Film Sci-Fi dan Kenangan Manis/Pahit Manusia

Dalam tulisan ini, gw ingin menulis cerita 3 buah film. Vanila Sky, Eternal Sunshine dan sebuah bagian dari episode serial Heroes. Banyak spoiler bertebaran, jadi jangan dibaca kalau anda berniat menontonnya (dan anda belum pernah menontonnya).

Catatan atas (catatan yg ditaruh diatas, ntar anda menemukan penandanya di bagian bawah).

(*) Sebagian orang menganggapnya film yang datar. Tapi menurut gw menarik. Walaupun alurnya agak lambat, tapi menarik. Mungkin karena waktu nontonnya mood gw lagi bagus?

(*) (*) Untuk memahami film ini, gw harus menontonnya berkali-kali, dan berdiskusi dengan temen yang ikutan nonton juga. Filmnya yang terlalu serius, atau gw-nya yang oon?

* * *

Vanila Sky (*)

David Aarmes (Tom Cruise) seorang pria yang sangat beruntung. Sudah tampan, kaya juga (atau bisa juga sebaliknya udah kaya, tampan juga. terserah mana yang lebih penting buat anda hehe). Dengan modal itu, tidak susah bagi dia untuk menaklukkan seorang wanita.

Tapi semuanya berubah, saat dia mengantar pulang pacarnya Julie (Cameron Diaz), dia mengalami kecelakaan hebat. Julie meninggal, dan dia sedikit beruntung karena bisa hidup. Kenapa sedikit? karena kecelakaan itu meninggalkan bekas luka di wajah pria tampan ini. Sekaligus trauma yang lumayan berat. Sekarang dia menjadi pria yang paling malang, sudah tampang rusak, pemarah juga. Sehingga dia ditinggal kolega-koleganya dan dijauhi wanita (ini sepertinya yang paling berat buat dia, juga buat gw hehe).

Termasuk Sofia (Penelope Cruz), cinta sejatinya. Nah disini, ceritanya dimulai. Dalam sebuah scenes digambarkan si David ini menunggu dalam hujan deras berharap si Sofia mau turun menemuinya, sampai dia tertidur di jalanan. Tapi ternyata Sofia tak kunjung mau menemuinya. Dia sangat sedih dan hatinya terluka (mungkin sedikit merasa dicampakkan sama si Sofia, padahal emang salah dia). Intinya dia mengalami hari terburuk dalam hidupnya. Dan dia ingin melupakannya. Kalau perlu membuang kenangan buruk itu.

Sampai suatu ketika dia menemukan sebuah perusahaan yang mengaku bisa mengubah semuanya melalui mimpi. Pelanggannya akan dimasukkan dalam sebuah dunia mimpi, yang bisa disetting skenarionya sesuai pesanan. Jadi dalam kasus si David ini, kalau semuanya lancar dalam mimpinya dia itu, dia akan hidup bahagia dengan Sofia.

Tapi seperti yang sudah diduga, tidak ada sistem yang sempurna. Awalnya memang dia mengalami banyak mimpi indah, tapi seiring berjalannya waktu mulai bermunculan mimpi-mimpi buruk. Akhirnya didalam mimpinya itu dia menyadari bahwa dia sedang terjebak dalam sebuah dunia mimpi yang dia pesan sendiri. Dan dia kembali mencoba untuk keluar dari dunia itu. Menuju dunia nyata.

Inti cerita dari film ini, yang gw tangkep adalah. Semanis apapun kejadian di dunia nyata itu seribu kali lebih baik dari pada mimpi buruk yang berkepanjangan (ya iya lah, ngaco nih gw hehehe).

Ok, yang ini serius. Ada satu quote yang gw paling suka dari film ini. Kalau gak salah diucapkan Tom Cruise (si David Aarmes tadi) di ujung film saat mau bangun dari mimpi.

David: Do you remember what you told me once? That every passing minute is a another chance to turn it all around.
Sofía: I’ll find you again.
David: I’ll see you in another life… when we are both cats.

(ok, gw akui bagian yang ini hasil copy paste. gw sendiri gak inget kata-kata pada dialog tsb)

David langsung loncat dari gedung bertingkat itu ke bawah… dan the end. Filmnya habis. Untuk sekedar mengembalikan memori anda, silahkan lihat sendiri sebagian endingnya di youtube. Link saya cantumkan di bawah ini:

http://www.youtube.com/watch?v=MFI6TOisK7E

* * *

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (*) (*)

Berhubung gw sudah agak cape menulis panjang seperti ini (bukan kebiasaan gw). Jadi bagian ini akan dicopy paste dari blog punya orang lain (tanpa ijin). Ini hasil copy pastenya:

Joel menemukan bahwa mantan pacarnya, Clem, telah menghapus kenangan akan Joel dengan sebuah teknologi penghapus memori dari perusahaan Lacuna, Inc. Joel ingin melakukan hal serupa. Ndilalah, ketika prosedur penghapusan itu dilakukan, dalam keadaan Joel tak sadar, pikiran Joel menemukan kembali sebab mengapa ia masih mencintai Clem. Ia tak ingin menghapus kenangan akan Clem, sementara satu demi satu kenangan itu pupus.

Eternal Sunshine of The Spotless Mind adalah film yang tak lazim, dari skenario yang nyeleneh, difilmkan oleh sutradara yang puinya visi “unik”, dengan premis cerita yang ganjil. Coba pikirkan sejenak premis film ini: Joel (Jim Carrey) ingin menghapus kenangan atas kekasihnya, Clementine (Kate Winslet), tapi terhambat. Apa yang menghambat keinginan Joel? Ia ternyata masih mencintai Clem.

Pertama-tama, penghapusan kenangan itu, dalam film ini, memang harfiah. Ada sebuah perusahaan yang memiliki teknologi (yang tak dijelaskan dengan detail selayaknya science fiction) untuk menghapus kenangan tertentu. Anda sakit hati oleh orang yang pernah Anda cintai? Silakan datang ke Lacuna Inc., dan Anda bisa menghapus mantan kekasih Anda itu dari benak Anda.

[lengkapnya silahkan anda baca uraian panjang lebar dari blog aslinya]

Komentar gw: Tentu saja Lacuna Inc. mau menghapus kenangan tentang gebetan anda (belum jadi pacar, karena anda sudah keburu ditolak dia hehehe).

* * *

Heroes (SERIAL).

Dalam sebuah adegan (gw lupa bagian di season dan episode berapa), Noah (kalau anda lupa, dia itu ayahnya Claire, cewek cheerleader) datang menemui mantan rekan kerjanya (Sesama pemburu orang yang memiliki kemampuan khusus).

Dalam kisah itu, Noah menginterogasi orang tersebut dengan bantuan Si Haitian. Dengan sedikit ancaman. Dia akan menghilangkan semua memori manis tentang anaknya dia, juga memori manis orang tersebut dengan istrinya. Wah ini ancaman yang tidak main-main. Akhirnya si orang tersebut mengalah, walaupun dia tahu pada akhirnya dia akan mati juga kalau memberikan informasi itu. Tapi sepertinya dia lebih memilih mati dengan kenangan-kenangan tersebut, dari pada hidup tanpa kenangan yang berarti.

* * *

Ok, jadi sebetulnya apa yang melatar belakangi gw menulis panjang tentang tiga film ini (dua film lama, dan satu serial yang sudah agak lama juga). Karena gw pernah mengalami masa-masa itu. Gw ingin menghilangkan beberapa memori yang pada saat itu gw tidak inginkan. Beruntung gw tidak seperti David atau Joel. Di Jakarta tidak ada perusahaan yang bisa menghilangkan sebagian memori (atau gw belum mengetahui saja ya?). Dan film-film diatas juga memberikan pencerahan, betapa kenangan atas suatu kejadian itu sangat berharga. Sepahit apapun itu.

Tapi… kalau mau jujur bukan itu sih (alasan di atas terlalu romantis buat gw hehe). Alasan posting tulisan ini adalah ini. Setelah sekian lama menanti, gw akhirnya memiliki kemampuan untuk menghapus memori. Tapi sayangnya, kemampuan ini tidak bisa digunakan ke diri sendiri. Lihat skrinsut dibawah.

heroes.jpg

Akh… Facebook Sialan! :D

10 thoughts on “Film Sci-Fi dan Kenangan Manis/Pahit Manusia

  1. saesa

    ammpuuuuunn….

    bnr2 lagi kurang kerjaan po?

    ampe nulis puanjang kaya ular gini..

    ck..ck..ck..

  2. cecep

    lihat jam pas posting tulisan ini. emang lagi kurang kerjaan, tengah malem :))

    yang lebih kurang kerjaan lagi yang baca sampe selesai :P

  3. Ria

    :-? jadi tertarik ke Lacuna Inc hehehehe….lumayan deh bisa ngilangin memory yg jelek2….hehehehe…tp memory yg indah2nya kehapus gak ya???

    kok niat amat ya nulis sampe panjang begini, alhasil yg ketangkep sama aku cuman Lacuna Inc aja….:d …eh a' segitu pengennya mantan gebetan dihapus dari memory jng2 memang cinta mati ya.hehehehehehe…

    :)>-

  4. cecep

    @Ria: sayangnya lacuna inc. gak bisa memilah memori mana yang mau dihapus :D

    btw, sepertinya emang bener kata sesa, aku lagi kurang kerjaan :P

  5. ronald

    Cep, gimana caranya untuk melupakan bahwa saya sudah membaca blog ini sampai selesai? semoga ini bukan kenangan terpahit ku

Comments are closed.