<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cecep Mahbub</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 13:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Menghitung Memori Yang Sekarang Sedang Digunakan oleh Aplikasi</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 13:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[Menghitung memori yang terpakai oleh sebuah program yang sedang berjalan di Linux itu agak ribet. Anda bisa melihat/menghitungnya dari output perintah ps, atau pmap. Tapi apa yang Anda lihat bukanlah apa yang terpakai. Harus dihitung dulu. Dan disini saya tidak sedang ingin membicarakan hal yang rumit. Yang rumit silakan di googling saja. Ada yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menghitung memori yang terpakai oleh sebuah program yang sedang berjalan di Linux itu agak ribet. Anda bisa melihat/menghitungnya dari output perintah <tt>ps</tt>, atau <tt>pmap</tt>. Tapi apa yang Anda lihat bukanlah apa yang terpakai. Harus dihitung dulu. </p>
<p>Dan disini saya tidak sedang ingin membicarakan hal yang rumit. Yang rumit silakan di googling saja. Ada yang sudah berbaik hati, membuatkan <em>python script</em> yang bisa digunakan untuk menghitung alokasi memori per proses/aplikasi/program. </p>
<p>Ambil <a href="http://www.pixelbeat.org/scripts/ps_mem.py">ps_mem.py</a>, skrip yang sudah lama ada, tapi entah memang google yang menyembunyikannya, atau saya yang tidak mencari sehingga baru tahu hari ini <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /></p>
<pre>sudo ./ps_mem.py</pre>
<p>Berikut contoh hasil keluaran python script di atas, di jalankan di hostingan Linode VPS saya.</p>
<pre> Private  +   Shared  =  RAM used       Program 

  4.0 KiB +  35.5 KiB =  39.5 KiB       getty
 28.0 KiB +  29.5 KiB =  57.5 KiB       atd
  4.0 KiB +  73.5 KiB =  77.5 KiB       upstart-udev-bridge
  0.0 KiB +  84.5 KiB =  84.5 KiB       udevd (3)
 96.0 KiB +  24.0 KiB = 120.0 KiB       dhclient3
 84.0 KiB +  58.5 KiB = 142.5 KiB       cron
116.0 KiB + 187.5 KiB = 303.5 KiB       master
264.0 KiB +  87.0 KiB = 351.0 KiB       ntpd
208.0 KiB + 201.5 KiB = 409.5 KiB       qmgr
256.0 KiB + 208.0 KiB = 464.0 KiB       tlsmgr
404.0 KiB +  84.5 KiB = 488.5 KiB       rsyslogd
348.0 KiB + 189.5 KiB = 537.5 KiB       pickup
480.0 KiB + 112.5 KiB = 592.5 KiB       init
  1.2 MiB +  55.5 KiB =   1.2 MiB       bash
764.0 KiB +   1.2 MiB =   1.9 MiB       sshd (3)
  2.1 MiB + 404.0 KiB =   2.5 MiB       python2.6
  2.6 MiB + 848.5 KiB =   3.4 MiB       nginx (5)
  4.2 MiB +   2.6 MiB =   6.8 MiB       apache2 (5)
 11.1 MiB + 117.5 KiB =  11.2 MiB       mysqld
 57.0 MiB + 562.0 KiB =  57.5 MiB       php5
---------------------------------
                         88.1 MiB
=================================</pre>
<p>Tuh kan&#8230; yang boros itu php nya, bukan apachenya. Sebelum ada yang bertanya, saya pasang Nginx di depan Apache + suExec/FastCGI + php5.</p>
<p>Btw, di tempat mengunduh skript tadi banyak loh skrip lain yang menarik. Silakan <a href="http://www.pixelbeat.org/scripts/">dilihat-lihat</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keyboard Shortcut untuk BASH</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 16:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1674</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasakan menderitanya pergi ke awal baris hanya untuk memperbaiki salah ketik di Terminal? Apalagi kalau koneksi yang digunakan tipikal GPRS yang gak stabil, bisa makin bete saja. Biasanya kalau sudah begini, cara bodohnya saya cancel perintah tersebut, kemudian saya buka aplikasi note (notepad misalnya kalau di Windows, atau apapun yang bisa dipake untuk nulis), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah merasakan menderitanya pergi ke awal baris hanya untuk memperbaiki salah ketik di Terminal? Apalagi kalau koneksi yang digunakan tipikal GPRS yang gak stabil, bisa makin bete saja.</p>
<p>Biasanya kalau sudah begini, cara bodohnya saya <em>cancel</em> perintah tersebut, kemudian saya buka aplikasi note (notepad misalnya kalau di Windows, atau apapun yang bisa dipake untuk nulis), lalu mengetikkan semua perintah disana (pasti lebih cepet kan). Salin perintah tersebut dan tempelkan (<em>paste</em>) ke Terminal yang sedang terkoneksi ke <em>remote</em> server.</p>
<p>Cara lain yang saya gunakan (setelah hilang malesnya), adalah menghafal  beberapa <em>keyboard shorcut</em> yang bisa digunakan untuk BASH. Tidak perlu semuanya dihafal, pilih beberapa saja. Misal, favorit saya cuma 3 <em>shortcut</em>.</p>
<ol>
<li><strong>CTRL + a</strong> &#8211; Untuk pergi ke awal baris</li>
<li><strong>CTRL + e</strong> &#8211; Untuk pergi ke akhir baris</li>
<li><strong>CTRL + k</strong> &#8211; Untuk menghapus semua karakter di kanan kursor</li>
</ol>
<p>Dengan tiga <em>shortcut</em> itu saja, saya bisa lebih efesien bekerja di Terminal. Mau yang lebih lengkap, silakan dilihat di <a href="http://www.howtogeek.com/howto/ubuntu/keyboard-shortcuts-for-bash-command-shell-for-ubuntu-debian-suse-redhat-linux-etc/">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu 10.04 LTS &#8211; Lucid Lynx sudah dirilis</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/04/30/ubuntu-10-04-lts-lucid-lynx-sudah-dirilis/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/04/30/ubuntu-10-04-lts-lucid-lynx-sudah-dirilis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 20:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Tautan]]></category>
		<category><![CDATA[lucid]]></category>
		<category><![CDATA[lynx]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1668</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar meramaikan saja, informasi yang mungkin sudah Anda ketahui. Yang dinanti-nanti Ubuntu 10.04 LTS &#8211; Lucid Lynx sudah resmi dirilis. Silakan baca informasi rilis dan catatan rilis. Untuk pengguna internet Indonesia, dl2.foss-id.web.id sudah menyediakan iso lengkap untuk semua edisi (Desktop, Netbook atau pun Server). Mirror lain sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Informasi mirror lokal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2010/04/1004header.jpg" alt="" title="1004header" width="500" height="111" class="aligncenter size-full wp-image-1670" /></p>
<p>Sekedar meramaikan saja, informasi yang mungkin sudah Anda ketahui. Yang dinanti-nanti Ubuntu 10.04 LTS &#8211; Lucid Lynx sudah resmi dirilis. Silakan baca <a href="http://fridge.ubuntu.com/node/2030">informasi rilis</a> dan <a href="http://www.ubuntu.com/getubuntu/releasenotes/1004">catatan rilis</a>.</p>
<p>Untuk pengguna internet Indonesia, <a href="ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/10.04">dl2.foss-id.web.id</a> sudah menyediakan iso lengkap untuk semua edisi (Desktop, Netbook atau pun Server). Mirror lain sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Informasi mirror lokal ini saya rangkumkan di halaman <a href="http://pakelinux.com/mirror/ubuntu/">mirror lokal Ubuntu</a>.</p>
<p>Ada bugs yang ditemukan di saat-saat terakhir sebelum rilis, seperti yang tertulis di <a href="https://wiki.ubuntu.com/IncidentReports/2010-04-29-Late-respin-for-bug-570765">incident report</a> wiki Ubuntu.</p>
<blockquote><p>We had a late discovery of GRUB bootloader bug affecting dual-boot users of Ubuntu. When installing in a dual-boot environment, the other operating system will not appear at first in the GRUB menu. Installing the available updates and rebooting will fix this issue. However, it was determined the day of the release that this is not an optimal solution for new users or those not connected to the Internet. </p></blockquote>
<p>Saya belum mencoba, apakah iso installer yang sudah masuk ke mirror dl2.foss-id.web.id masih memiliki bugs ini atau tidak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/04/30/ubuntu-10-04-lts-lucid-lynx-sudah-dirilis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Then and Now</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 15:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[desktop]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1656</guid>
		<description><![CDATA[Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. Then and Now, My Desktop: Then and Now, Then and Now Meme dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di planet Ubuntu. Kalau mengenang jaman lalu, saya pertama kali kenal justru FreeBSD. Kalau tidak salah versi pertama yang saya kenal itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. <a href="http://leogg.wordpress.com/2010/04/23/then-and-now/">Then and Now</a>, <a href="http://family.ubuntu-fl.org/mhall/my-desktop-then-and-now/">My Desktop: Then and Now</a>, <a href="http://jonathancarter.co.za/2010/04/24/then-and-now-meme/">Then and Now Meme</a> dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di <a href="http://planet.ubuntu.com/">planet Ubuntu</a>. </p>
<p>Kalau mengenang jaman lalu, saya pertama kali kenal justru FreeBSD. Kalau tidak salah versi pertama yang saya kenal itu FreeBSD 2.2.8. Maklum kampus tempat saya ngekost, mayoritas menganut mahzab FreeBSD. Jadi oleh senior-senior, saya juga diajarkan FreeBSD juga. Dan rasa-rasanya saya juga belum pernah memakai FreeBSD ini untuk desktop, di jaman itu terlalu nekad kalau menggunakan FreeBSD buat dekstop.</p>
<p>Kalau linux, pertama kali ngelihat kayaknya RedHat versi 5.2 (agak lupa juga persisnya). Trus lebih sering berkutat dengan Mandrake 6.1 dan versi berikutnya s.d tahun 2003 (tentu diselang-seling dengan distro lain untuk coba-coba). Setelah itu berkenalan dengan Gentoo. Saat pake linux Gentoo lah saya mulai ngeblog, dan salah satu screenshot terlama yang pernah tercatat di blog ini bisa Anda lihat di bawah ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a title="Desktop Screenshot 3 April 2004 by Cecep Mahbub, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/265981046/"><img src="http://farm1.static.flickr.com/106/265981046_401a2561a4.jpg" alt="Desktop Screenshot 3 April 2004" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Desktop Screenshot 3 April 2004, Gentoo dengan Gnome 2.4.2</p></div>
<p>Kembali lagi ke linux jaman dulu. Linux jaman dulu memang tidak senyaman sekarang. Apalagi kalau berhubungan dengan dunia multimedia. Saat menggunakan Mandrake 6.1 linux hanya bisa muter mp3 (beruntung waktu itu sudah ada xmms). Trus untuk muter VCD susahnya minta ampun. Biasanya saya copy file .dat lalu diputer pakai mpg123. Itu pun dengan resolusi yang gak bisa di bikin full screen. </p>
<p>Office, Excel? wah masa-masa sebelum openoffice lahir adalah masa kegelapan buat linux. Jadi jangan tanya bagaimana repotnya bertukar dokumen dengan pengguna OS lain. Browser juga sama. Yang terbaik waktu itu hanya Netscape 4.x yang sangat-sangat berat untuk dijalankan. Buka beberapa windows saja, sudah terasa berat (waktu itu belum ada tab ya). Jadi internet di linux sebelum firefox adalah masa kegelapan juga.</p>
<p>Satu lagi yang terasa agak lucu juga. Entah sampai tahun kapan linux punya masalah ini. Di linux itu kalau mau membuka atau nge-mount CD itu susahnya minta ampun (artinya harus di mount manual gitu loh). Mandrake pernah membuat inovasi yang samanya supermount, tapi tidak pernah bisa berjalan dengan sempurna, seseringnya crash. </p>
<p>Oke-oke cukup nostalgianya. Saya tidak akan cerita bagaimana kenalan dengan Debian dan Ubuntu. Terlalu panjang ceritanya. Sekarang mari kita sambut Ubuntu 10.04 LTS yang beberapa hari lagi akan di rilis. Mudah-mudahan saya ada waktu untuk mencicipinya. Sudah tujuh bulan lebih saya jarang berinteraksi dengan Linux di desktop. Tulisan ini pun saya tulis di Mac OS X Snow Leopard <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari tahu besar email yang bisa diterima oleh server tujuan</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 15:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngoprek]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[size]]></category>
		<category><![CDATA[telnet]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1631</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar. Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email server biasanya membatasi besar email yang bisa diterima. Bisa saja Anda kirim dulu dengan perkiraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar.</p>
<p>Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email server biasanya membatasi besar email yang bisa diterima. Bisa saja Anda kirim dulu dengan perkiraan kalau kelebihan, nanti ada pesan bounce/error dari server tujuan. Tapi masa kirim email kok pakai coba-coba (halah kemakan iklan nih, hahaha).</p>
<p>Dari pada coba-coba mending kita tanya ke servernya langsung. Misal, kita ingin tahu berapa besar email yang bisa diterima oleh domain cbn.net.id.</p>
<p>Pertama cari tahu dulu, server mana yang harus kita cek. Mau kirim email kan? Cek MX record untuk domain tersebut.</p>
<pre>dig mx cbn.net.id

[dipotong...]
;; ANSWER SECTION:
cbn.net.id.             8185    IN      MX      20 mx.cbn.net.id.
[dipotong...]
</pre>
<p>Dapet, server yang harus di cek adalah mx.cbn.net.id, sekarang mari kita tanya ke servernya.</p>
<pre>telnet mx.cbn.net.id 25

Trying 125.208.145.26...
Connected to mx.cbn.net.id.
Escape character is '^]'.
220 mx.cbn.net.id ESMTP
<strong>helo cecep.ngadimin.org</strong>
250 mx.cbn.net.id
<strong>ehlo cecep.ngadimin.org</strong>
250-mx.cbn.net.id
250-8BITMIME
250 <span style="color: #ff0000;">SIZE 10485760</span></pre>
<p>Servernya jawab, kalau email yang bisa dia terima itu besarnya 10485760 byte (~10MB). </p>
<p>Dengan cara yang sama kita bisa tahu kalau gmail bisa menerima email s.d ~35MB, Hotmail 29MB, ngadimin.org ~35MB (dihosting di google jg, pake google apps).</p>
<p><strong>Catatan:</strong> tidak semua server bisa dicek seperti itu. Seperti yahoo misalnya, begitu di telnet langsung di close (kayaknya dia pakai proteksi semacam greylisting). Dan tidak semua smtp server memberikan informasi SIZE yang kita tanya tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba Kembali Paket Internet dari IM2</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 15:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[mobi]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.</p>
<div id="attachment_1627" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2010/01/im2.jpeg"><img src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2010/01/im2.jpeg" alt="" title="im2" width="400" height="238" class="size-full wp-image-1627" /></a><p class="wp-caption-text">IM2 Broom Bastis!</p></div>
<p><strong>Membeli Paket Prabayar IM2</strong></p>
<p>Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.</p>
<p><span id="more-1624"></span><br />
Saya beli di counter Koepoe Koepoe di lantai satu. Satu-satunya tempat yang saya temui yang menjual paket IM2. Di atas sih ada banyak yang jual SMART, rata-rata dibundel sama paket modem EVDO nya, selain tentu bisa juga beli di Gallery SMART di Lantai 3. </p>
<p>Ok, balik lagi ke cerita membeli paket prabayar. Selama saya mengaktivasi IM2, ada banyak orang yang membeli modem MOBI &#038; SMART. Luar biasa, sepertinya animo warga Jakarta untuk menikmati layanan Internet sangat besar. Dan wajar juga koneksi SMART saya semakin dodol surodol <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Yang beli IM2? gak ada! Malah si penjaga counternya juga seolah tidak percaya masih ada yang mencari paket IM2. Hahaha. Sepertinya IM2 sudah mendapatkan karma, seperti sudah diberi label layanan internetnya sering error, lambat dan lainnya yang jelek-jelek. Seperti yang terekam di blog ini, <a href="http://ngadimin.org/2009/02/23/indosatm2-dibantai-di-detik/">IndosatM2 dibantai di detik</a> atau <a href="http://ngadimin.org/2009/01/22/sejak-promo-murah-koneksi-im2-sangat-tidak-stabil/">Sejak Promo Murah Koneksi IM2 Sangat Tidak Stabil</a>.</p>
<p><strong>Koneksi Internet IM2</strong></p>
<p>Saya sudah memakainya selama 3 jam lebih. Dan selama pemakaian ini tidak ada permasalahan. Waktu dial lancar, setelah terkoneksi gak masalah. Sinyal selalu stabil di HSDPA, kecepatan internet juga stabil di kisaran 256kbps seperti yang dijanjikan (saya mengaktifkan paket unlimited yang dibatasi di 256kbps).</p>
<p>Hasil test dari speedtest.net bisa dilihat di bawah ini.</p>
<p><img src="http://www.speedtest.net/result/692058613.png" alt="Speed Test" /></p>
<p>Untuk sementara ini, saya kira IM2 berhasil memperbaiki kinerjanya. SMART dan MOBI yang sekarang lagi booming dengan paket unlimited dan kecepatan yang luar biasa (dulu saya sering dapet kecepatan lebih dari 1 Mbps), harusnya secara rutin mereview kapasitas internet mereka. Baik dari segi perangkat jaringan/BTS ataupun dari bandwidth internet di backbone internet mereka. </p>
<p>Layanan unlimited seringkali manis di awal, tapi menderita di akhir. Di awal tahun 2009, waktu rame-ramenya masalah kapasitas IM2 yang overload, banyak pakar internet termasuk dari pihak regulator yang mengusulkan adanya standar layanan untuk internet broadband. Tapi entah sudah sampai mana itu dijabarkan. Seringnya terlupakan dengan alasan klasik, itu program mentri yang lama <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau SMART lagi layak pakai</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1612</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini. UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1614" title="Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM" src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2009/12/Screen-shot-2009-12-16-at-11.41.37-PM1.png" alt="Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM" width="500" height="364" /></p>
<p>Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini. </p>
<p>UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Django DebugFooter Middleware</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[django]]></category>
		<category><![CDATA[snippet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1602</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin memasang DebugFooter di django. Dan ternyata malah muncul error: [Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] response = middleware_method(request) [Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] File "/sites/blog/../blog/debug_middleware.py", line 100, in process_r equest [Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] dispatcher.connect( [Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] AttributeError: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin memasang <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/766/">DebugFooter</a> di django. Dan ternyata malah muncul error: </p>
<pre>[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     response = middleware_method(request)
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]   File "/sites/blog/../blog/debug_middleware.py", line 100, in process_r
equest
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     dispatcher.connect(
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] AttributeError: 'module' object has no attribute 'connect'
</pre>
<p>Setelah googling, dan menemukan artikel <a href="http://code.djangoproject.com/wiki/BackwardsIncompatibleChanges">backwards-incompatible changes</a> dari versi 0.96 ke 1.0, dibagian Signal refactoring dijelaskan ada perubahan kode. </p>
<p>Singkat cerita, saya akhirnya bisa memasang DjangoFooter middleware. Saya pakai <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/799/">versi yang sedikit diubah</a>, lalu saya sempurnakan lagi agar berfungsi dengan baik di django 1.0 ke atas.</p>
<p>Kodenya bisa Anda lihat di djangosnippets <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/1816/">1816</a>.</p>
<p><strong>Cara Pakai</strong></p>
<p>Misal, project yang Anda buat di django adalah blog, dan path nya di /sites/blog. Simpan kode tadi ke /sites/blog/debug_middleware.py.</p>
<p>Lalu tambahkan di /sites/blog/settings.py</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="python" style="font-family:monospace;">MIDDLEWARE_CLASSES = <span style="color: black;">&#40;</span>
    ...
    <span style="color: #483d8b;">'blog.debug_middleware.DebugFooter'</span>,
<span style="color: black;">&#41;</span></pre></div></div>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fedora]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop. Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet. Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3. Instal codec multimedia untuk film, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop. </p>
<ul>
<li>Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.</li>
<li>Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.</li>
<li>Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.</li>
<li>Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?</li>
<li>Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.</li>
<li>Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.</li>
<li>Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.</li>
</ul>
<p>Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi. </p>
<h3>Mari kita kutuk rame-rame!</h3>
<p>Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA! </p>
<p>Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya&#8230; tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.</p>
<p>Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses Internet SMART Putus Tiap 30 Detik</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cecep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1583</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, terputusnya itu tepat di detik ke-30. Untuk Yahoo Messenger saya tidak bisa menghitungnya. Tapi untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, terputusnya itu tepat di detik ke-30.</p>
<p>Untuk Yahoo Messenger saya tidak bisa menghitungnya. Tapi untuk akses ssh mudah sekali bikin timernya. Pake perintah time saja.</p>
<pre>time ssh hostname.server-saya.com</pre>
<p>Lalu saya tunggu beberapa saat, dan setelah diskonek muncul tampilan seperti di bawah ini.</p>
<pre>Read from remote host hostname.server-saya.com: Connection reset by peer
Connection to hostname.server-saya.com closed.

real	0m30.312s
user	0m0.018s
sys	0m0.007s</pre>
<p>Sebelum Anda bertanya atau mengira ini adalah masalah di ssh server saya. Saya sudah pastikan bukan masalah konfigurasi idle atau timeout di ssh server. Saya juga mencobanya ke tiga network yang berbeda. Hasilnya sama saja, akses ssh terputus di detik ke-30.</p>
<p>Untuk yahoo messenger, juga sama. Setelah list temen saya muncul, yahoo messenger tiba-tiba diskonek lagi. Dugaan sementara sih, semua akses TCP mengalami gejala yang sama, terputus di detik ke-30.</p>
<p>Saya sudah mengirim email ke customercare@smart-telecom.co.id, sudah ada jawaban standar, &#8220;masalah sudah kami tindak lanjuti ke bagian yang terkait&#8221;. Tapi sampai dengan hari ini masalah ini masih tetap ada.</p>
<p>Mudah-mudahan bisa solve secepatnya, dan gak berakhir seperti kasus IndosatM2 yang bikin saya bener-bener merasa kesel. Sementara ini gak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjebak kontrak satu tahun. Duh! <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>UPDATE: 12 Oktober 2009, malemnya saya coba akses internet. Akses ssh ataupun yahoo messenger tidak mengalami masalah putus-nyambung lagi. Koneksi lancar jaya. Tapi kalau lambat itu urusan lain ya hehe. Setidaknya putus pada detik ke-30 sudah tidak terjadi lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced) (user agent is rejected)

Served from: ngadimin.org @ 2010-09-02 21:10:19 -->