Author Archives: Cecep Mahbub

Mencari tahu besar email yang bisa diterima oleh server tujuan

Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar.

Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email server biasanya membatasi besar email yang bisa diterima. Bisa saja Anda kirim dulu dengan perkiraan kalau kelebihan, nanti ada pesan bounce/error dari server tujuan. Tapi masa kirim email kok pakai coba-coba (halah kemakan iklan nih, hahaha).

Dari pada coba-coba mending kita tanya ke servernya langsung. Misal, kita ingin tahu berapa besar email yang bisa diterima oleh domain cbn.net.id.

Pertama cari tahu dulu, server mana yang harus kita cek. Mau kirim email kan? Cek MX record untuk domain tersebut.

dig mx cbn.net.id

[dipotong...]
;; ANSWER SECTION:
cbn.net.id.             8185    IN      MX      20 mx.cbn.net.id.
[dipotong...]

Dapet, server yang harus di cek adalah mx.cbn.net.id, sekarang mari kita tanya ke servernya.

telnet mx.cbn.net.id 25

Trying 125.208.145.26...
Connected to mx.cbn.net.id.
Escape character is '^]'.
220 mx.cbn.net.id ESMTP
helo cecep.ngadimin.org
250 mx.cbn.net.id
ehlo cecep.ngadimin.org
250-mx.cbn.net.id
250-8BITMIME
250-SIZE 10485760

Servernya jawab, kalau email yang bisa dia terima itu besarnya 10485760 byte (~10MB).

Dengan cara yang sama kita bisa tahu kalau gmail bisa menerima email s.d ~35MB, Hotmail 29MB, ngadimin.org ~35MB (dihosting di google jg, pake google apps).

Catatan: tidak semua server bisa dicek seperti itu. Seperti yahoo misalnya, begitu di telnet langsung di close (kayaknya dia pakai proteksi semacam greylisting). Dan tidak semua smtp server memberikan informasi SIZE yang kita tanya tadi.

Mencoba Kembali Paket Internet dari IM2

Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.

IM2 Broom Bastis!

Membeli Paket Prabayar IM2

Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.

Continue reading

Titik Di Dalam Ruang

titik tanpa warna
bidang tanpa garis
ruang tanpa udara
hampa
sunyi

hanya cahaya yang bisa masuk ke dalamnya
merambat bagai gelombang
membawa bekal energi baru

titik berwarna putih
bidang dengan garis warna
ruang dengan cahaya terang
masih hampa
masih sunyi
tapi terasa hangat

Notes: Mencoba membuat puisi dengan nuansa ilmu fisika. Mencoba membuat rentetan kata, yang tidak melanggar kaidah hukum fisika. halah!

Kalau SMART lagi layak pakai

Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM

Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini.

UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.

Django DebugFooter Middleware

Saya ingin memasang DebugFooter di django. Dan ternyata malah muncul error:

[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     response = middleware_method(request)
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]   File "/sites/blog/../blog/debug_middleware.py", line 100, in process_r
equest
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     dispatcher.connect(
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] AttributeError: 'module' object has no attribute 'connect'

Setelah googling, dan menemukan artikel backwards-incompatible changes dari versi 0.96 ke 1.0, dibagian Signal refactoring dijelaskan ada perubahan kode.

Singkat cerita, saya akhirnya bisa memasang DjangoFooter middleware. Saya pakai versi yang sedikit diubah, lalu saya sempurnakan lagi agar berfungsi dengan baik di django 1.0 ke atas.

Kodenya bisa Anda lihat di djangosnippets 1816.

Cara Pakai

Misal, project yang Anda buat di django adalah blog, dan path nya di /sites/blog. Simpan kode tadi ke /sites/blog/debug_middleware.py.

Lalu tambahkan di /sites/blog/settings.py

MIDDLEWARE_CLASSES = (
    ...
    'blog.debug_middleware.DebugFooter',
)

Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop.

  • Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.
  • Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.
  • Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.
  • Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?
  • Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.
  • Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.
  • Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.

Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi.

Mari kita kutuk rame-rame!

Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA!

Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya… tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.

Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!

Akses Internet SMART Putus Tiap 30 Detik

Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, terputusnya itu tepat di detik ke-30.

Untuk Yahoo Messenger saya tidak bisa menghitungnya. Tapi untuk akses ssh mudah sekali bikin timernya. Pake perintah time saja.

time ssh hostname.server-saya.com

Lalu saya tunggu beberapa saat, dan setelah diskonek muncul tampilan seperti di bawah ini.

Read from remote host hostname.server-saya.com: Connection reset by peer
Connection to hostname.server-saya.com closed.

real	0m30.312s
user	0m0.018s
sys	0m0.007s

Sebelum Anda bertanya atau mengira ini adalah masalah di ssh server saya. Saya sudah pastikan bukan masalah konfigurasi idle atau timeout di ssh server. Saya juga mencobanya ke tiga network yang berbeda. Hasilnya sama saja, akses ssh terputus di detik ke-30.

Untuk yahoo messenger, juga sama. Setelah list temen saya muncul, yahoo messenger tiba-tiba diskonek lagi. Dugaan sementara sih, semua akses TCP mengalami gejala yang sama, terputus di detik ke-30.

Saya sudah mengirim email ke customercare@smart-telecom.co.id, sudah ada jawaban standar, “masalah sudah kami tindak lanjuti ke bagian yang terkait”. Tapi sampai dengan hari ini masalah ini masih tetap ada.

Mudah-mudahan bisa solve secepatnya, dan gak berakhir seperti kasus IndosatM2 yang bikin saya bener-bener merasa kesel. Sementara ini gak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjebak kontrak satu tahun. Duh! :(

UPDATE: 12 Oktober 2009, malemnya saya coba akses internet. Akses ssh ataupun yahoo messenger tidak mengalami masalah putus-nyambung lagi. Koneksi lancar jaya. Tapi kalau lambat itu urusan lain ya hehe. Setidaknya putus pada detik ke-30 sudah tidak terjadi lagi.