Minta Maaf Saja Belum Cukup

Suatu saat mungkin kita pernah melakukan tindakan yang melukai perasaan orang lain. Entah apakah tindakan itu disengaja atau tidak.

Lalu sesaat kemudian kita tersadar dan ingin memperbaiki kesalahan kita tersebut. Caranya tentu saja dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan. Tapi apakah dengan meminta maaf saja cukup. Menurut gw sih belum cukup.

Kita harus ingat, sekecil apapun luka yang kita buat, akan menyisakan bekas. Dan bekas luka itu bisa jadi hilang dalam satu atau dua hari, atau dalam hitungan minggu atau bulan. Tergantung jenis luka dan bagaimana treatment pengobatan luka tersebut. Bahkan ada pula bekas luka yang tidak hilang sampai kita dewasa atau tua nanti.

Begitu pula luka pada perasaan seseorang. Bisa saja membekas dan tidak pernah bisa dihapus dari ingatan dia. Oleh karena itu minta maaf saja tidak cukup. Harus ada perasaan menyesal dan janji untuk tidak mengulangi perbuatan yang serupa. Selain itu, harus ada usaha untuk memperbaiki keadaan yang disebabkan oleh perbuatan kita itu. Ini adalah salah satu bentuk treatment untuk menghilangkan bekas luka itu.

Selain itu yang terpenting adalah tindakan pencegahan. Kadang tidak bisa mengontrol emosi bisa menyebabkan perbuatan yang bisa menyakiti perasaan hati orang lain. Sikap ikhlas dan sabar harusnya bisa menjadi jawaban atas semua masalah kontrol emosi.

Tapi masalahnya, dimanakah kita bisa belajar ilmu ikhlas dan sabar? Hmmm… ada yang bisa ngasih tahu gw alamat Pak Haji Romli?