Tiga Hari Dalam Seminggu

Krisis ekonomi global dan gejolak di bursa saham internasional, regional atau bursa lokal membuat aktifitas saya berubah. Biasanya saya mengunjungi kantor pusat hanya sekali dalam seminggu, tapi minggu ini berturut-turut tiga hari dalam seminggu bekerja di istana negara (biasanya, saya ngantor di pendopo daerah gatot subroto).

  • Hari rabu kemarin, melihat ketersediaan pangan yang rawan di daerah Puri tempat saya bekerja, saya berinisiatif mengirimkan bantuan berupa paket dodol, keripik dan kue-kue lebaran. Alhamdulillah cukup membantu meringankan beban rekan-rekan kerja saya.Buat rekan-rekan yang berniat mengirimkan bantuannya saya bersedia untuk menyalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.
  • Hari kamis adalah hari rutin saya melaporkan stabilitas negara kepada bapak presiden. Tapi dalam beberapa bulan terakhir, dalam pertemuan tertutup ini juga dibahas langkah-langkah strategis dalam upaya kita lebih menguasai pasar internasional.
  • Hari jumat ini sepertinya lebih spesial. Seluruh staf, deputy khusus dan duta besar di negara sahabat dipanggil oleh bapak presiden. Undangan resmi telah disebar oleh Ibu dari kesekretariatan negara hari kemarin.Saya yang sempat mengajukan keberatan pun dipaksa untuk hadir, padahal sesama rekan staf ahli urusan perhubungan saudara Ronald Van Daliman (beliau staf khusus dari negeri belanda), sudah bersedia mewakili saya. Tapi berhubung acaranya sangat penting dan tidak bisa diwakilkan, pagi ini saya langsung berangkat menuju istana.

Dan seperti sudah diduga sebelumnya, efek dari perubahan lokasi kerja ini sangat berpengaruh terhadap liquiditas keuangan saya… Duh!

4 thoughts on “Tiga Hari Dalam Seminggu

Comments are closed.