Bahasa Indonesia di Aplikasi FOSS, Masih Perlukah?

Sekali lagi maaf, saya tuliskan aplikasi FOSS, tapi anggap saja itu seperti saya menuliskan Bank BNI. Dan maaf juga paragraf intro nya seperti ini :D

Jadi masih perlu atau tidak? Kalau saya jawab masih. Kita masih membutuhkan aplikasi dengan interface yang menggunakan Bahasa Indonesia.

Friendster dan Facebook sudah pakai Bahasa Indonesia

Jika Anda perhatikan dalam satu tahun terakhir, layanan berbasiskan web yang mungkin Anda juga salah seorang penggunanya, beramai-ramai membuat interface dalam berbagai bahasa, yang salah satunya tentu saja Bahasa Indonesia. Tujuan mereka tidak lain adalah membidik lebih banyak lagi pengguna baru yang bisa menggunakan layanan aplikasi mereka, yang sebelumnya terkendala karena masalah bahasa. Diharapkan dengan interface yang menggunakan bahasa lokal, calon pengguna bisa langsung memanfaatkan layanan tersebut tanpa perlu diajari lagi oleh pengguna lain yang lebih mengerti Bahasa Inggris.

Facebook, Friendster (dua ini mungkin Anda penggunanya), gmail, mesin pencari google, layanan blog wordpress.com itu adalah sebagian dari layanan web populer yang sudah membuatkan interface dalam Bahasa Indonesia.

Bagi sebagian yang sebelumnya sudah terbiasa dengan istilah-istilah dalam Bahasa Inggris, tentu saja kadang merasakan keganjilan atau bahasa yang terasa aneh (karena belum terbiasa). Tapi lama-lama Anda akan terbiasa dan bisa menerimanya.

Hape Dengan Interface Bahasa Indonesia

Saya beri contoh kasus lain. Salah satu unsur yang bisa membuat hape (handphone), bisa diterima disemua kalangan adalah adanya interface berbahasa Indonesia. Bayangkan jika interfacenya masih dalam Bahasa Inggris, bisa-bisa ada kursus untuk menggunakan HP.

Saya sendiri kadang bingung menggunakan HP dalam interface berbahasa Indonesia, karena mungkin saya sudah terbiasa dengan istilah-istilah dalam bahasa Inggris (walau saya tidak fasih berbahasa inggris). Tapi kedua orang tua saya, tetangga-tetangga saya di kampung, office boy di kantor semuanya belajar menggunakan hp dari interface yang berbahasa Indonesia itu.

Bahasa Indonesia di FOSS

Jadi untuk FOSS juga berlaku hal yang sama. Bahasa Indonesia masih diperlukan. Terlepas dari kata-kata yang mungkin menurut Anda aneh (karena belum terbiasa itu loh), tapi interface dalam bahasa Indonesia tentu akan sangat memudahkan dalam sosialisasi FOSS di Indonesia.

Dan inilah hebatnya FOSS, walaupun free tapi tidak kalah dalam alih bahasa ke bahasa lokal. Mozilla firefox sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia (IE 7 sudah ada belum ya?). Linux Ubuntu sudah menyediakan Bahasa Indonesia, bahkan Anda bisa mencoba linux Blankon. Sebuah distro linux yang dikembangkan khusus agar sesuai dengan kebutuhan penggunan komputer secara umum di Indonesia. Dan tentu saja berbahasa Indonesia, orang pengembangnya juga warga Indonesia.

Anda juga bisa ikut berpartisipasi!

Jika Anda tertarik dengan Interface aplikasi FOSS dalam Bahasa Indonesia, Anda bisa ikut berpartisipasi. Jadi kalau sekarang Anda melihat ada terjemahan yang kurang pas (tapi jangan asal ubah ya, itu ada standadisasinya), Anda bisa memperbaiki terjemahan itu. Caranya? Salah satunya Anda bisa bergabung di Tim Penerjemah Ubuntu di Launchpad.

Tentu saja Anda juga bisa bergabung di proyek penerjemahan yang lain. Yang saya tuliskan hanya salah satu contoh dimana saya sudah tergabung di dalamnya.

Selamat bergabung dalam proyek penerjemahan FOSS :)

6 thoughts on “Bahasa Indonesia di Aplikasi FOSS, Masih Perlukah?

  1. Affan

    Boleh2 aja sih pake interface bahasa Indonesia, tapi kalau mau jadi orang IT, wajib hukumnya bisa membaca/mengerti istilah2 bahasa Inggris, memakan semua ebook, manual, readme, datasheet dan application notes. Belum lagi kalau terpaksa harus bongkar2 forum rusia dan china utk cari barang2 setengah "terlarang" ;)

Comments are closed.