Menerjemahkan Ubuntu Ke Bahasa Indonesia

Setelah aktif sekian lama di tim Ubuntu Indonesian Translators, ternyata proses penerjemahan itu gampang-gampang susah. Gampangnya Anda tidak perlu fasih berbahasa Inggris untuk memulai menerjemahkan. Susahnya, terjemahan kita berkaitan dengan konteks. Jadi kita harus hati-hati dalam menerjemahkan suatu istilah, jangan sampai pengguna malah bingung dengan istilah yang kita gunakan.

Salah satu yang menjadi kendala utama menurut saya, adalah masih banyak kosa kata yang belum ada padanan resminya. Jadi jangan heran jika kita melihat satu kata diterjemahkan menjadi A pada satu aplikasi, dan diterjemahkan lagi jadi B pada aplikasi lain.

Misal, about diterjemahkan menjadi ihwal, ada juga yang menerjemahkan jadi tentang. Default ada yang menerjemahkan menjadi baku, ada juga yang menerjemahkan jadi bawaan, ada juga yang menerjemahkan jadi standar. Belum lagi dengan istilah khas seperti FULL PATH yang padanannya saya juga masih bingung.

Kalau kita berbicara lebih detil lagi, mungkin coba kita masuk ke menu batang perkakas (bingung kan? toolbar maksud saya). Disana umumnya ada menu File, Edit, View, Tools, Help. Idealnya untuk sebuah menu yang standar seperti ini, harus ada terjemahan baku. Misal, menjadi Berkas, Sunting, Lihat, Perkakas, Bantuan (ini versi saya ya).

Diluar semua kendala kosa kata di atas, saya tentu saja mengapresiasi hasil kerja tim di launchpad dan tentu saja tim penerjemah di proyek aplikasi (tim gnome, tim mozilla dll). Hasil kerja tim ini sungguh luar biasa. Saya sudah membuktikannya, keponakan saya (SD kelas 2) langsung bisa mengoperasikan Ubuntu yang berbahasa Indonesia tanpa perlu bertanya-tanya lagi ke saya tentang ini buat apa dan itu buat apa. Faktor bahasa sangat membantu disini.

Kita sudah punya modal Inpres no 2 tahun 2001, http://www.i15n.org/wiki/Glosarium dan hasil tim penerjemahan lainnya. Mungkin sekarang kita harus lebih fokus lagi ke hal-hal detil (seperti kasus menu di atas). Dan tentu saja ini tidak hanya berguna buat Ubuntu tapi untuk semua proyek penerjemahan ke Bahasa Indonesia.

Ada tanggapan?

8 thoughts on “Menerjemahkan Ubuntu Ke Bahasa Indonesia

  1. rotyyu

    benar itu mas, kadang2 ya bingun juga untuk memakai istilah yang mana, kalau diterjemahkan per kata bisa jadi rancu maknanya.
    Server misalnya diterjemahkan jadi pelayan (apakah ini bisa dimengerti semua orang?)
    Lalu yg cukup aneh kalau diterjemahkan ‘joystick’, apakah akan menjadi batang gembira??

    sepertinya memang harus ada sebuah upaya untuk membakukan istilah2 ini ke dalam bahasa Indonesia dan perlu sosialisasi juga.

  2. kholis

    klo saya pribadi kurang suka dg penterjemahan istilah yang terkesan memaksa.

    lebih baik pakai apa adanya sekalian mengedukasi user menggunakan istilah yg berlaku umum di dunia.

    thx.

  3. cecep

    @saesa: awas ya… :P

    @rotyyu: menurut saya itu hanya soal kebiasaan saja. nanti juga lama-lama terbiasa. seperti halnya peramban utk browser, unduh utk download, awalnya kita bingung. tapi lama-lama terbiasa juga.

    @kholis: yang saya tekankan sebetulnya bukan masalah enak dibaca atau tidak. tapi soal kosa kata standar. misal, tools ada yang menenjemahkan jadi alat-alat ada juga yang menerjemahkan menjadi perkakas. gak lucu kalau menu aplikasi beda-beda. belum lagi kalau kita berbicara soal shortcut utk menu itu. harus ada standar

    @ria: buat pengguna yang sudah terbiasa menggunakan bahasa inggris mungkin terasa aneh. tapi buat yang awam dan belum menggunakan komputer malah bisa membantu. ini hanya masalah kebiasaan saja

  4. enggar

    kalau menurut saya, semacam file atau tools gitu gak usah diterjemahin. Tapi isi yang panjang2 aja yang diterjemahin. misalnya isi dari help gitu2. hehe…

  5. cecep

    @enggar: masa kalah sama google, cache aja diterjemahin menjadi tembolok. ada yang protes? gak tuh. biasa saja, dan orang lama-lama terbiasa.

    jadi semua kata yang ada padanannya harus diganti dengan kata padanan itu. yang tidak bisa, ya diserap (dengan pelafalan yang disesuaikan misalnya).

  6. Ramon

    proses menterjemahkan itu memang gampang2 susah. kadang padanan kata bahasa inggris itu susah dicari dalam bhs indonesia. makanya perlu ada standar baku…:)

Comments are closed.