Vi still the best :D

Punya beberapa koleksi editor di Linux saya ini, tapi ternyata vi masih yang paling oke. Buktinya saat saya mencoba mengedit file xml yang besarnya kurang lebih 10MB (sekitar 186 ribu baris), yang masih cukup responsif membukanya hanya gedit dan vim. Komodo edit saya yang biasa digunakan otak-atik skrip python, malah ngehang :(

Tapi, untuk masalah potong-potong, vim masih tetep lebih enak. Goto line di gedit lambaaat banget. Padahal cara yang tercepat utk cara asal potong ini adalah goto line sekian, lalu hapus baris sisanya. Dan cara itu kalau di VIM cepet banget. Kebayang kalau filenya 100 MB misalnya, editor lain dipastikan colaps duluan :))

Jadi kenapa harus dipotong-potong tuh file XML? Karena eh karena file itu hanya bisa diimport maksimum sebesar 2MB. Sedangkan filenya jauh lebih besar dari 2MB, jadi terpaksa harus dipotong-potong. Masalahnya gak bisa asal potong, harus dipotong diposisi baris yang pas (XML file gitu loh hehehe).

Ya sudahlah… intinya VIM is the best :P

  1. Mengaktifkan Dukungan USB untuk VMware Server di Ubuntu Hardy Heron
  2. IE lambat ketika akan mengakses halaman login desknow
  3. Disable fsck di Partisi FAT32
This entry was posted in Ngoprek and tagged , , , . Bookmark the permalink.
  • tamu

    emang mantap vi apalagi vim
    top banget bos.

  • http://pebbie.wordpress.com pebbie

    emacs/xemacs nggak kuat y?

  • http://ngadimin.org cecep

    @pebbie: emacs? gak terbiasa sama interfacenya.

    di VIM saya sudah sangat terbiasa utk pergi ke baris nomor sekian, pergi ke baris paling awal/akhir, pergi ke awal/ujung baris. hapus sekian baris. hapus baris ini sampai akhir dsb. jadi ya terasa powerful karena memang sudah terbiasa :D

  • http://rotyyu.wordpress.com rotyyu

    Buat tulisan tentang tips dan trik di vim juga dunkx oom…..

  • http://ria.choosen.net Ria

    setuju…bikin trips and trick di VIM dunk :-"

    :)>-