Mengelola THR

Sebentar lagi buat saya atau anda-anda yang sudah bekerja (mungkin) akan mendapatkan THR. Anda tentu sudah mempunyai rencana dengan uang THR itu. Entah itu untuk uang mudik, untuk membeli barang yang sudah anda impikan atau untuk ditabung.

Nah, sekarang sebelum anda putuskan uang itu untuk apa, mari kita renungkan tentang berita yang mungkin anda sudah baca atau lihat melalui televisi. 21 orang meninggal saat mengantre uang zakat.

Mendengar berita itu apa yang pertama kali Anda rasakan? Sedih melihat mereka yang meninggal? Marah kepada pemerintah yang tidak bisa menyejahterakan rakyatnya? Menghujat koruptor? Menyalahkan Pak Haji yang membagikan zakat? atau apa itu.

Tapi… adakah diantara anda-anda yang berfikir kalau kejadian itu mungkin salah satunya karena kita juga. Kita ikut berdosa karena kita tidak memperhatikan sekeliling kita, orang-orang miskin, orang-orang yang memerlukan uluran tangan kita. Di harta kita ada jatah untuk orang miskin, tapi tidak kita keluarkan zakatnya. Astagfirullah.

Jadi mulai sekarang biasakan untuk menyisihkan uang THR kita itu untuk berzakat. Zakat bukan hanya zakat fitrah saja. Zakat fitrah itu hanya untuk menyambung hidup satu hari si orang miskin. Zakat mal harus kita keluarkan untuk yang sudah mencapai nisab. Silahkan anda cari informasi mengenai ukuran nisab, apa yang menjadi faktor pengurang, berapa persentase zakatnya. Bukankah informasi seperti ini sudah sangat mudah untuk anda dapatkan?

Kemana zakat itu disalurkan? Salurkan ke orang-orang terdekat, tetangga-tetangga anda yang miskin yang berhak mendapatkan zakat. Menyalurkan ke tetangga dekat (yang berhak) itu lebih utama. Tentu selain itu Anda juga bisa menyalurkan melalui lembaga pengelola zakat yang anda percaya.

6 thoughts on “Mengelola THR

  1. saesa

    aku kan juga orang terdekat (dlm dunia maya)..aku berhak kok..hihihi… -jaman dulu maksudnya-

    abis disisihin buat zakat…trus buat ngasih2 keluarga..THR-mu sisanya buat apa/siapa? -aku siap menampung deh..perlu no. rek?- ;):)>-

  2. cecep

    seperti yang sudah aku bilang, ntar kalau kamu pulang aku traktir deh sepuasnya. mo belanja apa jg boleh. sepuasnya, 10 rebu rupiah :D hehe

  3. cecep

    ya jangan di plasa semanggi, jalan dikit dari pelangi (naik kopaja) sampai depan hotel kartika chandra.

    nah disana banyak pedagang kaki lima. 10 rebu bisa buat beli nasi goreng atau nasi warteg :))

Comments are closed.