Saat Iklan Memenuhi Layar

Dulu saya suka misuh-misuh sama detik. Saya suka meledek kalau detik itu adalah portal iklan. Sekarang giliran kompas yang gak sopan. Seluruh layar ditutup sama iklan!

Kompas.Com, mana beritanya?

Kompas.Com, Mana beritanya?

Saya sebetulnya ingin mensupport portal berita tersebut, dengan tidak memblock iklan-iklan yang muncul dilayar. Tapi apa boleh dikata, media tersebut sudah melecehkan pembacanya sendiri. Sekalinya buka pakai google chrome, muncullah iklan yang memenuhi layar! Susah juga berpindah hati dari Firefox dan Adblock Plus.

Pertanyaan, mengapa media lokal tidak bisa seperti facebook yang bisa lebih menghormati usernya?

10 thoughts on “Saat Iklan Memenuhi Layar

  1. Suwahadi

    Bisa jadi Indo terlalu mendewakan pengiklan. Kita lihat saja, kostum2 kesebelasan Liga2 di Indo sudah seperti lapak. Bandingkan dengan kostum tim MU yang lebih terhormat :)

  2. ngadimin

    karena nilai jual yang rendah kah? jadi gak ada yang berani jadi sponsor eksclusif. akhirnya yang laku dijual adalah iklan eceran hehehe.

    saya gak merhatiin kostum liga indonesia, karena sudah lama gak perhatian sama liga lokal. selama PSSI nya masih seperti sekarang, saya agak pesimis liga lokal bisa maju *mencak-mencaknya ntar dipisah, di tulisan lain heheh*

Comments are closed.