Joki Tergiur Rp 30 Juta, Kuliah Pun Sirna…

BANDUNG, KOMPAS.com — IS (18) menuruni tangga dengan langkah gontai begitu keluar dari ruangan sidang. Sesekali tangan kirinya meremas dada sebelah kanannya, seolah menahan sesak yang luar biasa.

Rekomendasi yang dikeluarkan dari kampus yang dihasilkan oleh Komisi Penegakan Norma Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap dirinya dan 10 rekannya pada sore hari itu mungkin terasa sangat berat baginya.

IS, mahasiswa Teknik Kimia ITB ini, adalah satu dari 14 mahasiswa ITB yang terlibat dalam sindikat perjokian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dia tertangkap basah saat melakukan tindakan tidak terpuji ini di Makassar, Sulawesi Selatan, awal Juli 2009 lalu.

Itu adalah kutipan dari sebuah berita di Kompas hari ini.

Dan kutipan berikutnya adalah:

Widyo Nugroho pun meminta Forum Rektor Indonesia mendaftarhitamkan para mahasiswa ini. Mereka tidak diberi kesempatan lagi kuliah di universitas yang lain.

Hmm… kok ITB, khususnya Pak Widyo Nugroho terkesan emosional dalam menangani kasus ini. Saya kira DO sudah merupakan hukuman terberat buat mereka. Janganlah ditambah dengan embel-embel blacklist, sehingga mereka kehilangan hak untuk melanjutkan kuliah ditempat lain. Itu namanya menghukum dengan menghilangkan masa depan mereka.

Yang menjadi pertanyaan, sekarang forum rektor berani tidak memblacklist orang tua & anak pelaku perjokian itu. Mereka juga kan terlibat dalam kasus ini. Hayoooo… :D

7 thoughts on “Joki Tergiur Rp 30 Juta, Kuliah Pun Sirna…

  1. Ria

    iya tuh a' jangan mahasiswanya aja dunk, ini kan hukum sebab akibat…ada mahasiswa yang jadi joki pastinya karena ada orang tua dan siswa yang membutuhkan. kalau gak ada yg butuhin ngapain mereka jadi joki.

    ckckckckck…buat apa ya masuk PTN kalo caranya gak halal begitu :D

  2. ngadimin

    Iya lagian mereka masih muda, DO sudah merupakan hukuman terberat buat mereka. Apalagi katanya mereka dari keluarga yg biasa-biasa saja, yg artinya untuk pindah kuliah ke tempat lain juga mereka masih susah.

    Jadi sudahlah jangan ditambah lagi hukuman buat mereka. Iya mereka salah, tapi hukumlah dengan cara yang adil juga.

Comments are closed.