Maaf mas, bisa dijelaskan step-by-step nya gak, maklum saya AWAM

Empat Satu kata dari saya, males banget dot com :D

Kadang pertanyaan sederhana, ketika dijawab secara step-by-step hasilnya bisa berupa satu buku berpuluh-puluh halaman. Dan awam bukan alasan untuk bersikap “malas” (dalam tanda kutip, karena orang Indonesia suka tersinggung kalau dibilang malas, padahal memang iya hahaha).

Dari pada menulis kata-kata itu, alangkah baiknya jika Anda menulis.

Saya sudah mencari informasi di google dengan kata kunci “bla bla bla”. Tapi belum menemukan tulisan atau artikel yang pas dengan kebutuhan saya.

Saya juga sudah mencoba tutorial ini (lalu tuliskan urlnya), dan saya ada kesulitan untuk memahami bagian “bla bla bla”

Saya sudah mencoba menjalankan perintah “bla bla bla”, tapi mendapatkan error ini (lalu di copy paste kan error yang relevan ke milis).

Jadi kata AWAM jangan dijadikan alasan untuk tidak mencari tahu terlebih dahulu seputar permasalah Anda. Trus jangan takut untuk mencoba. Kalau salah atau nantinya ada error ya gpp. Itu kan bagian dari belajar.

Sebelum meminta bantuan temen-temen milis, biasakan Anda membantu diri sendiri dan bantulah temen-temen yang akan menjawab pertanyaan Anda dengan data-data yang lengkap seputar masalah yang Anda hadapi.

Sesekali cobalah tengok tulisan, Cara Bertanya yang Baik. Sebuah tulisan yang sangat-sangat bagus, tapi sayangnya yang baca sepertinya hanya admin milis saja hahaha.

Daftar lain yang tak kalah mengganggu (versi saya).

  • Saya jawab di milis, Anda reply japri!
  • Nanya pake bahasa ABG (lengkap dengan tulisan yang susah dibaca itu).
  • Mengganti tanda tanya dengan tanda seru (kayaknya ini masih ada kaitan dengan bahasa ABG).
  • Signature yang panjang. (lengkap dengan nomor telepon beberapa biji dan beberapa alamat blog narsisnya).
  • Signature disclaimer (yang saya sendiri gak ngerti maksud tujuannya apa).
  • Pake email @telkom.net, cari email gratisan lainnya yang nggak ngiklan setengah halaman di email yang Anda kirimkan.

11 thoughts on “Maaf mas, bisa dijelaskan step-by-step nya gak, maklum saya AWAM

  1. Pingback: Awam bin Newbie Sebagai Tameng | Blog Vavai

  2. @affanzbasalamah

    Maka dari itu, mestinya dibikin dua jalur layanan technical support: 1) Jalur Gratisan: via milis, termoderasi, nanya harus sesuai dgn aturan dan tatakrama, tapi GRATIS, dan 2) Jalur Berbayar: terserah deh lu mau seawam/se-nubi apapun, attitude nya terserah mau gimana, tapi BAYAR, agar ada motivasi sedikit utk melayani anda, kecuali jika tech supportnya mau melatih dirinya jadi orang sabar :)

  3. ngadimin

    yang dibahas disini yang versi gratis, jadi memang lagi ngeluarin unek-unek kalau pas lagi melayani pelanggan tipikal begitu hehehe.

    tentang yang berbayar, bagi engineer tetep saja bete. karena biasanya bayaran itu perginya ke kas perusahaan, bukan ke kantong si engineer. ya kecuali dia memberikan layanan freelancer :D

  4. dani

    sebagai awam, sedikit banyak saya terbantukan oleh segudang kesabaran para admin dan pencerah. kuncinya ternyata memang mesti mau dan banyak membaca.

    masih akan ada ‘newbie’-2 yang lain seperti kisah di atas. edukasi pengguna ya mesti lanjut terus.. risiko admin dan yang lebih pengalaman lah. :D

  5. Amy

    yang dibahas disini yang versi gratis, jadi memang lagi ngeluarin unek-unek kalau pas lagi melayani pelanggan tipikal begitu hehehe.

    tentang yang berbayar, bagi engineer tetep saja bete. karena biasanya bayaran itu perginya ke kas perusahaan, bukan ke kantong si engineer. ya kecuali dia memberikan layanan freelancer :D

  6. Pingback: Please Googling Berfore Asking « My Documentations

Comments are closed.