Tag Archives: linux

Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

November 18th, 2009. Published under Kolom Opini. 22 Comments.

Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop.

  • Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.
  • Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.
  • Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.
  • Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?
  • Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.
  • Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.
  • Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.

Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi.

Mari kita kutuk rame-rame!

Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA!

Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya… tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.

Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!

Vi still the best :D

March 4th, 2009. Published under Ngoprek. 5 Comments.

Punya beberapa koleksi editor di Linux saya ini, tapi ternyata vi masih yang paling oke. Buktinya saat saya mencoba mengedit file xml yang besarnya kurang lebih 10MB (sekitar 186 ribu baris), yang masih cukup responsif membukanya hanya gedit dan vim. Komodo edit saya yang biasa digunakan otak-atik skrip python, malah ngehang :(

Tapi, untuk masalah potong-potong, vim masih tetep lebih enak. Goto line di gedit lambaaat banget. Padahal cara yang tercepat utk cara asal potong ini adalah goto line sekian, lalu hapus baris sisanya. Dan cara itu kalau di VIM cepet banget. Kebayang kalau filenya 100 MB misalnya, editor lain dipastikan colaps duluan :))

Jadi kenapa harus dipotong-potong tuh file XML? Karena eh karena file itu hanya bisa diimport maksimum sebesar 2MB. Sedangkan filenya jauh lebih besar dari 2MB, jadi terpaksa harus dipotong-potong. Masalahnya gak bisa asal potong, harus dipotong diposisi baris yang pas (XML file gitu loh hehehe).

Ya sudahlah… intinya VIM is the best :P

Skrip Sederhana utk membackup semua database di PostgreSQL

February 25th, 2009. Published under Aplikasi Linux, Ngoprek, Tips Linux. No Comments.

Karena kalau di copy paste di wordpress kadang suka error, saya salin di wiki saja.
http://wiki.ngadimin.org/Contekan_PostgreSQL#Skrip_Backup_Sederhana

Upgrade dari Etch ke Lenny

February 16th, 2009. Published under Tips Linux. No Comments.

Seperti tradisi sebelumnya, upgrade dari satu versi ke versi yang terbaru di Debian tidaklah sulit. Yang perlu dilakukan adalah ganti repositori, update dan dist-upgrade saja. Hari ini saya juga melakukan upgrade ke versi debian yang baru-baru ini di rilis.

Ubah /etc/apt/sources.list seperti berikut, saya kebetulan menggunakan mirror komo.vlsm.org,

deb http://komo.vlsm.org/debian/ lenny main contrib non-free
deb http://komo.vlsm.org/debian-security/ lenny/updates main contrib non-free

Lalu jalankan perintah berikut:

apt-get update
apt-get dist-upgrade

Setelah menjawab beberapa pertanyaan seputar konfigurasi sistem baru, debian 5.0 langsung terpasang. Pengalaman hari ini upgrade dua server tidak ada kendala sama sekali.

So, selamat mengupgrade server debian Anda :D

Memperkenalkan FOSS ke Anak-Anak

November 23rd, 2008. Published under Kolom Opini. 5 Comments.

Saya tidak akan bercerita tentang bagaimana seharusnya kurikulum pendidikan komputer di sekolah karena saya tidak kompeten untuk berbicara soal itu. Saya mau cerita bagaimana memperkenalkan FOSS ke ponakan saya yang masih bersekolah kelas 4 dan kelas 2 SD.

Lalu bagaimana saya memperkenalkan FOSS kepada mereka? Yang saya tahu ponakan saya pake komputer cuma untuk main game. Kalau main PS sudah bosen mereka pindah main game di komputer. Mungkin karena game-gamenya lucu-lucu (saya tidak pernah menginstal game kekerasan di komputer, cukup game kecil yang membuat mereka bisa bermain-main). Jadi saya akan pakai cara ini, memperkenalkan game di linux kepada mereka.

Install Ubuntu di PC

Suatu ketika ponakan saya minta game baru di komputernya. Akhirnya saya tunjukkan game fronzen bubble di laptop saya (di Ubuntu). Lalu saya ajak bermain berdua di frozen bubble. Seru juga ternyata, dan karena ponakan saya ada 3 (termasuk yang masih 3 tahun), akhirnya saya coba instal ubuntu di komputer rumah (dual boot dengan Windows) agar mereka bisa main frozen buble tanpa perlu berebutan main di laptop saya.

(more…)

Menambah Harddisk di Linux

June 22nd, 2008. Published under Wiki. 2 Comments.

Punya server Linux tapi partisinya sudah mulai penuh. Solusi pindahkan data ke harddisk tambahan.

Punya server Linux dan datanya ingin dibackup ke media lain untuk dijadikan offline backup. Karena data yang mau dibackup sangat besar (ratusan giga), sangat tidak efisien jika dibackup ke media dvd. Dan karena budget juga terbatas, tape drive bukan pilihan. Solusi terbaik masukkan harddisk eksternal dan backup data kesana.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengenali harddisk baru di Linux? Tenang… sebetulnya caranya sangat mudah. Buat yang belum mengetahui, silahkan ikuti petunjuk singkat cara menambah harddisk baru di Linux.

Makin Cinta Sama Amarok

March 17th, 2008. Published under Aplikasi Linux. 3 Comments.

Selama menggunakan amarok sebagai mp3 player di laptop ini, semakin banyak fitur-fitur yang tereksplor. Salah satunya kemampuan amarok menampilkan lirik yang diambil dari situs lirik di internet. Dan bukan itu saja, dia juga bisa menampilkan data artis yang diambil dari wikipedia.

Tapi sayang semua fitur itu membutuhkan koneksi internet, jadi tidak semua bisa menikmatinya. Tapi kalau kita lagi punya akses internet, lumayan bisa berkaraoke menghilangkan kejenuhan saat kerja :P

amarok_lyric.jpg