Tag Archives: democrazy

Bingung Kok Bisa Begitu?

September 19th, 2008. Published under Kolom Opini. 2 Comments.

Presiden ditolak datang oleh mahasiswa Bandung? Kok bisa… orang nomor satu RI gak boleh berkunjung ke daerah yang dia pimpin. Yang salah siapa ini?

Setiap ada pejabat datang ke daerah, kok banyak di demo ya? Yang salah siapa ini? Yang demo apa yang melakukan kunjungan.

Setiap ada demo sebetulnya yang diuntungkan cuma satu. Para pencari berita, mereka jadi ada berita yang bisa ditulis/diliput. Rakyat mah tetep aja rugi, jalanan macet, dan masih mending kalau gak rusuh.

Yang demo juga pastinya cape, atau mungkin seperti layaknya anak muda. Mahasiswa selalu memiliki energi yang lebih, nah salah satu untuk menyalurkan energinya itu melalui demo? Begitukah… bingung kok bisa begitu.

Masih Tentang Demo Anarkis

May 28th, 2008. Published under Kolom Opini. 5 Comments.

Katanya ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Entah itu pihak yang ingin mengalihkan perhatian gara-gara kenaikan BBM, atau mungkin pihak yang ingin menjatuhkan presiden yang sedang berkuasa sekarang. Mungkin juga keduanya.

Ok, mari kita cari yang menunggangi. Trus injek-injek dan pukulin rame-rame!

Mahasiswa makin anarkis. Main blokir jalan seenaknya, bentrok dengan aparat. Sweeping mobil plat merah.

Ok, dari pada susah-susah cari provokator atau pihak yang menunggangi demo, yang ini saja dulu. Buktinya sudah ada, terekam dikamera. Mari kita pukulin rame-rame kalau perlu diinjek-injek juga. Trus kasih ke polisi, biar mereka mukulin tukang demo yg seperti ini.

Polisi makin refresif dalam menangani pendemo.

Gw dukung lah. Jangan takut sama komnas HAM pak, komnas HAM cuma belain yang populer saja. Ngomongnya aja belepotan, sejak kapan kampus jadi wilayah otonom seperti kedutaan? Maunya dia ikutan populer, siapa tahu ntar bisa nyalon jadi anggota DPR atau walikota :P

Gw kok jadi ikut-ikutan anarkis?

Wah ini efek kenaikan BBM. Mari kita pukulin Es…be.. ehh… gak jadi ding. Ntar gw yang dipukulin. Hehehe :P

Ciri Khas Demonstrasi Di Indonesia (lanjutan)

May 21st, 2008. Published under Kolom Opini. 2 Comments.

Tidak suka dipaksa, tapi suka maksa.

Misal, meminta (yang cenderung memaksa) anggota DPR untuk menandatangani permintaan mereka. Apa bedanya pendemo dengan diktator. Sukanya maksa?

Anggota DPR atau pejabat itu bukan mewakili pendemo (saja). Mereka wakil rakyat keseluruhan, dan (mungkin) tidak semua rakyat sependapat dengan pendemo. Jadi jangan maksa. Aspirasi silahkan disampaikan, tapi jangan maksa.

Suka melanggar peraturan lalu lintas.

Naik motor tanpa helm. Naik bis diatap. Naik kendaraan melebihi kapasitas.

Buang sampah sembarangan.

Lihatlah di daerah tempat demonstrasi dilakukan. Pasti disana sampah berserakan. Apakah mereka tidak menyadari kalau apa yang mereka lakukan sudah membuat pekerjaan tukang sapu jalan bertambah berat. Jangan bilang itu sudah tugas mereka. Ingat mereka (tukang sapu jalan) dibayar dengan gaji harian yang tak seberapa.

Selama ini diberita yang disorot hanya unsur tuntutan pendemo saja. Padahal tingkah polah demonstran yang tidak simpatik juga harus diberitakan dengan segamblang-gamblangnya. Gw sudah enek sama perilaku para demonstran yang tidak simpatik. Lihatlah jakarta yang sudah macet, tiap hari tambah macet gara-gara demonstrasi di jalan-jalan protokol. Jangan bilang ini salah pemerintah, pendemo juga ikut bersalah menyengsarakan warga jakarta.

Hari ini ada isu lagi, jika BBM jadi dinaikkan akan ada demo besar-besaran dan akan ada kerusuhan seperti tahun 1998. Ini yang kalian inginkan?

Ciri Khas Demonstrasi Di Indonesia

May 20th, 2008. Published under Kolom Opini. No Comments.

  1. Katanya demi rakyat dan untuk membela kepentingan rakyat.
  2. Mengatasnamakan lembaga/organisasi tertentu. Bikin saja nama yang keren. Misal, FPPDS (Forum Peduli Pada Diri Sendiri)
  3. Oh… jangan lupakan mahasiswa. Mereka adalah agen perubahan.
  4. Bakar ban di jalan. (menurut aku ingin hijau, aksi seperti ini bukanlah demo hijau)
  5. Kalau perlu tutup jalan. Jalan kan milik rakyat. Pendemo juga rakyat. Jadi berhak dong untuk menutup jalan. Ingat ini demi rakyat juga.
  6. Sweeping. Apapun bisa di sweeping. Yang kena sweeping pasti lagi sial.
  7. Pake pelindung. Misal helm. Mungkin biar terhindar dari batu.
  8. Pengumuman! Ini aksi damai.
  9. Berani merusak. Tidak berani bertanggung jawab.
  10. Polisi pasti salah. Pendemo pasti pihak yang di dzalimi.
  11. Katanya, bisnis yang menggiurkan…

Ada yang mau menambahkan?

Ingin Persib Juara? Pilih Agum

March 30th, 2008. Published under Kolom Opini. 5 Comments.

Hehehe, ini bukan kampanye calon gubernur ya. Tapi asli gw ngakak baca janji dari Pak Agum Gumelar. Ya, sah-sah saja sih untuk kampanye. Semua cara bisa digunakan untuk menarik simpati dari calon pemilih.

Tapi kalau memang bener-bener bisa bikin Persib juara lagi, saya dukung deh Pak. Nah kalau misalnya Pak Agum sudah jadi gubernur, trus Persib tidak juga jadi juara? Ya harus mundur! (gw serius nih, buktinya gw sudah pake tanda pentungan)

Nanti kalau ada capres (kan 2009 udah deket tuh) yang menjanjikan PSSI juara, gw juga bakal dukung deh. Tapi kalau misalnya nanti sudah terpilih dan PSSI tidak juga juara harus mau mundur ya. Oh iya, khusus untuk capres harus berani memecat ketua PSSI-nya juga :P

Eh, tapi ngomong-ngomong nih. Sepertinya gw nggak bisa milih ya, karena KTP gw Tangerang alias masuk Banten :D

Para Pemimpin Kita Kocak Juga Ya

February 8th, 2008. Published under Kolom Opini. No Comments.

Setelah melihat acara today dialog di MetroTV, walaupun cuma siarang ulangnya, gw ngakak abis. Ternyata para pemimpin, tokoh-tokoh reformasi kita kocak jg ya. Gw cuma nonton diakhir acara sih (baru bangun tidur jam satu siang lebih), jadi kebagian bagian akhirnya saja. Disana ada Pak Wiranto, Pak Amien Rais dan Pak Wapres Jusuf Kalla. Ketiganya kocak abis, malah yang muda-muda (dibarisan penonton) terlihat lebih emosional. Jadi kesannya kalah kelas sama yang tua-tua hahaha.

Harusnya para pemimpin partai tuh sering bertemu seperti itu, biar nggak banyak konflik. Kan kalau ngelihat para pemimpinnya damai-damai saja, rakyatnya jg tentram. Apalagi kalau seperti diacara todays dialog itu, kan lumayan ada lawakan gratis :P

Btw, tapi Bu Megawati katanya tidak jadi datang. Ya, memang Ibu yang satu ini agak susah kalau diajak kumpul-kumpul. Mungkin merasa inferior kali ya hehehek. Dan untungnya Pak SBY juga tidak dateng. Kalau beliau datang, kesan seriusnya bakal lebih terasa. Presiden kita yang satu ini perlu lebih banyak tersenyum tuh, harus lebih banyak belajar senyum dari almarhum Pak Harto :D

Garut Ribut?

July 23rd, 2007. Published under Kolom Opini. No Comments.

Aya naonnya di Garut? Beritana meni heboh kitu. Sudah beberapa minggu terakhir, Garut digoyang demo, menuntut Bupati utk mundur.

Tah kitu jadina lamun korupsi teu babagi teh. Jadi lamun rek korupsi, omat nulain oge kudu dibere bagian. Hehehe.

Baydeway, lamun jiga kieu mah, saya oge jadi merasa terpanggil nih. Kalau ntar memang jadi, Bupati nu ayeuna turun tahta. Saya siaplah untuk jadi Bupati Garut. Ya memang sih, menyalahi rencana jangka panjang saya. Tapi kalau memang warga Garut meminta saya utk menjadi Bupati Garut, masa saya tolak! Hehehe :P

Berita terkait dari Detik.Com:
Jebol Gerbang, Massa 7 Parpol Duduki Kantor Bupati Garut
Gubernur: Garut Belum Darurat