Memperkenalkan FOSS ke Anak-Anak

Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana seharusnya kurikulum pendidikan komputer di sekolah karena saya tidak kompeten untuk berbicara soal itu. Saya mau cerita bagaimana memperkenalkan FOSS ke ponakan saya yang masih bersekolah kelas 4 dan kelas 2 SD.

Lalu bagaimana saya memperkenalkan FOSS kepada mereka? Yang saya tahu ponakan saya pake komputer cuma untuk main game. Kalau main PS sudah bosen mereka pindah main game di komputer. Mungkin karena game-gamenya lucu-lucu (saya tidak pernah menginstal game kekerasan di komputer, cukup game kecil yang membuat mereka bisa bermain-main). Jadi saya akan pakai cara ini, memperkenalkan game di linux kepada mereka.

Install Ubuntu di PC

Suatu ketika ponakan saya minta game baru di komputernya. Akhirnya saya tunjukkan game fronzen bubble di laptop saya (di Ubuntu). Lalu saya ajak bermain berdua di frozen bubble. Seru juga ternyata, dan karena ponakan saya ada 3 (termasuk yang masih 3 tahun), akhirnya saya coba instal ubuntu di komputer rumah (dual boot dengan Windows) agar mereka bisa main frozen buble tanpa perlu berebutan main di laptop saya.

Setelah sekitar 1 jam (instal dan setting sana-sini) akhirnya selesai juga instalasi ubuntu di komputer itu. Dan dengan segera memperkenalkan game-game yang ada di linux. Mulai dari frozen buble yang sudah saya sebut tadi, game catur, game kartu sampai potato guys. Yang diluar dugaan game-game kecil itu yang saya perkirakan tidak akan disukai mereka malah jadi game favorit mereka.

Misal, si potato guys. Game yang mengajak pemainnya mendandani tokoh kentang, dengan baju, sepatu, dan lain-lainnya sesuai dengan kehendak si pemain. Saya kira game ini bisa membuat anak-anak lebih kreatif, ya walaupun untuk lucu-lucuan saja.

Setelah berminggu-minggu saya instal komputer itu dengan Ubuntu, ternyata respons dari ponakan saya cukup bagus. Buat mereka tidak ada bedanya baik menggunakan Windows atau Ubuntu. Sekarang malah ponakan saya yang kelas 2 SD, sering ngajak main catur pake GNU chess. Dan setiap saya minta menyalakan komputer mereka selalu tanya, “Om, pilih ubuntu ya?” maksudnya pilih OS ubuntu saat menu grub muncul di layar komputer.

Ternyata saya cukup sukses memperkenalkan Ubuntu ke mereka, dengan cara yang mereka sukai (buktinya mereka sudah kenal Ubuntu hehe). Anda juga bisa meniru cara saya, memperkenalkan FOSS sejak dini kepada anak-anak dengan cara yang mereka sukai.

5 thoughts on “Memperkenalkan FOSS ke Anak-Anak

  1. Ria

    Ala Bisa karena biasa kan???? dan kalau di perkenalkan sedari dini mungkin mereka akan menganggap kalau windows dan Linux itu tidak beda…malah mungkin akan cenderung ke linux karena tampilannya menarik dan dapat di customize sesuai dengan ke inginan…semangat a’…maju terus FOSS :)>-

  2. lili

    hmmm..
    salam kenal
    saya juga salah seorang penggeuna linux, ya walaupun saat browsing sekarnag pake windows..
    saya sudah sering menggunakan ubuntu linux, smpai smpai cd nya saya pesan langsung dari luar negeri, kan gratis…
    dan sekarang saya menggunakan ubuntu studio untuk keperluan audio editing….
    osnya lebih stabil dan cepat, termasuk aplikasi buat kebutuhan audio nya lengkap banged….
    dari mulai untuk recording, editing, dan shyntezizer suara, dan midi, bahkn untuk live effect audi sekalipun bisa

  3. edwards

    Saya menginstallkan Frozen Bubble dan Supertux versi Windows di komputer kakak saya, dan dia serta adik saya jadi keranjingan :-\”

    Saya sendiri lagi asyik main Battle for Wesnoth :-?

Comments are closed.