Tag Archives: foss

Memperkenalkan FOSS ke Anak-Anak

Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana seharusnya kurikulum pendidikan komputer di sekolah karena saya tidak kompeten untuk berbicara soal itu. Saya mau cerita bagaimana memperkenalkan FOSS ke ponakan saya yang masih bersekolah kelas 4 dan kelas 2 SD.

Lalu bagaimana saya memperkenalkan FOSS kepada mereka? Yang saya tahu ponakan saya pake komputer cuma untuk main game. Kalau main PS sudah bosen mereka pindah main game di komputer. Mungkin karena game-gamenya lucu-lucu (saya tidak pernah menginstal game kekerasan di komputer, cukup game kecil yang membuat mereka bisa bermain-main). Jadi saya akan pakai cara ini, memperkenalkan game di linux kepada mereka.

Install Ubuntu di PC

Suatu ketika ponakan saya minta game baru di komputernya. Akhirnya saya tunjukkan game fronzen bubble di laptop saya (di Ubuntu). Lalu saya ajak bermain berdua di frozen bubble. Seru juga ternyata, dan karena ponakan saya ada 3 (termasuk yang masih 3 tahun), akhirnya saya coba instal ubuntu di komputer rumah (dual boot dengan Windows) agar mereka bisa main frozen buble tanpa perlu berebutan main di laptop saya.

Continue reading

Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 2)

Kebutuhan Hardware

Spek untuk komputer server tergantung berapa banyak klien yang akan dilayani oleh server ini. CPU yang digunakan minimal sekelas pentium 4 dan untuk memori perhitungan sederhananya adalah 256 + (192 x jumlah klien). Untuk harddisk sebaiknya menggunakan RAID agar bisa menambah performa (khususnya aktifitas baca dari harddisk, karena ini adalah task yang paling sering dilakukan).

Untuk komputer klien seperti sudah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa menggunakan komputer dengan spek minimal CPU kelas pentium 1 dan memori 32MB. Untuk PXE boot, Anda bisa menggunakan ethernet yang sudah mendukung PXE boot, atau jika tidak Anda bisa menggunakan media lain seperti CDROM atau floppy disk untuk membantu proses booting dari network.

Perangkat jaringan dalam instalasi LTSP mutlak harus ada. Setidaknya Anda membutuhkan perangkat switch, kabel jaringan dan kartu jaringan yang terpasang di masing-masing klien.

Catatan: Panduan yang lebih detil bisa Anda baca di wiki LTSP, perlu diingat jika menggunakan spek minimum seperti di atas, ada kemungkinan Anda harus mengaktifkan NFS-SWAP atau NBD-SWAP untuk membantu performa klien.
Continue reading

Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 1)

Konsep Dasar LTSP

Konsep LTSP sudah dikenal sejak lama khususnya di dunia UNIX. Meskipun implementasinya sudah banyak berkembang, tapi konsep dasarnya masih tetap sama yaitu:

  • Klien hanya menangani beberapa fungsi dasar seperti display, keyboard, mouse dan sound/suara.
  • Semua aplikasi berjalan di Server, dan tampilan dikirim ke klien.

Karena pekerjaan yang ditangani oleh komputer klien relatif sedikit, kebutuhan spek hardware untuk komputer klien sangat rendah. Sebaliknya untuk server, dibutuhkan spek yang lebih tinggi, karena semua pekerjaan akan dilakukan di sisi server.

Keuntungan Menggunakan Model LTSP

Kemudahan dalam mengadministrasi

Jika dalam sebuah lab ada 20 komputer, dalam kondisi instalasi normal (bukan LTSP), maka admin harus mengelola 20 komputer tersebut. Mulai dari instalasi OS, instalasi software tambahan. Jika ada update, maka harus diupdate di masing-masing komputer yang berjumlah 20 itu.

Tapi jika menggunakan model LTSP dengan satu buah server dan 20 klien, admin hanya mengadministrasi 1 komputer saja, yaitu komputer server. Dari mulai instalasi OS, aplikasi maupun manajemen update semua hanya dilakukan di sisi server.
Continue reading

(Hampir) Semua Kebutuhan Bisa Dipenuhi dengan FOSS

Di laptop yang biasa saya gunakan sehari-hari, konfigurasinya masih dual boot. OS utama yang paling sering saya gunakan adalah Ubuntu 8.04 dan OS kedua yang terinstal adalah Windows XP Home Edition. Mengapa saya masih mempertahankan konfigurasi dual boot seperti ini, karena terkadang saya masih membutuhkan Windows untuk menduplikasi masalah user yang sebagian besar masih menggunakan Windows. Selain itu kadang saya mencoba beberapa aplikasi windows di laptop ini, jadi tidak ada salahnya si Windows yang pembeliannya satu paket dengan laptop ini saya pertahankan.

Walaupun menggunakan windows, seperti yang sudah saya tuliskan dalam tulisan saya sebelumnya, tidak berarti saya melupakan FOSS. Justru sebagian besar aplikasi yang terinstal adalah aplikasi FOSS. Dan sisanya dilengkapi dengan aplikasi freeware (misalnya antivirus) untuk melengkapi beberapa layanan aplikasi yang belum tersedia di FOSS.

Sebagai gambaran saya coba tuliskan daftar lengkap FOSS yang terinstal di Windows saya.
Continue reading

Bahasa Indonesia di Aplikasi FOSS, Masih Perlukah?

Sekali lagi maaf, saya tuliskan aplikasi FOSS, tapi anggap saja itu seperti saya menuliskan Bank BNI. Dan maaf juga paragraf intro nya seperti ini :D

Jadi masih perlu atau tidak? Kalau saya jawab masih. Kita masih membutuhkan aplikasi dengan interface yang menggunakan Bahasa Indonesia.

Friendster dan Facebook sudah pakai Bahasa Indonesia

Jika Anda perhatikan dalam satu tahun terakhir, layanan berbasiskan web yang mungkin Anda juga salah seorang penggunanya, beramai-ramai membuat interface dalam berbagai bahasa, yang salah satunya tentu saja Bahasa Indonesia. Tujuan mereka tidak lain adalah membidik lebih banyak lagi pengguna baru yang bisa menggunakan layanan aplikasi mereka, yang sebelumnya terkendala karena masalah bahasa. Diharapkan dengan interface yang menggunakan bahasa lokal, calon pengguna bisa langsung memanfaatkan layanan tersebut tanpa perlu diajari lagi oleh pengguna lain yang lebih mengerti Bahasa Inggris.

Facebook, Friendster (dua ini mungkin Anda penggunanya), gmail, mesin pencari google, layanan blog wordpress.com itu adalah sebagian dari layanan web populer yang sudah membuatkan interface dalam Bahasa Indonesia.

Bagi sebagian yang sebelumnya sudah terbiasa dengan istilah-istilah dalam Bahasa Inggris, tentu saja kadang merasakan keganjilan atau bahasa yang terasa aneh (karena belum terbiasa). Tapi lama-lama Anda akan terbiasa dan bisa menerimanya.

Continue reading

Aplikasi FOSS Bukan Hanya Linux

Banyak pihak berpikir jika harus migrasi ke FOSS berarti harus menggunakan Linux. Sebelum pindah mereka sudah takut duluan dengan lingkungan kerja di Linux yang (katanya) lebih sulit dibandingkan Windows.

Padahal jika mereka lebih jeli lagi FOSS bukan hanya linux. Dan kalaulah Anda sudah memiliki lisensi Windows (misal produk OEM, yang ikut Anda beli saat membeli hardware), Anda bisa mulai menggunakan FOSS. Dan Anda bisa mulai berhemat, dimana ini adalah salah satu keuntungan yang paling mudah terlihat ketika Anda menggunakan FOSS.

OpenOffice.Org

OpenOffice v3 di Windows

Misalnya, sebagai pengguna biasa Anda hanya butuh aplikasi pengolah dokumen untuk keperluan menulis dan mencetak dokumen. Anda bisa mulai melirik OpenOffice versi 3. Versi ini jauh lebih baik dari versi sebelumnya dan sudah sangat cukup untuk keperluan kebanyakan orang. Tentu saja tidak semua fitur yang tersedia di MS Office ada di OpenOffice. Tapi sebagian besar fitur ada, tinggal menyesuaikan saja.

Bahkan dalam beberapa kasus, OpenOffice sudah lebih baik dari MS Office. OpenOffice sudah sejak lama mendukung export ke PDF langsung, tanpa butuh aplikasi tambahan lain. Di MS Office Anda membutuhkan aplikasi tambahan. Hardware requirement untuk OpenOffice 3 jauh lebih rendah dibandingkan dengan hardware requirement untuk MS Office 2007.

Untuk lebih mengenal OpenOffice dan bagaimana pendapat orang lain yang sudah menggunakan OpenOffice, silahkan baca halaman studi kasus di website OpenOffice.

Continue reading