“Tapi sekarang Mbah Surip sudah menjadi industri. Dia sudah menjadi ‘budak’ yg bikin orang makmur. Bayangkan tivi-tivi memanfaatkan dia, sehari bisa 6 episode. Dan mereka gak pernah mau tahu kalau Mbah Surip sudah tua dan masih menggunakan motor ke mana-mana,” tegas Bertha lagi.
Kini Bertha mengaku miris melihat Mbah Surip yang tumbang di masa kejayaannya. “Akhirnya ia diperas habis-habisan. Saat ini saya dalam kesedihan mutlak,” imbuhnya lagi.
Sumber: detik.com
Saya sangat setuju dengan pendapatnya Mbak Bertha, dan memang begitulah dunia pertelevisian di Indonesia ![]()