Mudik Lebaran 2006

Waktu mau pulang mudik, gw sempet bingung apakah mo lewat Cipularang (jakarta – Cipularang – Garut) atau lewat Puncak. Tapi berhubung gw mo jemput adik di Citeureup (Bogor), gw (dan rombongan) memutuskan utk lewat puncak saja. Maklum, kalau dari Citeureup mau ke Cipularang harus puter balik dulu ke Jakarta. Repot lah!

Puncak Lancar

Dan ternyata pilihan kita tepat banget. Berangkat jam 7 malem dari Citeureup, dari target jam 10 malem melewati daerah puncak, kenyataannya pada jam segitu kita sudah sampai di daerah Cileunyi (Bandung). Berarti cuma 3 jam perjalanan dari Jakarta – Bandung. Termasuk cepet utk ukuran waktu tempuh lewat puncak.

Lewat Jalur Alternatif

Di daerah Parakan Muncang, sekitar perbatasan Rancaekek Bandung, kita belok kanan. Kita sengaja menghindari jalan baru (nama jalan yang memotong sampai ke daerah Nagreg). Kita lewat ke Cicalengka kota. Hasilnya nggak sia-sia. Kita bisa terhindar dari kemacetan sepanjang kurang lebih 4 kilometer.

Memang kita bertemu juga dengan kemacetan tersebut, tapi setidaknya, kita hanya mengalami kemacetan sekitar 3 Km saja (dari total 7km macet, menurut berita di Radio). Waktu tempuh melewati kawasan Nagreg kira-kira sekitar 1,5 jam. Cukup lama juga, tapi tidak sampai macet total. Kita cukup beruntung karena memasuki kawasan Nagreg tepat saat jalanan dibuka full utk kendaraan dari arah Bandung. Pak polisinya baik banget :D

Dan akhrinya kita bisa sampai ke rumah di Garut sekitar jam setengah satu malem. Jadi total perjalanan dari Jakarta – Garut ditempuh dalam waktu 5,5 jam. Itu sudah termasuk istirahat 30 menit di Cianjur dan 30 menit di daerah Garut (beli makanan dulu).

Alhamdulillah mudik kali ini bisa terhindar dari macet. Jadi kita bisa lebih fit utk persiapan silaturahmi dengan keluarga :)

4 thoughts on “Mudik Lebaran 2006

  1. denny

    hallo kang cecep wilujeng kenal ah sareng pribados, punte we ah pribados mah tos kumawantun ieuh…. muhun ah nepangkeun heula manawi puguh wasta pribados denny andriana asli ti tasikmalaya tepan na mah puseurna gunung galunggung. Nanging kitu nya namung satahun sakali eta oge aya di lemburmah da biasa geuning milari nafkah mah keukeuh we di batawi.
    eh muhun ah sanes kirang sono yeuh muhun insya alloh kapayun di lajeng deui… Hatur nuhun kang cecep mangga ah….

  2. anjar abimanyu

    Dear admin,.
    Sorry, aku ada beberapa pertanyaan yang masih berhubungan ma mudik lebaran tahun 2007. Pengalaman mudik lebaran tahun ini sempat membuat sesak dada, karena jarak tempuh jogdja-jakarta hampir 25 jam pada tanggal 17 oktober 2007 (arus balik). Enaknya lewat jalur selatan jogja-kebumen-buntu-wangon-bumiayu-brebes-tanjung-tol palimanan-jakarta. Akan tetapi, pas smp di bumiayu macet parah hingga ku putusin untuk putar balik wangon-wanareja-banjar-ciamis-tasik-bandung lewat nagrek.
    Ini yang menjadi pertanyaan, setelah tasik aku dibuang menuju garut-tol cipularang yang masih teringat diotakku, masih di wilayah garut ini aku dibuang melewati jalan alternatif yang sempit, gelap, gak ada polisi, banyak bajingan tengik (pembajak), jalan tanjakan tanpa kelok (tanjakan tajam), intinya lewatin daerah pegunungan pas turunanya tembus pertigaan yang ada pom bensin dan aku putusin tuk belok kanan yang ada tulisan menuju tol cipularang, karena benar2 gak tahu daerah tersebut. Beruntung dari pertigaan itu kurang lebih 4-5 KM an ketemu jalur keluar tol cipularang menuju nagrek. Nah jalan ini yang masih tringat jelas, karena sering lewat disitu. Pertanyaanku adalah Jalan apa, desa/kampung apa dan mengapa polisi memindahkan semua kendaraan yang sudah terjebak dan setengah tidak tahu jalur dilewatin/diarahin kesana. Karena aku melihat ada bebarapa bajingan yang kumpul di pas jalan tanjakan itu membawa kampak dan berteriak “MOBILNYA KELUAR ASAP, MOBILNYA KELUAR API, DST) Tetapi pas berhenti mobilnya di kuras habis isi didalamnya. Mohon bantuan untuk memberi tahu jalan yang ku lintasi itu, untuk ku bikin laporan ke POLISI. Sebelum dan sesudahnya kuucapkan banyak terima kasih untuk bantuannya. Karena pas aku tlp polisi wilayah itu malah balik bertanya daerah mana itu?. Informasi ini sangat kubutuhkan karena KEAMANAN DAN KENYAMANAN DALAM PERJALANAN MENJADI HARAPAN KITA SEMUA.

    Salam,.

    Anjar Abimanyu (JAKARTA)
    :)

Comments are closed.