<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cecep Mahbub &#187; foss</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.org/tag/foss/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.org</link>
	<description>Mac, Linux, IT and other random things</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2011 06:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Memperkenalkan FOSS ke Anak-Anak</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/23/memperkenalkan-foss-ke-anak-anak/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/23/memperkenalkan-foss-ke-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 16:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1218</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana seharusnya kurikulum pendidikan komputer di sekolah karena saya tidak kompeten untuk berbicara soal itu. Saya mau cerita bagaimana memperkenalkan FOSS ke ponakan saya yang masih bersekolah kelas 4 dan kelas 2 SD. Lalu bagaimana &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/23/memperkenalkan-foss-ke-anak-anak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana seharusnya kurikulum pendidikan komputer di sekolah karena saya tidak kompeten untuk berbicara soal itu. Saya mau cerita bagaimana memperkenalkan FOSS ke ponakan saya yang masih bersekolah kelas 4 dan kelas 2 SD.</p>
<p>Lalu bagaimana saya memperkenalkan FOSS kepada mereka? Yang saya tahu ponakan saya pake komputer cuma untuk main game. Kalau main PS sudah bosen mereka pindah main game di komputer. Mungkin karena game-gamenya lucu-lucu (saya tidak pernah menginstal game kekerasan di komputer, cukup game kecil yang membuat mereka bisa bermain-main). Jadi saya akan pakai cara ini, memperkenalkan game di linux kepada mereka.</p>
<p><strong>Install Ubuntu di PC</strong></p>
<p>Suatu ketika ponakan saya minta game baru di komputernya. Akhirnya saya tunjukkan game fronzen bubble di laptop saya (di Ubuntu). Lalu saya ajak bermain berdua di frozen bubble. Seru juga ternyata, dan karena ponakan saya ada 3 (termasuk yang masih 3 tahun), akhirnya saya coba instal ubuntu di komputer rumah (dual boot dengan Windows) agar mereka bisa main frozen buble tanpa perlu berebutan main di laptop saya.</p>
<p><span id="more-1218"></span></p>
<p>Setelah sekitar 1 jam (instal dan setting sana-sini) akhirnya selesai juga instalasi ubuntu di komputer itu. Dan dengan segera memperkenalkan game-game yang ada di linux. Mulai dari frozen buble yang sudah saya sebut tadi, game catur, game kartu sampai potato guys. Yang diluar dugaan game-game kecil itu yang saya perkirakan tidak akan disukai mereka malah jadi game favorit mereka.</p>
<p>Misal, si potato guys. Game yang mengajak pemainnya mendandani tokoh kentang, dengan baju, sepatu, dan lain-lainnya sesuai dengan kehendak si pemain. Saya kira game ini bisa membuat anak-anak lebih kreatif, ya walaupun untuk lucu-lucuan saja.</p>
<p>Setelah berminggu-minggu saya instal komputer itu dengan Ubuntu, ternyata respons dari ponakan saya cukup bagus. Buat mereka tidak ada bedanya baik menggunakan Windows atau Ubuntu. Sekarang malah ponakan saya yang kelas 2 SD, sering ngajak main catur pake GNU chess. Dan setiap saya minta menyalakan komputer mereka selalu tanya, &#8220;Om, pilih ubuntu ya?&#8221; maksudnya pilih OS ubuntu saat menu grub muncul di layar komputer.</p>
<p>Ternyata saya cukup sukses memperkenalkan Ubuntu ke mereka, dengan cara yang mereka sukai (buktinya mereka sudah kenal Ubuntu hehe). Anda juga bisa meniru cara saya, memperkenalkan FOSS sejak dini kepada anak-anak dengan cara yang mereka sukai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/23/memperkenalkan-foss-ke-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 2)</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-2/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 10:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[ltsp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[Kebutuhan Hardware Spek untuk komputer server tergantung berapa banyak klien yang akan dilayani oleh server ini. CPU yang digunakan minimal sekelas pentium 4 dan untuk memori perhitungan sederhananya adalah 256 + (192 x jumlah klien). Untuk harddisk sebaiknya menggunakan RAID &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kebutuhan Hardware</strong></p>
<p>Spek untuk komputer server tergantung berapa banyak klien yang akan dilayani oleh server ini. CPU yang digunakan minimal sekelas pentium 4 dan untuk memori perhitungan sederhananya adalah 256 + (192 x jumlah klien). Untuk harddisk sebaiknya menggunakan RAID agar bisa menambah performa (khususnya aktifitas baca dari harddisk, karena ini adalah task yang paling sering dilakukan).</p>
<p>Untuk komputer klien seperti sudah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa menggunakan komputer dengan spek minimal CPU  kelas pentium 1 dan memori 32MB. Untuk PXE boot, Anda bisa menggunakan ethernet yang sudah mendukung PXE boot, atau jika tidak Anda bisa menggunakan media lain seperti CDROM atau floppy disk untuk membantu proses booting dari network.</p>
<p>Perangkat jaringan dalam instalasi LTSP mutlak harus ada. Setidaknya Anda membutuhkan perangkat <em>switch</em>, kabel jaringan dan kartu jaringan yang terpasang di masing-masing klien.</p>
<p>Catatan: Panduan yang lebih detil bisa Anda baca <a href="http://www.ltsp.org/twiki/bin/view/Ltsp/Clients#What_s_the_minimum_client">di wiki LTSP</a>, perlu diingat jika menggunakan spek minimum seperti di atas, ada kemungkinan Anda harus mengaktifkan NFS-SWAP atau NBD-SWAP untuk membantu performa klien.<br />
<span id="more-1197"></span><br />
<strong>Topologi Jaringan</strong></p>
<p>Gambaran sederhana tentang posisi-posisi server, klien dan perangkat jaringan lainnya. Ini hanyalah salah satu contoh saja. Saya tampilkan yang paling sederhana saja, LTSP tanpa internet.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048159871/" title="LTSP Default Network Topology by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3024/3048159871_ccd1984903.jpg" width="500" height="298" alt="LTSP Default Network Topology" /></a> <em>Basic Network Topology</em>, tanpa koneksi internet [1].</p>
<p>Topologi jaringan lainnya silahkan Anda lihat di <a href="https://help.ubuntu.com/community/UbuntuLTSP/LTSPWiring">pengkabelan jaringan LTSP</a>.</p>
<p><strong>Panduan Instalasi Ubuntu LTSP</strong></p>
<p>Karena bagian instalasi ini lumayan agak panjang, dan panduannya bersifat sangat teknis, saya tidak sertakan langsung di tulisan ini. Tapi Anda bisa membacanya di tulisan terpisah di <a href="http://wiki.ngadimin.org/Instalasi_LTSP_di_Ubuntu_Hardy">halaman wiki</a>.</p>
<p><strong>Mengadministrasi Lab LTSP</strong></p>
<p>Dengan instalasi Ubuntu LTSP, Anda bisa dengan mudah mengadministrasi Lab Anda. Misalnya untuk keperluan warnet sekolah atau untuk keperluan praktek belajar-mengajar. Anda bisa memanfaatkan aplikasi <em>Thin Client Manager</em>, yang ada di repositori ubuntu. Semua aktifitas di klien bisa selalu dimonitor dan diatur dari remote.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048903122/" title="Thin Client Manager by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3152/3048903122_75bfb9b3fc_o.jpg" width="500" height="600" alt="Thin Client Manager" /></a></p>
<p>Proses administrasi lainnya seperti penambahan user, instalasi apliasi baru atau pemutakhiran paket, hampir sama seperti mengadministrasi Linux desktop biasa. Di Ubuntu alat untuk melakukan kegiatan administrasi itu sudah tersedia di menu <tt>System -> Administration</tt>. Jangan lupa untuk selalu mem-<em>backup</em> data di server untuk memastikan agar data Anda selalu aman (tentunya ini adalah kewajiban yang sama baik di lingungan LTSP atau bukan).</p>
<p>Bagaimana, Anda tertarik untuk membangun Lab berbasis LTSP? Kalau ada proyek, saya juga siap bantu hehe <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>[1] Gambar diambil dari wiki Ubuntu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 1)</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-1/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 09:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Linux]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[ltsp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Dasar LTSP Konsep LTSP sudah dikenal sejak lama khususnya di dunia UNIX. Meskipun implementasinya sudah banyak berkembang, tapi konsep dasarnya masih tetap sama yaitu: Klien hanya menangani beberapa fungsi dasar seperti display, keyboard, mouse dan sound/suara. Semua aplikasi berjalan &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Konsep Dasar LTSP</strong></p>
<p>Konsep LTSP sudah dikenal sejak lama khususnya di dunia UNIX. Meskipun implementasinya sudah banyak berkembang, tapi konsep dasarnya masih tetap sama yaitu:</p>
<ul>
<li>Klien hanya menangani beberapa fungsi dasar seperti display, keyboard, mouse dan sound/suara.</li>
<li>Semua aplikasi berjalan di Server, dan tampilan dikirim ke klien.</li>
</ul>
<p>Karena pekerjaan yang ditangani oleh komputer klien relatif sedikit, kebutuhan spek hardware untuk komputer klien sangat rendah. Sebaliknya untuk server, dibutuhkan spek yang lebih tinggi, karena semua pekerjaan akan dilakukan di sisi server.</p>
<p><strong>Keuntungan Menggunakan Model LTSP</strong></p>
<p><strong>Kemudahan dalam mengadministrasi</strong></p>
<p>Jika dalam sebuah lab ada 20 komputer, dalam kondisi instalasi normal (bukan LTSP), maka admin harus mengelola 20 komputer tersebut. Mulai dari instalasi OS, instalasi software tambahan. Jika ada update, maka harus diupdate di masing-masing komputer yang berjumlah 20 itu.</p>
<p>Tapi jika menggunakan model LTSP dengan satu buah server dan 20 klien, admin hanya mengadministrasi 1 komputer saja, yaitu komputer server. Dari mulai instalasi OS, aplikasi maupun manajemen <em>update</em> semua hanya dilakukan di sisi server.<br />
<span id="more-1194"></span><br />
<strong>Murah</strong></p>
<p>Hardware yang dibutuhkan untuk klien, bisa menggunakan PC lama mulai dari kelas pentium 1 dengan memori minimal 32 MB. Jadi pada prinsipnya semua PC lama yang ada bisa digunakan sebagai komputer klien. Dan untuk servernya sendiri kebutuhannya tidak terlalu besar. Untuk instalasi 20 klien, kira-kira dibutuhkan satu buah PC server dengan prosesor sekelas pentium 4 atau lebih dan memori minimal 4GB.</p>
<p>Dan tentu saja perangkat jaringan agar klien dan server bisa berkomunikasi. <em>Switch</em>, kabel dan kartu jaringan adalah barang yang harus disediakan.</p>
<p><strong>Hemat Energi dan Ramah Lingkungan</strong></p>
<p>Menurut penelitian instalasi LTSP 40 persen lebih hemat bila dibandingkan dengan instalasi biasa (bukan model <em>thin client</em>). Apalagi jika klien menggunakan hardware khusus untuk <em>thin client</em>, yang beberapa diantaranya hanya membutuhkan daya sebesar 5 watt saja (belum termasuk monitor), tentu akan lebih hemat lagi. Hemat energi ini selain menghemat biaya, juga sejalan dengan gerakan mengurangi pemanasan global yang sekarang lagi aktif disosialiasikan.</p>
<p><strong>Dukungan FOSS</strong></p>
<p>Tentu saja ini adalah salah satu keuntungan lainnya. Dengan menggunakan FOSS Anda bebas melakukan instalasi di 20 atau 40 komputer tanpa harus khawatir akan batasan lisensi yang Anda miliki. Anda juga tidak perlu pusing memikirkan biaya upgrade OS atau aplikasi. Dengan FOSS Anda bebas kapan saja melakukan upgrade, dan semua itu bisa dilakukan tanpa ada biaya tambahan.</p>
<p>Sebelum dilanjutkan ke bagian berikutnya, mungkin Anda akan bertanya-tanya, seberapa stabilkah instalasi LTSP ini? Saya pernah bekerja di sebuah kantor di daerah Jakarta selatan. Di sana hampir semua karyawan menggunakan klien LTSP. Dengan spek server standard, memori 2GB, sudah cukup baik dalam melayani kira-kira 10 komputer klien. Jadi saya bisa jawab dan ini berdasarkan pengalaman, LTSP cukup stabil untuk penggunaan keperluan sehari-hari.</p>
<p>(bersambung ke <a href="http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-2/">bagian 2</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/22/membangun-lab-komputer-murah-dengan-ubuntu-ltsp-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Hampir) Semua Kebutuhan Bisa Dipenuhi dengan FOSS</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/22/hampir-semua-kebutuhan-bisa-dipenuhi-dengan-foss/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/22/hampir-semua-kebutuhan-bisa-dipenuhi-dengan-foss/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 20:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Windows]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Di laptop yang biasa saya gunakan sehari-hari, konfigurasinya masih dual boot. OS utama yang paling sering saya gunakan adalah Ubuntu 8.04 dan OS kedua yang terinstal adalah Windows XP Home Edition. Mengapa saya masih mempertahankan konfigurasi dual boot seperti ini, &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/22/hampir-semua-kebutuhan-bisa-dipenuhi-dengan-foss/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di laptop yang biasa saya gunakan sehari-hari, konfigurasinya masih dual boot. OS utama yang paling sering saya gunakan adalah Ubuntu 8.04 dan OS kedua yang terinstal adalah Windows XP Home Edition. Mengapa saya masih mempertahankan konfigurasi dual boot seperti ini, karena terkadang saya masih membutuhkan Windows untuk menduplikasi masalah user yang sebagian besar masih menggunakan Windows. Selain itu kadang saya mencoba beberapa aplikasi windows di laptop ini, jadi tidak ada salahnya si Windows yang pembeliannya satu paket dengan laptop ini saya pertahankan.</p>
<p>Walaupun menggunakan windows, seperti yang sudah saya tuliskan dalam <a href="http://ngadimin.org/2008/11/18/aplikasi-foss-bukan-hanya-linux/">tulisan saya sebelumnya</a>, tidak berarti saya melupakan FOSS. Justru sebagian besar aplikasi yang terinstal adalah aplikasi FOSS. Dan sisanya dilengkapi dengan aplikasi <em>freeware</em> (misalnya antivirus) untuk melengkapi beberapa layanan aplikasi yang belum tersedia di FOSS.</p>
<p>Sebagai gambaran saya coba tuliskan daftar lengkap FOSS yang terinstal di Windows saya.<br />
<span id="more-1189"></span></p>
<p><strong>Aplikasi Perkantoran</strong></p>
<p><a href="http://www.openoffice.org/">OpenOffice.org 3.0</a>, aplikasi perkantoran lengkap. Menyediakan aplikasi pengolah dokumen (OpenOffice.org Writer), Spreadsheet (OpenOffice.org Calc), dan untuk presentasi (OpenOffice.org Impress) dan masih ada OpenOffice.org Math, OpenOffice.org Base dan OpenOffice.org Draw yang saya jarang gunakan.</p>
<p><a href="http://www.vim.org">VIM Text Editor</a>. Saya terkadang meggunakan aplikasi ini untuk koding sederhana (saya bukan programmer, jadi jarang koding).</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048900122/" title="VIM by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3247/3048900122_6d7e3e53d4.jpg" width="500" height="369" alt="VIM" /></a> VIM di Windows.</p>
<p><strong>Aplikasi Internet</strong></p>
<p><a href="http://mozilla.com">Mozilla Firefox</a>, peramban web yang makin populer. Dan tentu saja favorit saya karena dukungan pengaya (Add-ons)-nya yang sangat banyak.</p>
<p><a href="http://www.pidgin.im/">Pidgin</a>, aplikasi untuk chatting. Mendukung banyak protokol chat dari ym, msn, xmpp dan masih banyak lagi. Yang saya suka dari pidgin adalah simpel dan ringan.</p>
<p><a href="http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html">Putty</a>, sebagai linux admin saya sering kali melakukan remote terminal ke server-server linux saya. Putty adalah senjata utama jika sedang di Windows.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048900118/" title="Putty by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3163/3048900118_16b0805a47.jpg" width="500" height="315" alt="Putty" /></a> Putty sedang beraksi, remote ke Ubuntu.</p>
<p><a href="http://winscp.net/">WinSCP</a>, aplikasi untuk transfer file (FTP, SFTP, SCP). Saya seperti putty, ini juga salah satu senjata untuk admin seperti saya. Anda yang mengelola web juga mungkin membutuhkan aplikasi ini.</p>
<p><strong>Aplikasi Pengolah Gambar</strong></p>
<p><a href="http://www.getpaint.net/">Paint.Net</a>, aplikasi pengolah gambar. Walaupun sederhana, tapi sangat powerfull.</p>
<p><a href="http://www.gimp.org/">The Gimp</a>, terkenal sebagai aplikasi pengolah gambar di Linux/Unix. Tapi sekarang versi windowsnya juga sudah tersedia, dan tentu saja FOSS juga.</p>
<p><strong>Aplikasi Multimedia</strong><br />
Tiga aplikasi ini adalah aplikasi pemutar video atau film yang paling sering saya gunakan.</p>
<ul>
<li><a href="http://sourceforge.net/projects/guliverkli/">Media Player Classic</a></li>
<li><a href="http://www.mplayerhq.hu/">Mplayer</a></li>
<li><a href="http://www.videolan.org/vlc/">VLC Media Player</a></li>
</ul>
<p><strong>Aplikasi Lain</strong></p>
<p><a href="http://keepass.info/">KeePass Password Safe</a>, aplikasi untuk mengelola dan menyimpan password Anda dengan aman. Jika Anda seperti saya, mempunyai banyak akun yang tersebar diberbagai layanan web atau aplikasi internet lainnya, sebaiknya mulai menggunakan manajemen password. Menggunakan satu akun dan satu password yang sama rasanya bukan cara yang aman. Gunakan aplikasi ini untuk menyimpan dan mengelola password Anda.</p>
<p><a href="http://www.virtualbox.org/">VirtualBox</a>, aplikasi virtualisasi. Sebagai pekerja IT kadang saya perlu mencoba berbagai jenis OS. Virtualbox cocok untuk kebutuhan saya, tidak perlu bongkar pasang komputer lagi, cukup instal di mesin virtual saja.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048050391/" title="VirtualBox 1.6 by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3180/3048050391_b11552e681.jpg" width="500" height="342" alt="VirtualBox 1.6" /></a> VirtualBox 1.6 di Windows.</p>
<p>Dari daftar di atas, ternyata FOSS hampir 90 persen[1] sudah mencukupi kebutuhan saya. Sisanya saya lengkapi dengan <em>freeware</em> dan beberapa aplikasi OEM bawaan laptop ini (Nero burning misalnya). Anda juga bisa seperti saya menggunakan FOSS untuk kebutuhan kerja Anda. Caranya, lihat atau buat daftar kebutuhan Anda, dan cari aplikasi FOSS yang sesuai untuk kebutuhan Anda itu. Jika tidak bisa dilengkapi dengan FOSS, cari aplikasi <em>freeware</em> dan tentu saja aplikasi berbayar juga tidak menjadi masalah. Tinggal kita hitung dengan biaya yang kita keluarkan apakah sudah layak dengan fungsi yang kita gunakan.</p>
<p>Mudah-mudahan tulisan ini menginspirasi Anda untuk bisa menggunakan FOSS.</p>
<p>Catatan:</p>
<p>[1] Jika ada yang bertanya dari mana nilai 90 persen itu, saya jawab angka ini angka sembarang saja, alias kira-kira <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/22/hampir-semua-kebutuhan-bisa-dipenuhi-dengan-foss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Indonesia di Aplikasi FOSS, Masih Perlukah?</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/19/bahasa-indonesia-di-aplikasi-foss-masih-perlukah/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/19/bahasa-indonesia-di-aplikasi-foss-masih-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1175</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi maaf, saya tuliskan aplikasi FOSS, tapi anggap saja itu seperti saya menuliskan Bank BNI. Dan maaf juga paragraf intro nya seperti ini Jadi masih perlu atau tidak? Kalau saya jawab masih. Kita masih membutuhkan aplikasi dengan interface yang &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/19/bahasa-indonesia-di-aplikasi-foss-masih-perlukah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi maaf, saya tuliskan aplikasi FOSS, tapi anggap saja itu seperti saya menuliskan Bank BNI. Dan maaf juga paragraf intro nya seperti ini <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Jadi masih perlu atau tidak? Kalau saya jawab masih. Kita masih membutuhkan aplikasi dengan interface yang menggunakan Bahasa Indonesia.</p>
<p><strong>Friendster dan Facebook sudah pakai Bahasa Indonesia</strong></p>
<p>Jika Anda perhatikan dalam satu tahun terakhir, layanan berbasiskan web yang mungkin Anda juga salah seorang penggunanya, beramai-ramai membuat interface dalam berbagai bahasa, yang salah satunya tentu saja Bahasa Indonesia. Tujuan mereka tidak lain adalah membidik lebih banyak lagi pengguna baru yang bisa menggunakan layanan aplikasi mereka, yang sebelumnya terkendala karena masalah bahasa. Diharapkan dengan interface yang menggunakan bahasa lokal, calon pengguna bisa langsung memanfaatkan layanan tersebut tanpa perlu diajari lagi oleh pengguna lain yang lebih mengerti Bahasa Inggris.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a>, <a href="http://www.friendster.com/">Friendster</a> (dua ini mungkin Anda penggunanya), <a href="http://www.friendster.com/">gmail,</a> mesin pencari google, layanan blog <a href="http://id.wordpress.com/">wordpress.com</a> itu adalah sebagian dari layanan web populer yang sudah membuatkan interface dalam Bahasa Indonesia.</p>
<p>Bagi sebagian yang sebelumnya sudah terbiasa dengan istilah-istilah dalam Bahasa Inggris, tentu saja kadang merasakan keganjilan atau bahasa yang terasa aneh (karena belum terbiasa). Tapi lama-lama Anda akan terbiasa dan bisa menerimanya.</p>
<p><span id="more-1175"></span></p>
<p><strong>Hape Dengan Interface Bahasa Indonesia</strong></p>
<p>Saya beri contoh kasus lain. Salah satu unsur yang bisa membuat hape (handphone), bisa diterima disemua kalangan adalah adanya interface berbahasa Indonesia. Bayangkan jika interfacenya masih dalam Bahasa Inggris, bisa-bisa ada kursus untuk menggunakan HP.</p>
<p>Saya sendiri kadang bingung menggunakan HP dalam interface berbahasa Indonesia, karena mungkin saya sudah terbiasa dengan istilah-istilah dalam bahasa Inggris (walau saya tidak fasih berbahasa inggris). Tapi kedua orang tua saya, tetangga-tetangga saya di kampung, office boy di kantor semuanya belajar menggunakan hp dari interface yang berbahasa Indonesia itu.</p>
<p><strong>Bahasa Indonesia di FOSS</strong></p>
<p>Jadi untuk FOSS juga berlaku hal yang sama. Bahasa Indonesia masih diperlukan. Terlepas dari kata-kata yang mungkin menurut Anda aneh (karena belum terbiasa itu loh), tapi interface dalam bahasa Indonesia tentu akan sangat memudahkan dalam sosialisasi FOSS di Indonesia.</p>
<p>Dan inilah hebatnya FOSS, walaupun <em>free</em> tapi tidak kalah dalam alih bahasa ke bahasa lokal. Mozilla firefox sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia (IE 7 sudah ada belum ya?). <a href="http://www.ubuntu.com/">Linux Ubuntu</a> sudah menyediakan Bahasa Indonesia, bahkan Anda bisa mencoba linux <a href="http://www.blankonlinux.or.id/">Blankon</a>. Sebuah distro linux yang dikembangkan khusus agar sesuai dengan kebutuhan penggunan komputer secara umum di Indonesia. Dan tentu saja berbahasa Indonesia, orang pengembangnya juga warga Indonesia.</p>
<p><strong>Anda juga bisa ikut berpartisipasi!</strong></p>
<p>Jika Anda tertarik dengan Interface aplikasi FOSS dalam Bahasa Indonesia, Anda bisa ikut berpartisipasi. Jadi kalau sekarang Anda melihat ada terjemahan yang kurang pas (tapi jangan asal ubah ya, itu ada standadisasinya), Anda bisa memperbaiki terjemahan itu. Caranya? Salah satunya Anda bisa bergabung di <a href="https://launchpad.net/~ubuntu-l10n-id">Tim Penerjemah Ubuntu di Launchpad</a>.</p>
<p>Tentu saja Anda juga bisa bergabung di proyek penerjemahan yang lain. Yang saya tuliskan hanya salah satu contoh dimana <a href="https://launchpad.net/~cecepm">saya sudah tergabung di dalamnya</a>.</p>
<p>Selamat bergabung dalam proyek penerjemahan FOSS <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/19/bahasa-indonesia-di-aplikasi-foss-masih-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi FOSS Bukan Hanya Linux</title>
		<link>http://ngadimin.org/2008/11/18/aplikasi-foss-bukan-hanya-linux/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2008/11/18/aplikasi-foss-bukan-hanya-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 16:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[foss]]></category>
		<category><![CDATA[gimp]]></category>
		<category><![CDATA[openoffice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pihak berpikir jika harus migrasi ke FOSS berarti harus menggunakan Linux. Sebelum pindah mereka sudah takut duluan dengan lingkungan kerja di Linux yang (katanya) lebih sulit dibandingkan Windows. Padahal jika mereka lebih jeli lagi FOSS bukan hanya linux. Dan &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2008/11/18/aplikasi-foss-bukan-hanya-linux/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak pihak berpikir jika harus migrasi ke FOSS berarti harus menggunakan Linux. Sebelum pindah mereka sudah takut duluan dengan lingkungan kerja di Linux yang (katanya) lebih sulit dibandingkan Windows.</p>
<p>Padahal jika mereka lebih jeli lagi FOSS bukan hanya linux. Dan kalaulah Anda sudah memiliki lisensi Windows (misal produk OEM, yang ikut Anda beli saat membeli hardware), Anda bisa mulai menggunakan FOSS. Dan Anda bisa mulai berhemat, dimana ini adalah salah satu keuntungan yang paling mudah terlihat ketika Anda menggunakan FOSS.</p>
<p><strong>OpenOffice.Org</strong></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3052649525/" title="OpenOffice v3 di Windows by Cecep Mahbub, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3271/3052649525_4a31aaf07f.jpg" width="500" height="383" alt="OpenOffice v3 di Windows" /></a></p>
<p>Misalnya, sebagai pengguna biasa Anda hanya butuh aplikasi pengolah dokumen untuk keperluan menulis dan mencetak dokumen. Anda bisa mulai melirik <a href="http://download.openoffice.org/index.html">OpenOffice versi 3</a>. Versi ini jauh lebih baik dari versi sebelumnya dan sudah sangat cukup untuk keperluan kebanyakan orang. Tentu saja tidak semua fitur yang tersedia di MS Office ada di OpenOffice. Tapi sebagian besar fitur ada, tinggal menyesuaikan saja.</p>
<p>Bahkan dalam beberapa kasus, OpenOffice sudah lebih baik dari MS Office. OpenOffice sudah sejak lama mendukung export ke PDF langsung, tanpa butuh aplikasi tambahan lain. Di MS Office Anda membutuhkan aplikasi tambahan. Hardware requirement untuk OpenOffice 3 jauh lebih rendah dibandingkan dengan hardware requirement untuk MS Office 2007.</p>
<p>Untuk lebih mengenal OpenOffice dan bagaimana pendapat orang lain yang sudah menggunakan OpenOffice, silahkan baca <a href="http://id.openoffice.org/produk/kasus.html">halaman studi kasus</a> di website OpenOffice.</p>
<p><span id="more-1168"></span></p>
<p><strong>The Gimp</strong></p>
<p><a title="The Gimp 2.6 by Cecep Mahbub, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/3048050383/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3015/3048050383_849349fb12.jpg" alt="The Gimp 2.6" width="500" height="313" /></a></p>
<p>Kasus lain misalnya. Anda seorang yang seorang yang hobi fotografi. Anda membutuhkan aplikasi pengolah gambar untuk mengolah foto-foto Anda. Dalam beberapa kasus Anda mungkin tidak membutuhkan Adobe Photoshop CS3 (yang sangat powerfull tapi harganya juga lumayan mahal), mungkin dengan <a href="http://www.gimp.org/windows/">Gimp</a> saja sudah cukup untuk keperluan Anda. Bagi saya sendiri, kegiatan cropping, mengubah level adalah dua hal yang paling sering dilakukan dan itu sudah cukup dengan menggunakan Gimp.</p>
<p>Yang saya tuliskan disini hanya dua dari sekian banyak aplikasi FOSS. Diluaran sana masih banyak aplikasi lain yang mungkin berguna buat Anda. Jadi tidak perlu menunggu waktu lagi. Mulai dari sekarang Anda bisa menggunakan FOSS dan merasakan manfaatnya <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2008/11/18/aplikasi-foss-bukan-hanya-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced (User agent is rejected)

Served from: ngadimin.org @ 2012-05-23 04:42:19 -->
