Khutbah dipenghujung bulan Sya’ban

Wahai manusia sekalian…

Akan datang menaungi kalian bulan yang agung dan penuh berkah; bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang di dalamnya Allah wajibkan berpuasa dan melaksanakan qiyam tathawwu’ (salat sunnah tarawih). Siapa saja pada bulan itu mendekatkan diri dengan amal kebaikan, ia seperti telah melaksanakan kewajiban. Siapa saja yang mengerjakan kewajiban, ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban.

Ramadhan adalah bulan sabar. Sabar itu pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin. Siapa saja yang memberi makan berbuka seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan keselamatan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang. Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air atau sehirup susu.

Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampuan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya (termasuk disini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan menyelamatkannya dari neraka.

Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian dan dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan.

Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan-Nya. Dua perkara yang sangat kalian perlukan ialah memohon surga dan perlindungan dari neraka… (HR Ibnu Huzaimah).