
Foto Gigi hasil Panoramic X-Ray (tapi ini bukan foto gigi saya ya...)
Ini cerita saya waktu kemarin sakit gigi. Saya termasuk bandel urusan penyakit yang satu ini. Mungkin saya termasuk yang takut ke dokter gigi. Buktinya seumur hidup saya yang hampir mencapai 30 tahun ini, baru ke dokter gigi dua kali.
Sekali pas sakit gigi dulu (sekitar dua tahun yang lalu, tahun 2007), ada bolong trus ditambal di puskesmas Mampang Prapatan. Kali kedua yang sekarang ini, ke dokter di RS Medistra. Kasus yang sekarang juga hampir sama ada bolong trus minta ditambal. Tapi karena sakit (ada bengkak), ya diobati dulu sakitnya.
Nah yang terakhir ini nih yang parah. Sudah sakitnya gak sembuh-sembuh, dan bolong nya sudah disana-sini. Akhirnya dengan sedikit terpaksa (terpaksa, karena saya perkirakan biaya utk perawatan gigi ini bakal mahal), saya berangkat ke RS Medistra, setelah sebelumnya saya bikin appointment (gaya ya istilahnya, oke saya ganti jadi janjian deh, via staff rumah sakit hehehe ) dengan dokter gigi disana.
Daftar sama seperti daftar pasien rawat jalan lainnya (kebetulan saya dulu pernah berobat jg di RS ini, jadi gak perlu ngisi data-data lagi). Saya lalu menuju lantai 4 di gedung B (gedung belakang). Sesampainya dilantai 4, saya tidak perlu menunggu lama, karena sudah bikin janji, jadi pas saya datang pasien sebelumnya sudah hampir selesai. Itulah enaknya kalau pakai sistem janjian dulu ![]()
Setelah masuk ke ruang dokter, begitu diperiksa dokternya langsung bilang begini, “Mo ompong, atau mau sembuh? Kalau mo sembuh siapin waktu untuk bolak-balik ke sini minimal 4 s.d 5 kali” Gubrak! Sebegitu parahnya kah… hahaha
Tahap pertama, saya minta di foto panoramic x-ray. Dikasih surat pengantar ke ruang radiologi, dan disuruh balik lagi ke dokter kalau foto sudah jadi. Proses fotonya cepet, dari awal foto s.d selesai gak nyampe 15 menit. Lalu saya balik lagi ke dokter sambil membawa hasil foto (contohnya ada di atas, foto yang saya punya gak dibawa balik).

Ilustrasi waktu di foto. Lain kali saya minta difoto dulu deh pake hape saya... hahaha
Lagi-lagi dokternya bikin keder. “Hmm… 3 gigi sudah tamat riwayatnya. Harus dicabut!” Hehehe, jadi ompong beneran nih. Gila juga. Singkat cerita mulut saya diobok-obok sama dokternya. Langkah pertama tentu saja mengurangi efek sakit di gigi yang bolong itu. Entah gimana caranya, yg jelas gigi saya di bor. Lalu yang kedua gigi saya dibersihin dari karang gigi (udah menahun loh…). Gigi saya dicolok-colok (hahaha), trus di gerindra (eh itu nama partai ya hahaha).
Hasilnya? Bersih deh, dan rasanya plong banget, walau pas makan rasanya jadi sedikit aneh.
Nah yang terakhir nih, biasanya pembaca pada penasaran berapa biaya yang dihabiskan untuk perawatan ini. Kurang lebih 900 ribu rupiah.
Rinciannya sebagai berikut:
- 25 ribu untuk pendaftaran
150180 ribu utk foto gigi (panoramic x-ray)- 400 ribu utk bersihin karang gigi (scaling)
- 150 ribu utk perawatan saluran akar gigi
- sisanya buat beli obat
Dan menurut ukuran kantong saya sih mahal… dan ini belum periksa lanjutannya ![]()