Tag Archives: debian

Menghidupkan kembali Xserve G5 dengan Debian 5.0 PPC

Server ini sebelumnya terinstall Mac OSX server 10.3.9 Panther, tapi berhubung harddisknya rusak maka saya putuskan untuk instal ulang.

Sial bagi saya, optical drive nya rusak. Jadi CD installer untuk mac osx server pun tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang menggunakan Linux. Pilihan pertama menggunakan Ubuntu Hardy dan diinstall dari network/netboot ke tftp server.

Sial kedua kali, installasi netboot via tftp tidak selancar yang saya bayangkan. Dicoba berkali-kali gagal, intinya yaboot vs tftp = banyak masalah :D

Dua kali sial, belum menyurutkan semangat saya untuk melakukan instalasi linux di Xserve G5 ini. Akhirnya ada yang menyarankan booting dari harddisk. Jadi harddisk di format dulu dengan Disk Utiliy di Mac OSX (kali ini saya beruntung, karena memiliki instalasi mac osx jadi-jadian di laptop saya). Pastikan format partisinya menggunakan apple partiion map.

apple_partition_map

Disk Utility - Format Partisi

Setelah itu salin berkas instalasi untuk netboot (salin semua berkas dari folder di mirror) ke partisi yang baru dibuat.

Hmm… mungkin Anda bertanya, kok jadi Debian PPC, bukannya tadi mau install Ubuntu Hardy? Alasannya gara-gara mirror di Indonesia. Ubuntu 8.04 PPC tidak ada yg bikinin mirrornya, rata-rata cuma i386 dan amd64. Jadi ya sudah install pake Debian 5.0 PPC saja :D

Oke, lanjut lagi. Sekarang di harddisk sudah ada berkas instalasi untuk netboot, langkah selanjutnya adalah memasukkan kembali harddisk ke Xserve. Lalu booting dan masuk ke Open Firmware.

Setelah masuk prompt, tinggal diketik seperti berikut:

boot hd:3,yaboot

Dan proses instalasi pun berlanjut seperti biasa.

Arsip repository untuk debian Sarge

deb http://archive.debian.org/debian/ sarge contrib main non-free
deb http://archive.debian.org/debian-security/ sarge/updates contrib main non-free

Untuk versi yang lebih lama juga bisa menggunakan archive.debian.org. Ya inilah enaknya dunia FOSS, walaupun sudah kadaluarsa, tapi arsip paket tidak sepenuhnya hilang.

Instalasi Apache suExec PHP FastCGI di Debian

Di lingkungan server shared hosting biasanya php dijalankan via suExec. Ada beberapa keuntungan ketika menjalankan php via suExec dan bukan lewat mod-php ketika Anda berbicara tentang shared hosting.

Pertama, skrip php bisa dijalankan sebagai user yang berbeda-beda untuk setiap virtualhost. Jadi setiap virtualhost bisa kita alokasikan satu user khusus untuk menjalankan skrip php-nya.

Kedua, karena skrip php bisa dijalankan sebagai user yang berbeda-beda untuk tiap virtualhost, kita bisa samakan user yang menjalankan skrip php tersebut dengan user yang biasa mengupload file via ftp (utk keperluan hosting tersebut). Dengan cara ini user tidak perlu repot lagi memikirkan masalah hak akses file ketika menginstall aplikasi php. Karena skrip php tersebut sudah bisa mengakses semua file milik user tsb.

Tapi suExec bukanlah solusi sempurna. Berdasarkan benchmark, menjalankan php via suExec cenderung lebih lambat bila dibandingkan menjalankan php via mod-php. Jadi kalau memang servernya tidak ditujukan untuk shared hosting, menggunakan mod-php lebih disarankan.

Untuk catatan teknis instalasi, saya sudah catat di wiki: Instalasi Apache suExec PHP FastCGI di Debian.

Mengetahui port yang open atau listen di linux

Tips kali ini, kita ingin mengetahui port yang open atau listen di linux. Cara pertama, bisa menggunakan netstat.

sudo netstat -nap

Yang kedua, bisa menggunakan lsof

sudo lsof -i -n -P

Contoh output perintah di atas:

root@vmac:~# lsof -i -n -P
COMMAND     PID  USER   FD   TYPE DEVICE SIZE NODE NAME
dhclient3  2923  dhcp    4u  IPv4   7488       UDP *:68 
dhclient3  3852  dhcp    4u  IPv4   7504       UDP *:68 
sshd       4326  root    3u  IPv6  11462       TCP *:22 (LISTEN)
sshd       4590  root    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd       4592 cecep    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd      11639  root    3r  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)
sshd      11961 cecep    3u  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)

Silahkan ketik perintah man netstat atau man lsof untuk mengetahui lebih detail dari opsi-opsi yang digunakan di atas.

Backup MySQL di Ubuntu (atau di Debian)

Cara singkat backup database MySQL di Ubuntu (atau di Debian).

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, di Ubuntu ada file konfigurasi /etc/mysql/debian.cnf. File itu biasanya digunakan oleh sistem untuk proses maintenance database MySQL (misal check database corrupt atau tidak ketika di awal menjalankan service mysql).

Nah, skrip di bawah ini, akan membackup semua database dan menyimpannya di BACKUP_DIR. Saya lebih memilih cara ini dibanding menggunakan perintah mysqldump --all-databases, karena dengan cara ini saya bisa dengan mudah memilih database mana yang akan di restore.

#!/bin/bash

BACKUP_DIR="/data/backups/mysql"
DATE=`date +%F_%H-%M-%S`

echo "Backing up MySQL databases..."
mysql --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf --batch --skip-column-names -e "show databases" |
while read DB ; do
    echo Dumping "${DB}" ...
    mysqldump --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf --add-drop-table "${DB}" | gzip -c > "${BACKUP_DIR}/${DB}.${DATE}.sql.gz"
done

Skrip di atas sedikit dimodifikasi dari sumber aslinya.

Upgrade dari Etch ke Lenny

Seperti tradisi sebelumnya, upgrade dari satu versi ke versi yang terbaru di Debian tidaklah sulit. Yang perlu dilakukan adalah ganti repositori, update dan dist-upgrade saja. Hari ini saya juga melakukan upgrade ke versi debian yang baru-baru ini di rilis.

Ubah /etc/apt/sources.list seperti berikut, saya kebetulan menggunakan mirror komo.vlsm.org,

deb http://komo.vlsm.org/debian/ lenny main contrib non-free
deb http://komo.vlsm.org/debian-security/ lenny/updates main contrib non-free

Lalu jalankan perintah berikut:

apt-get update
apt-get dist-upgrade

Setelah menjawab beberapa pertanyaan seputar konfigurasi sistem baru, debian 5.0 langsung terpasang. Pengalaman hari ini upgrade dua server tidak ada kendala sama sekali.

So, selamat mengupgrade server debian Anda :D