Demonstran, kasihanilah kami…

Buat engkau yang mengaku memperjuangkan hak-hak kami, kasihanilah kami warga Jakarta yang sudah tiap hari ditimpa ujian yang berupa kemacetan. Jangan tambah lagi derita kami.

Stop demonstrasi di Bundaran HI, stop demonstrasi di depan gedung MPR/DPR. Stop demonstrasi di jalanan. Saya bosan dengan kemacetan!

Anda tahu, setiap sore hari jalan Gatot Subroto arah Slipi sudah mulai macet dari gedung MPR/DPR (kadang macetnya mengular sampai Semanggi). Kalau Anda demo di situ siangnya, berarti seharian jalan itu macet. Begitu juga di Bundaran HI, sekali ada gangguan macetnya bisa dari Thamrin s.d Sudirman macetnya.

Anda tidak kasihan dengan kami, warga Jakarta?

Untuk LSM atau lembaga lainnya, yang suka sosialisasi kegiatan Anda (entah itu emang beneran atau cuma cari sensasi saja), Bisakah Anda mensosialisasikan kegiatan Anda ditempat lain dan bukan di jalan raya?

Buat para wartawan dan kru peliput berita lainnya, bisakah Anda membantu juga. Gak usah memberitakan apa yang didemokan, tapi beritakan  penderitaan warga Jakarta yang kena macet akibat ulah demonstran!

Anda (para demonstran) boleh berkilah, setiap perjuangan butuh pengorbanan. Tapi jangan minta kami berkorban untuk tujuan Anda… yang bahkan kami tidak tahu apa itu!

8 thoughts on “Demonstran, kasihanilah kami…

  1. siwi

    Mendemo para demonstran ya?
    Heheheh..
    Tapi aku juga ga suka sama mereka, katanya memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi kok anarkis. Bukannya itu juga merugikan rakyat? Huh. sungguh aku tidak mengerti.

  2. Ria

    kok aku menangkap kesan emosi kamu ya di postingan yg ini :D
    *jarang2*

    aku juga gak suka sama mereka, merusak aja kerjaannya
    kalau mau yg bener baik2 dan lebih cerdas sedikit kenapa?

  3. Kevin Pratama

    Ik setodjoeh sama jij poenja opini.. masak yg di gembor2in demonstran2nya, uda lum tentu beres pulak demonstrasinya.. inikah yg namanya demokrasi kebablasan?

  4. andihusein

    siapapun yang tidak sepakat demi sebagai salah satu solusi atau sikap tegas atas penyimpangan atau kezaliman yang ada di depan mata. maka juga harus punya sikap lain yang juga mengarah pada penyadaran/ perbaikan kondisi. bukan mencela tanpa solusi. jangan terjebak dengan logika aparat atau penguasa yang tidak suka demo. karena sudah merasa nyaman hidupnya, sudah punya mobil banyak, istri banyak, dll.. kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial harus terus jalan sebagai bukti bahwa kita masih bergerak menyempurnakan kemanusiaan kita. bukan mau senag dan masuk surga sendiri. salam perjuangan kawan-kawan

  5. ngadimin

    menyadarkan publik harus dengan sesuatu yang bikin simpati publik.

    mencari perhatian yang menyebabkan kemacetan, atau bahkan menjurus ke tindakan anarkis bikin masyarakat antipati. silahkan berjuang, dengan cara-cara yang lebih elegan. dengan cara-cara yang lebih inovatif

Comments are closed.