<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cecep Mahbub &#187; debian</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.org/tag/debian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.org</link>
	<description>Mac, Linux, IT and other random things</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2011 06:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menghidupkan kembali Xserve G5 dengan Debian 5.0 PPC</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 10:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[netboot]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[xserve g5]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[Server ini sebelumnya terinstall Mac OSX server 10.3.9 Panther, tapi berhubung harddisknya rusak maka saya putuskan untuk instal ulang. Sial bagi saya, optical drive nya rusak. Jadi CD installer untuk mac osx server pun tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya saya &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Server ini sebelumnya terinstall Mac OSX server 10.3.9 Panther, tapi berhubung harddisknya rusak maka saya putuskan untuk instal ulang.</p>
<p>Sial bagi saya, optical drive nya rusak. Jadi CD installer untuk mac osx server pun tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang menggunakan Linux. Pilihan pertama menggunakan Ubuntu Hardy dan diinstall dari network/netboot ke tftp server.</p>
<p>Sial kedua kali, installasi netboot via tftp tidak selancar yang saya bayangkan. Dicoba berkali-kali gagal, intinya yaboot vs tftp = banyak masalah <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Dua kali sial, belum menyurutkan semangat saya untuk melakukan instalasi linux di Xserve G5 ini. Akhirnya ada yang menyarankan booting dari harddisk. Jadi harddisk di format dulu dengan Disk Utiliy di Mac OSX (kali ini saya beruntung, karena memiliki instalasi mac osx jadi-jadian di laptop saya). Pastikan format partisinya menggunakan apple partiion map.</p>
<div id="attachment_1467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 457px"><img class="size-full wp-image-1467" title="apple_partition_map" src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2009/07/apple_partition_map.png" alt="apple_partition_map" width="447" height="336" /><p class="wp-caption-text">Disk Utility - Format Partisi</p></div>
<p>Setelah itu salin berkas instalasi untuk <a href="http://mirror.unej.ac.id/debian/dists/lenny/main/installer-powerpc/current/images/powerpc64/netboot/">netboot</a> (salin semua berkas dari folder di mirror) ke partisi yang baru dibuat. </p>
<p>Hmm&#8230; mungkin Anda bertanya, kok jadi Debian PPC, bukannya tadi mau install Ubuntu Hardy? Alasannya gara-gara mirror di Indonesia. Ubuntu 8.04 PPC tidak ada yg bikinin mirrornya, rata-rata cuma i386 dan amd64. Jadi ya sudah install pake Debian 5.0 PPC saja <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Oke, lanjut lagi. Sekarang di harddisk sudah ada berkas instalasi untuk netboot, langkah selanjutnya adalah memasukkan kembali harddisk ke Xserve. Lalu booting dan masuk ke Open Firmware.</p>
<p>Setelah masuk prompt, tinggal diketik seperti berikut:</p>
<pre>boot hd:3,yaboot</pre>
<p>Dan proses instalasi pun berlanjut seperti biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsip repository untuk debian Sarge</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/05/17/arsip-repository-untuk-debian-sarge/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/05/17/arsip-repository-untuk-debian-sarge/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 18:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Tautan]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[sarge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1420</guid>
		<description><![CDATA[deb http://archive.debian.org/debian/ sarge contrib main non-free deb http://archive.debian.org/debian-security/ sarge/updates contrib main non-free Untuk versi yang lebih lama juga bisa menggunakan archive.debian.org. Ya inilah enaknya dunia FOSS, walaupun sudah kadaluarsa, tapi arsip paket tidak sepenuhnya hilang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>deb http://archive.debian.org/debian/ sarge contrib main non-free
deb http://archive.debian.org/debian-security/ sarge/updates contrib main non-free</pre>
<p>Untuk versi yang lebih lama juga bisa menggunakan archive.debian.org. Ya inilah enaknya dunia FOSS, walaupun sudah kadaluarsa, tapi arsip paket tidak sepenuhnya hilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/05/17/arsip-repository-untuk-debian-sarge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Apache suExec PHP FastCGI di Debian</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/05/10/instalasi-apache-suexec-php-fastcgi-di-debian/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/05/10/instalasi-apache-suexec-php-fastcgi-di-debian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 07:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wiki]]></category>
		<category><![CDATA[apache2]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[suExec]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1417</guid>
		<description><![CDATA[Di lingkungan server shared hosting biasanya php dijalankan via suExec. Ada beberapa keuntungan ketika menjalankan php via suExec dan bukan lewat mod-php ketika Anda berbicara tentang shared hosting. Pertama, skrip php bisa dijalankan sebagai user yang berbeda-beda untuk setiap virtualhost. &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/05/10/instalasi-apache-suexec-php-fastcgi-di-debian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di lingkungan server shared hosting biasanya php dijalankan via suExec. Ada beberapa keuntungan ketika menjalankan php via suExec dan bukan lewat mod-php ketika Anda berbicara tentang shared hosting. </p>
<p>Pertama, skrip php bisa dijalankan sebagai user yang berbeda-beda untuk setiap virtualhost. Jadi setiap virtualhost bisa kita alokasikan satu user khusus untuk menjalankan skrip php-nya. </p>
<p>Kedua, karena skrip php bisa dijalankan sebagai user yang berbeda-beda untuk tiap virtualhost, kita bisa samakan user yang menjalankan skrip php tersebut dengan user yang biasa mengupload file via ftp (utk keperluan hosting tersebut). Dengan cara ini user tidak perlu repot lagi memikirkan masalah hak akses file ketika menginstall aplikasi php. Karena skrip php tersebut sudah bisa mengakses semua file milik user tsb.</p>
<p>Tapi suExec bukanlah solusi sempurna. Berdasarkan <em>benchmark</em>, menjalankan php via suExec cenderung lebih lambat bila dibandingkan menjalankan php via mod-php. Jadi kalau memang servernya tidak ditujukan untuk shared hosting, menggunakan mod-php lebih disarankan.</p>
<p>Untuk catatan teknis instalasi, saya sudah catat di wiki: <a href="http://wiki.ngadimin.org/Instalasi_Apache2_suExec_PHP5_FastCGI_di_Debian">Instalasi Apache suExec PHP FastCGI di Debian</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/05/10/instalasi-apache-suexec-php-fastcgi-di-debian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengetahui port yang open atau listen di linux</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/04/26/mengetahui-port-yang-open-atau-listen-di-linux/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/04/26/mengetahui-port-yang-open-atau-listen-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[lsof]]></category>
		<category><![CDATA[netstat]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Tips kali ini, kita ingin mengetahui port yang open atau listen di linux. Cara pertama, bisa menggunakan netstat. sudo netstat -nap Yang kedua, bisa menggunakan lsof sudo lsof -i -n -P Contoh output perintah di atas: root@vmac:~# lsof -i -n &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/04/26/mengetahui-port-yang-open-atau-listen-di-linux/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tips kali ini, kita ingin mengetahui port yang open atau listen di linux. Cara pertama, bisa menggunakan netstat.</p>
<pre>sudo netstat -nap</pre>
<p>Yang kedua, bisa menggunakan lsof</p>
<pre>sudo lsof -i -n -P</pre>
<p>Contoh output perintah di atas:</p>
<pre>
root@vmac:~# lsof -i -n -P
COMMAND     PID  USER   FD   TYPE DEVICE SIZE NODE NAME
dhclient3  2923  dhcp    4u  IPv4   7488       UDP *:68
dhclient3  3852  dhcp    4u  IPv4   7504       UDP *:68
sshd       4326  root    3u  IPv6  11462       TCP *:22 (LISTEN)
sshd       4590  root    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd       4592 cecep    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd      11639  root    3r  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)
sshd      11961 cecep    3u  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)
</pre>
<p>Silahkan ketik perintah man netstat atau man lsof untuk mengetahui lebih detail dari opsi-opsi yang digunakan di atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/04/26/mengetahui-port-yang-open-atau-listen-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Backup MySQL di Ubuntu (atau di Debian)</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/03/24/backup-mysql-di-ubuntu-atau-di-debian/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/03/24/backup-mysql-di-ubuntu-atau-di-debian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 04:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[backup]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[mysql]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Cara singkat backup database MySQL di Ubuntu (atau di Debian). Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, di Ubuntu ada file konfigurasi /etc/mysql/debian.cnf. File itu biasanya digunakan oleh sistem untuk proses maintenance database MySQL (misal check database corrupt atau tidak ketika &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/03/24/backup-mysql-di-ubuntu-atau-di-debian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara singkat backup database MySQL di Ubuntu (atau di Debian). </p>
<p>Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, di Ubuntu ada file konfigurasi /etc/mysql/debian.cnf. File itu biasanya digunakan oleh sistem untuk proses maintenance database MySQL (misal check database corrupt atau tidak ketika di awal menjalankan service mysql).</p>
<p>Nah, skrip di bawah ini, akan membackup semua database dan menyimpannya di BACKUP_DIR. Saya lebih memilih cara ini dibanding menggunakan perintah <code>mysqldump --all-databases</code>, karena dengan cara ini saya bisa dengan mudah memilih database mana yang akan di restore.</p>
<pre>#!/bin/bash

BACKUP_DIR="/data/backups/mysql"
DATE=`date +%F_%H-%M-%S`

echo "Backing up MySQL databases..."
mysql --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf --batch --skip-column-names -e "show databases" |
while read DB ; do
    echo Dumping "${DB}" ...
    mysqldump --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf --add-drop-table "${DB}" | gzip -c > "${BACKUP_DIR}/${DB}.${DATE}.sql.gz"
done</pre>
<p>Skrip di atas sedikit dimodifikasi dari <a href="http://machine-cycle.blogspot.com/2008/04/backup-mysql-databases.html">sumber aslinya</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/03/24/backup-mysql-di-ubuntu-atau-di-debian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Squid: WARNING! Your cache is running out of filedescriptors</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/02/18/squid-warning-your-cache-is-running-out-of-filedescriptors/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/02/18/squid-warning-your-cache-is-running-out-of-filedescriptors/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 09:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[squid]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1344</guid>
		<description><![CDATA[Solusi utk ubuntu: nano /etc/default/squid Naikkan nilai SQUID_MAXFD (defaultnya 1024). SQUID_MAXFD=4096 Lalu restart squidnya: /etc/init.d/squid restart Seperti biasa, hasil google]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solusi utk ubuntu:</p>
<pre>nano /etc/default/squid</pre>
<p>Naikkan nilai SQUID_MAXFD (defaultnya 1024).</p>
<pre>SQUID_MAXFD=4096</pre>
<p>Lalu restart squidnya:</p>
<pre>/etc/init.d/squid restart</pre>
<p>Seperti biasa, <a href="http://paulgoscicki.com/archives/2007/01/squid-warning-your-cache-is-running-out-of-filedescriptors/">hasil google</a> <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/02/18/squid-warning-your-cache-is-running-out-of-filedescriptors/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrade dari Etch ke Lenny</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/02/16/upgrade-dari-etch-ke-lenny/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/02/16/upgrade-dari-etch-ke-lenny/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 10:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[lenny]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Seperti tradisi sebelumnya, upgrade dari satu versi ke versi yang terbaru di Debian tidaklah sulit. Yang perlu dilakukan adalah ganti repositori, update dan dist-upgrade saja. Hari ini saya juga melakukan upgrade ke versi debian yang baru-baru ini di rilis. Ubah &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/02/16/upgrade-dari-etch-ke-lenny/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti tradisi sebelumnya, upgrade dari satu versi ke versi yang terbaru di Debian tidaklah sulit. Yang perlu dilakukan adalah ganti repositori, update dan dist-upgrade saja. Hari ini saya juga melakukan upgrade ke versi debian yang baru-baru ini di rilis.</p>
<p>Ubah /etc/apt/sources.list seperti berikut, saya kebetulan menggunakan mirror komo.vlsm.org,</p>
<pre>deb http://komo.vlsm.org/debian/ lenny main contrib non-free
deb http://komo.vlsm.org/debian-security/ lenny/updates main contrib non-free</pre>
<p>Lalu jalankan perintah berikut:</p>
<pre>apt-get update
apt-get dist-upgrade</pre>
<p>Setelah menjawab beberapa pertanyaan seputar konfigurasi sistem baru, debian 5.0 langsung terpasang. Pengalaman hari ini upgrade dua server tidak ada kendala sama sekali. </p>
<p>So, selamat mengupgrade server debian Anda <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/02/16/upgrade-dari-etch-ke-lenny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Debian dari Network</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/02/02/instalasi-debian-dari-network/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/02/02/instalasi-debian-dari-network/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 14:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[grub]]></category>
		<category><![CDATA[netinstall]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Instalasi debian dari network bukanlah hal baru. Saya sudah berkali-kali melakukannya (mungkin Anda juga pernah melakukannya). Boot menggunakan cd netinstall lalu install via mirror terdekat. Tapi cara yang saya lakukan ini saya anggap agak sedikit berbeda. Dimana perbedaanya? Dari cara &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/02/02/instalasi-debian-dari-network/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Instalasi debian dari network bukanlah hal baru. Saya sudah berkali-kali melakukannya (mungkin Anda juga pernah melakukannya). Boot menggunakan cd netinstall lalu install via mirror terdekat. </p>
<p>Tapi cara yang saya lakukan ini saya anggap agak sedikit berbeda. Dimana perbedaanya? Dari cara bootingnya saja sih. Jadi ceritanya, saya melakukan cara ini lebih dikarenakan keterpaksaan. Saya tulis ya daftar masalahnya.</p>
<p><strong>Saya tidak bisa boot dari CDROM</strong></p>
<p>Di komputer tersebut (model rack server, 1U) tidak ada cdrom. Saya juga tidak memiliki cdrom spare untuk dipasang disana. Lalu satu-satunya usb cdrom yang ada di ruangan saya, tidak berfungsi.</p>
<p><strong>Saya tidak bisa boot dari USB Flash Disk</strong></p>
<p>Sudah berbagai cara saya coba, mulai menggunakan syslinux, lilo, grub. Semuanya gagal. Mungkin BIOS nya yang dodol!</p>
<p><strong>Saya tidak mau repot-repot setup tftp boot</strong></p>
<p>Tapi lucunya cara yang saya gunakan sekarang ini, ditemukan saat saya sedang mencari-cari cara untuk boot instalasi debian dari tftp server.</p>
<p><span id="more-1318"></span><strong>Sekarang saya list yang saya punya dan keperluannya</strong>:</p>
<ul>
<li>Server yang ada sudah terinstall linux Debian 3.1 (Sarge)</li>
<li>Saya mau install ulang dengan Debian 5.0 (Lenny).</li>
<li>Saya tidak mau menjalankan apt-get upgrade &amp;&amp; apt-get dist-upgrade. Maunya clean install (salah satu alasannya mau buat struktur partisi baru).</li>
</ul>
<p>Jadi apa yang saya lakukan?</p>
<p>Saya buat folder /boot/newinstall, lalu ambil dua berkas untuk instalasi via network.</p>
<ul>
<li><a href="http://komo.vlsm.org/debian/dists/testing/main/installer-i386/current/images/netboot/debian-installer/i386/initrd.gz"><code>netboot/debian-installer/i386/initrd.gz</code></a></li>
<li><a href="http://komo.vlsm.org/debian/dists/testing/main/installer-i386/current/images/netboot/debian-installer/i386/linux"><code>netboot/debian-installer/i386/linux</code></a></li>
</ul>
<p>Lalu saya sunting berkas /boot/grub/menu.lst, dan menambahkan entry seperti ini (perlu disesuaikan dengan struktur partisi/hdd Anda).</p>
<pre>title  Instalasi Via Network
kernel (hd0,0)/boot/newinstall/linux
initrd (hd0,0)/boot/newinstall/initrd.gz</pre>
<p>Setelah itu, restart komputer. Dan pilih kernel baru untuk instalasi via network. Proses instalasi berikutnya sama dengan cara instalasi debian dari network.</p>
<p>Sepertinya, cara ini bakal sering saya gunakan. Karena lebih simple, tidak perlu banyak acara bakar CD segala rupa <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Dimana saya menemukan artikel ini? Tidak jauh-jauh. Ya di <a href="http://www.debian.org/releases/stable/i386/ch05s01.html.en">website debian</a> juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/02/02/instalasi-debian-dari-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Installing Debian GNU/Linux &#8220;etch-and-a-half&#8221;</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/12/02/installing-debian-gnulinux-etch-and-a-half/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/12/02/installing-debian-gnulinux-etch-and-a-half/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Tautan]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[The &#8220;etch-and-a-half&#8221; release is essentially just the most recent point release for etch, but with a more recent kernel (version 2.6.24). The main purpose of this release is to allow installation of &#8220;etch&#8221; on systems not supported by the 2.6.18 &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/12/02/installing-debian-gnulinux-etch-and-a-half/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>The &#8220;etch-and-a-half&#8221; release is essentially just the most recent point release for etch, but with a more recent kernel (version 2.6.24). The main purpose of this release is to allow installation of &#8220;etch&#8221; on systems not supported by the 2.6.18 kernel that is used in regular &#8220;etch&#8221; installs. </p></blockquote>
<p>Baca <a href="http://www.debian.org/releases/etch/debian-installer/etchnhalf">selengkapnya di website debian</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/12/02/installing-debian-gnulinux-etch-and-a-half/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Error apt get update dynamic mmap ran out of room</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/09/12/pesan-error-apt-get-update-dynamic-mmap-ran-out-of-room/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/09/12/pesan-error-apt-get-update-dynamic-mmap-ran-out-of-room/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 12:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[apt]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1031</guid>
		<description><![CDATA[Saat menambahkan sources.list baru di apt, dan menjalankan apt-get update, muncul pesan error Dynamic MMap ran out of room. Solusinya, sunting berkas /etc/apt/apt.conf (jika berkas itu belum ada, tinggal dibuat baru saja). APT::Cache-Limit 128000000; Saya dapet infonya dari sini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat menambahkan sources.list baru di apt, dan menjalankan apt-get update, muncul pesan error <em>Dynamic MMap ran out of room</em>. Solusinya, sunting berkas /etc/apt/apt.conf (jika berkas itu belum ada, tinggal dibuat baru saja).</p>
<pre>
APT::Cache-Limit 128000000;
</pre>
<p>Saya dapet infonya dari <a href="http://kb.masterweb.net/beta/index.fcgi/read/Pesan_Error_apt_get_update_dynamic_mmap_ran_out_of_room">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/09/12/pesan-error-apt-get-update-dynamic-mmap-ran-out-of-room/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced (User agent is rejected)

Served from: ngadimin.org @ 2012-02-09 07:51:13 -->
