Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak?

Sedikit cerita, waktu mudik lebaran haji kemarin. Seperti biasa kalau lagi ada sesuatu yang harus diselesaikan, saya jadi pendiam. Mau ngobrol tapi susah nyari waktu yang tepat, akhirnya sebagian besar waktu dihabiskan di depan laptop atau di tempat tidur.

Tapi akhirnya saya bisa bicara juga dengan Ibu, dan berdiskusi seputar hal-hal yang dulu pernah saya canangkan sejak kurang lebih 3 tahun lalu. Dan ternyata kabar baik itu datang juga, alhamdulillah. Dengan adanya berita baik itu, setidaknya saya bisa lebih konsentrasi ke hal lain. Kata orang-orang sih, menyiapkan bekal untuk masa depan (ya walau mungkin sedikit terlambat buat saya).

Dan seperti yang sudah di-planning dari Jakarta, setelah berbicara masalah di atas, saya tadinya mau memberikan surprise. Lalu saya pun bicara tentang rencana saya dan kakak saya mau memberangkatkan beliau berdua ke tanah suci mekkah. Tapi raut muka beliau berubah, bukan raut muka gembira yang muncul tapi yang ada beliau malah menangis… yang tadinya saya pikir bakal membuat beliau gembira, malah bikin beliau bersedih.

Jujur, waktu itu saya juga ikutan nangis. Entah kenapa, mungkin karena merasa apa yang beliau sampaikan seperti membuat saya merasa sangat-sangat bersalah. Karena sebelumnya di Jakarta saya sempet curhat ke kakak saya, kalau saya kadang bingung dengan apa yang sebenarnya orang tua saya mau. Seolah-olah orang tua adalah beban. Tapi ternyata semua itu salah… dan saya cuma bisa menangis.

Ya, saya tau ini cerita setengah-setengah. Karena beberapa hal memang menyangkut masalah-masalah pribadi yang kurang baik kalau di publish ke khalayak (seperti di blog ini). Satu hal yang pasti, percayalah kalau kasih ibu itu sepanjang jalan. Lalu kalau kasih anak? moga-moga tidak sepanjang penggalan.

6 thoughts on “Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak?

  1. paman tyo

    untuk “sekadar” bicara yang hanya sebentar, kadang kita memang butuh persiapan bahkan menunggu lama untuk dapatkan saat yang tepat. setelah terucap, oh lega rasanya. bukan begitu bukan? :)

Comments are closed.