Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop.

  • Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.
  • Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.
  • Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.
  • Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?
  • Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.
  • Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.
  • Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.

Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi.

Mari kita kutuk rame-rame!

Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA!

Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya… tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.

Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!

44 thoughts on “Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

  1. Pingback: Tweets that mention Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux | Cecep Mahbub -- Topsy.com

  2. Vavai

    Makanya pilihan remastering jadi salah satu pilihan populer di Indonesia mas :-)

    Soal pilihan Evolution dibandingkan Thunderbird, AFAIK, ini karena Evolution merupakan salah satu mail client yang bisa menggunakan feature scheduling & calendar sharing dari Exchange dan mail server kelas enterprise lainnya. Thunderbird memang punya kelebihan di multiple OS support dan untuk fungsi standar email tapi fungsi scheduling & calendaring hanya bisa personal, belum bisa sharing yang ada di Exchange.

    CMIIW.

  3. mwillypermana

    Masih pakai Evolution, soalnya komputer saya ndak konek ke internet. Lumayan untuk manajemen waktu dan kontak :D.

    Tapi saya setuju soal Totem, mendingan pakai VLC ;D

  4. Ria

    maaf ya…aku pake thunderbird aja a' :P

    ohya mengenai codec2 itu emang bikin kesel, apalagi masalah driver multimedia…huhuhuhuhu menyebalkan kadang2

  5. ngadimin

    Yup, remaster adalah salah satu pilihan.

    Mungkin menyediakan paket-paket offline untuk ubuntu-restricted-extras untuk kasus di Ubuntu misalnya, adalah salah satu solusi. Dan beberapa sudah menyediakan paket model spt ini.

    Soal evolution untuk akses ke exchange, saya kira bisa dilihatnya begini. Yang butuh evolution buat akses exchange berapa banyak sih. Trus yang lebih memilih thunderbird berapa banyak.

    Saya curiganya, yang pake Thunderbird lebih banyak dibanding yang pake Evolution. Tapi ini cuma tebak-tebakan saja. Harusnya ada semacam survey lah :D

  6. ngadimin

    Yup, remaster adalah salah satu pilihan.

    Mungkin menyediakan paket-paket offline untuk ubuntu-restricted-extras untuk kasus di Ubuntu misalnya, adalah salah satu solusi. Dan beberapa sudah menyediakan paket model spt ini.

    Soal evolution untuk akses ke exchange, saya kira bisa dilihatnya begini. Yang butuh evolution buat akses exchange berapa banyak sih. Trus yang lebih memilih thunderbird berapa banyak.

    Saya curiganya, yang pake Thunderbird lebih banyak dibanding yang pake Evolution. Tapi ini cuma tebak-tebakan saja. Harusnya ada semacam survey lah :D

  7. MaksudLo?

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

  8. MaksudLo?

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

  9. Amri Shodiq

    Kalau nggak mau ngikut acara begituan, Mas Cecep biku distro sendiri aja. Remaster lah dengan paket-paket yang dibutuhkan. Paling jadinya 2 CD kan. Hahahaha.

  10. Amri Shodiq

    Kalau nggak mau ngikut acara begituan, Mas Cecep biku distro sendiri aja. Remaster lah dengan paket-paket yang dibutuhkan. Paling jadinya 2 CD kan. Hahahaha.

  11. dani

    Tapi kalo ngga pake ritual itu, rasanya ada yang kurang. :) Toh, rentang waktu 6 bulan itu sudah banyak versi baru dirilis. NetworkManager belakangan kok ya bermasalah dengan 3G. Untung di openSUSE 11.2 langsung maketin umtsmon di reponya.

    Untuk massal, memang enakan remastering. Untuk kebutuhan sendiri, cukup profil firefox yang saya salin. Codec dan aplikasi lain, enakan milih sendiri sesuai perkembangan software-nya. :)

    VLC, mail client masi yang online. Pidgin atau empathy?
    Glipper sering crash di GNOME.

  12. dani

    Tapi kalo ngga pake ritual itu, rasanya ada yang kurang. :) Toh, rentang waktu 6 bulan itu sudah banyak versi baru dirilis. NetworkManager belakangan kok ya bermasalah dengan 3G. Untung di openSUSE 11.2 langsung maketin umtsmon di reponya.

    Untuk massal, memang enakan remastering. Untuk kebutuhan sendiri, cukup profil firefox yang saya salin. Codec dan aplikasi lain, enakan milih sendiri sesuai perkembangan software-nya. :)

    VLC, mail client masi yang online. Pidgin atau empathy?
    Glipper sering crash di GNOME.

  13. r4lly

    Kalo saya mas ga install 2 ulang kompi, hehehe , kalo email pake icedove ( thunderbird ) bawa'an zenwalk 6.2 , repo simpang di hardisk , muanteb.

  14. r4lly

    Kalo saya mas ga install 2 ulang kompi, hehehe , kalo email pake icedove ( thunderbird ) bawa'an zenwalk 6.2 , repo simpang di hardisk , muanteb.

  15. Michelle

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

  16. Michelle

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

  17. Ian

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

  18. Ian

    Enggak, saya nggak pakai Evolution ataupun Thunderbird (dulu saya pakai T-bird). Setelah merasakan Gmail Labs, sakarang ogah pakai offline client.

Comments are closed.