Memangnya situ ngerokok yah?” Tanya si Mas tukang nasi goreng.

“Hmm, enggak juga sih. Sudah lama saya nggak merokok”

“Nggak. Saya agak heran saja. Saya nggak pernah melihat situ ngerokok”

“Ya, hari ini lagi pingin saja Mas” Gw jawab sambil sesekali mengeluarkan asap rokok.

“Tapi Mas, kalau saya boleh jujur nih. Situ sepertinya ora pantes merokok”

“Hehehe” Gw jawab cuma dengan senyum doank. Tapi dalam hati berpikir, memangnya yang pantes seperti apa?

4 thoughts on “Merokok, Ora Pantes Mas!

  1. cecep

    gw sempet jadi perokok aktif, sejak sma s.d kuliahan tingkat dua.

    tapi sudah lama berhenti. nggak seratur persen berhenti sih. kalau lagi bete abis, dan nggak ada yang bisa diajak curhat, biasanya gw ngerokok.

  2. Pingback: Bahaya Merokok « Cecep Mahbub

  3. harunjo

    merokok memang berbahaya dan bikin polusi yah, tapi justru bahaya polusi kota yang di sebabkan asap kendaraan yang tiap hari kita nikmati itu lebih bahaya dari pada asap rokok, antisipasi polusi kendaraan ini simple, di mulai dari diri kita sendiri ajah, kita2 yang gak merokok justru penyumbang polusi terbesar lebih dari perokok yang sumbernya dari kendaraan yang kita gunakan. sudah saat nya kita bertanggung jawab

    http://www.b2w-indonesia.or.id

Comments are closed.