Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.
Membeli Paket Prabayar IM2
Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.
Saya beli di counter Koepoe Koepoe di lantai satu. Satu-satunya tempat yang saya temui yang menjual paket IM2. Di atas sih ada banyak yang jual SMART, rata-rata dibundel sama paket modem EVDO nya, selain tentu bisa juga beli di Gallery SMART di Lantai 3.
Ok, balik lagi ke cerita membeli paket prabayar. Selama saya mengaktivasi IM2, ada banyak orang yang membeli modem MOBI & SMART. Luar biasa, sepertinya animo warga Jakarta untuk menikmati layanan Internet sangat besar. Dan wajar juga koneksi SMART saya semakin dodol surodol ![]()
Yang beli IM2? gak ada! Malah si penjaga counternya juga seolah tidak percaya masih ada yang mencari paket IM2. Hahaha. Sepertinya IM2 sudah mendapatkan karma, seperti sudah diberi label layanan internetnya sering error, lambat dan lainnya yang jelek-jelek. Seperti yang terekam di blog ini, IndosatM2 dibantai di detik atau Sejak Promo Murah Koneksi IM2 Sangat Tidak Stabil.
Koneksi Internet IM2
Saya sudah memakainya selama 3 jam lebih. Dan selama pemakaian ini tidak ada permasalahan. Waktu dial lancar, setelah terkoneksi gak masalah. Sinyal selalu stabil di HSDPA, kecepatan internet juga stabil di kisaran 256kbps seperti yang dijanjikan (saya mengaktifkan paket unlimited yang dibatasi di 256kbps).
Hasil test dari speedtest.net bisa dilihat di bawah ini.

Untuk sementara ini, saya kira IM2 berhasil memperbaiki kinerjanya. SMART dan MOBI yang sekarang lagi booming dengan paket unlimited dan kecepatan yang luar biasa (dulu saya sering dapet kecepatan lebih dari 1 Mbps), harusnya secara rutin mereview kapasitas internet mereka. Baik dari segi perangkat jaringan/BTS ataupun dari bandwidth internet di backbone internet mereka.
Layanan unlimited seringkali manis di awal, tapi menderita di akhir. Di awal tahun 2009, waktu rame-ramenya masalah kapasitas IM2 yang overload, banyak pakar internet termasuk dari pihak regulator yang mengusulkan adanya standar layanan untuk internet broadband. Tapi entah sudah sampai mana itu dijabarkan. Seringnya terlupakan dengan alasan klasik, itu program mentri yang lama ![]()
