Saat Iklan Memenuhi Layar

Dulu saya suka misuh-misuh sama detik. Saya suka meledek kalau detik itu adalah portal iklan. Sekarang giliran kompas yang gak sopan. Seluruh layar ditutup sama iklan!

Kompas.Com, mana beritanya?

Kompas.Com, Mana beritanya?

Saya sebetulnya ingin mensupport portal berita tersebut, dengan tidak memblock iklan-iklan yang muncul dilayar. Tapi apa boleh dikata, media tersebut sudah melecehkan pembacanya sendiri. Sekalinya buka pakai google chrome, muncullah iklan yang memenuhi layar! Susah juga berpindah hati dari Firefox dan Adblock Plus.

Pertanyaan, mengapa media lokal tidak bisa seperti facebook yang bisa lebih menghormati usernya?

Posted in Kolom Opini | Tagged , | 10 Comments

Squid3: Crash Saat Mendownload File Besar

Yang saya maksud dengan file besar, adalah file dengan ukuran > 2GB. Terdeteksinya begini, saat ada user yang mendownload salah satu berkas iso dvd OpenSUSE, service squid3 selalu mati.

Dan pesan error yang muncul adalah:

assertion failed: stmem.cc:321: "candidate.offset >= 0"

Setelah ditelusuri di Internet, ini adalah bugs lama dan sudah solve di versi Squid3 STABLE3. Sayangnya versi squid3 yang tersedia di repository hardy adalah versi Squid3 STABLE1.

Akhirnya saya coba set sources.list ubuntu ke repositori Jaunty, lalu saya cek kalau saya instal squid dari repositori Jaunty, paket apa saja yang akan ter-upgrade. Setelah dilihat-lihat yang ter-upgrade hanya paket squid3 saja, saya langsung eksekusi saja. Dan hasilnya squid3 dari repo Jaunty terinstal sukses di Ubuntu Hardy ini.

PERINGATAN: Jangan ditiru, dan berhati-hatilah ketika menggunakan cross repositori di Ubuntu, bisa membuat instalasi linux Anda rusak.

Yang menjadi pertanyaan, kok masalah ini baru terdeteksi sekarang? Berarti selama ini user tidak pernah mendownload file > 2GB ya hehehe. Adminnya sih beberapa kali download iso DVD distro linux, tapi tidak pernah lewat proxy itu. Jadi masalah baru terdeteksi hari ini.

Case closed!

Posted in Tips Linux | Tagged , | 5 Comments

Pasang Plugin SimplyExclude

Baru saja pasang plugin SimplyExclude di blog ini. Tujuannya sederhana, saya ingin membuang postingan yang nggak penting dari Feed RSS.

Terkadang saya hanya ingin memposting sesuatu yang gak berguna atau mungkin terkesan nyampah (sumpah serapah misalnya hehe), tapi saya tidak ingin mengganggu pembaca blog yang sudah berlangganan Feed RSS dari blog saya dengan tulisan yang gak penting itu.

Nah, SimplyExclude ini bisa diset untuk meng exclude postingan berdasarkan kategori, tag, atau penulisnya. Yang saya pilih adalah menggunakan tag, karena saya pikir tag adalah cara yang paling fleksibel untuk keperluan saya. Dan saya sudah mencobanya, berhasil memposting tulisan baru, dan tulisan itu tidak muncul di feed rss saya. Artinya misi saya sukses.

Ok, sekarang siap-siap memposting puisi gombal, lirik lagu melankolis dan postingan curhat. Tentunya memposting foto narsis tidak termasuk, karena saya tau diri, tampang saya paspasan hahaha :P

Posted in Blog | Tagged , | Comments Off

ISP Mana Saja yang Nutup Port 25?

Ceritanya salah satu user saya komplen. Katanya gak bisa ngirim email pake smtp yang sudah diset di kantor. Setelah cek-sana sini, dan konfirmasi bolak-balik, akhirnya disimpulkan koneksi dari komputer dia ke port 25 di smtp kantor, gak bisa. Dia waktu itu pake IndosatM2.

Beberapa minggu kemudian, saya mau membalas email pagi-pagi banget, sebelum berangkat ke kantor. Lama… email gak ke kirim-kirim, dan akhirnya di cancel saja. Ternyata setelah di cek, sama seperti kasus user di atas, port 25 di smtp kantor tidak bisa saya akses. Waktu itu saya pake SMART.

Beberapa hari setelah kasus saya, ada lagi user yang komplen tidak bisa kirim email dari rumah. Dan tebakan Anda tepat! Port 25 di block juga. User yang ini pakai FastNet.

Jadi sudah ada 3 ISP yang mem block outgoing connection ke port 25. Entah alasannya apa, tapi yang saya sesalkan kok tidak ada sosialisai ke pengguna ISP tersebut. Padahal jelas-jelas port 25 itu sangat penting, karena kebanyakan konfigurasi pengiriman email masih menggunakan port itu.

Pertanyaannya sekarang, ISP mana lagi menyusul?

Posted in Kolom Opini | Tagged , , | 16 Comments

Mbah Surip dan Media yang Memanfaatkannya

“Tapi sekarang Mbah Surip sudah menjadi industri. Dia sudah menjadi ‘budak’ yg bikin orang makmur. Bayangkan tivi-tivi memanfaatkan dia, sehari bisa 6 episode. Dan mereka gak pernah mau tahu kalau Mbah Surip sudah tua dan masih menggunakan motor ke mana-mana,” tegas Bertha lagi.

Kini Bertha mengaku miris melihat Mbah Surip yang tumbang di masa kejayaannya. “Akhirnya ia diperas habis-habisan. Saat ini saya dalam kesedihan mutlak,” imbuhnya lagi.

Sumber: detik.com

Saya sangat setuju dengan pendapatnya Mbak Bertha, dan memang begitulah dunia pertelevisian di Indonesia :(

Posted in Berbagi Tautan, Kolom Opini | Tagged , | 5 Comments

Orang Indonesia Sayang Gadget

Gak percaya? Coba lihat deh sekeliling Anda. Pasti ada yang pakai salah satu dari ini

  • screen protector utk layar ha-pe
  • sarung ha-pe, mo yang pake silika atau yang pake plastik yang mirip karet
  • setelah dikasih sarung dari silika atau karet, masih dimasukin juga ke wadah hape (ini biasanya ibu-ibu)
  • screen protector utk laptop
  • keyboard protector (itu tuh… plastik yang buat nutupin keyboard) di laptop

Jadi sebetulnya model hape tuh gak usah keren-keren, toh ntar juga dibungkus sama plastik karet itu. Dan kayaknya semua yang ada layarnya, pasti dikasih protektor :D

Posted in Kolom Opini | Tagged , , | 11 Comments

Joki Tergiur Rp 30 Juta, Kuliah Pun Sirna…

BANDUNG, KOMPAS.com — IS (18) menuruni tangga dengan langkah gontai begitu keluar dari ruangan sidang. Sesekali tangan kirinya meremas dada sebelah kanannya, seolah menahan sesak yang luar biasa.

Rekomendasi yang dikeluarkan dari kampus yang dihasilkan oleh Komisi Penegakan Norma Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap dirinya dan 10 rekannya pada sore hari itu mungkin terasa sangat berat baginya.

IS, mahasiswa Teknik Kimia ITB ini, adalah satu dari 14 mahasiswa ITB yang terlibat dalam sindikat perjokian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dia tertangkap basah saat melakukan tindakan tidak terpuji ini di Makassar, Sulawesi Selatan, awal Juli 2009 lalu.

Itu adalah kutipan dari sebuah berita di Kompas hari ini.

Dan kutipan berikutnya adalah:

Widyo Nugroho pun meminta Forum Rektor Indonesia mendaftarhitamkan para mahasiswa ini. Mereka tidak diberi kesempatan lagi kuliah di universitas yang lain.

Hmm… kok ITB, khususnya Pak Widyo Nugroho terkesan emosional dalam menangani kasus ini. Saya kira DO sudah merupakan hukuman terberat buat mereka. Janganlah ditambah dengan embel-embel blacklist, sehingga mereka kehilangan hak untuk melanjutkan kuliah ditempat lain. Itu namanya menghukum dengan menghilangkan masa depan mereka.

Yang menjadi pertanyaan, sekarang forum rektor berani tidak memblacklist orang tua & anak pelaku perjokian itu. Mereka juga kan terlibat dalam kasus ini. Hayoooo… :D

Posted in Berbagi Tautan, Kolom Opini | Tagged , | 7 Comments