Tag Archives: rokok

World No Tobbaco Day 2007

May 31st, 2007. Published under Kolom Opini. No Comments.

Tanggal 31 Mei, setiap tahunnya diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia. Untuk tahun ini tema yang diusung oleh WHO adalah SMOKE-FREE ENVIRONMENTS.

Priyadi dalam blognya mengajak rekan-rekan blogger utk membuat tulisan tuntutan 100% Bebas Asap Rokok. Gw setuju dengan ajakan itu. Nah loh, tapi kok nggak ditulis disini? Karena eh karena… hehehe

(more…)

Bahaya Merokok

September 18th, 2006. Published under Kolom Opini. 3 Comments.

Cuma ngingetin doank, gw yakin para perokok pun sudah tahu kalau merokok itu tidak baik untuk kesehatan (tentunya ketika akal sehat mereka sedang bekerja, hehehe). Masalahnya, sebagian besar dari mereka, tidak bisa keluar dari lingkaran setan tsb. Terus terkungkung, diperbudak oleh asap rokok.

p_rokok.gif

Btw, ternyata ada blog yang membahas tentang bahaya rokok. Semboyannya jg lucu, Rokok Itu Konyol, Bikin Hidup Lebih Redup.

Lah gw, kemarin sempet merokok seminggu. Ya, itu sih untuk ngilangin sedikit stress doank. Sebenarnya sehari jg sdh baikan, tapi sayang masih ada sisanya hehehe. Ngerti sendiri lah, selalu ada alasan! :P

Merokok, Ora Pantes Mas!

September 10th, 2006. Published under Personal. 4 Comments.

“Mas pesen mie rebus satu, dibungkus”

Abis pesen makanan, gw buka satu bungkus rokok Sampoerna A Mild. Lalu gw ambil sebatang. Beberapa saat kemudian gw coba nyalakan korek gas.

Sial. Anginnya kenceng banget. Untuk menyalakan satu batang rokok saja, gw kelabakan. Sepertinya gw sudah lupa, bagaimana cara menyulut sebatang rokok saat angin sedang kenceng.

“Memangnya situ ngerokok yah?” Tanya si Mas tukang nasi goreng.

“Hmm, enggak juga sih. Sudah lama saya nggak merokok”

“Nggak. Saya agak heran saja. Saya nggak pernah melihat situ ngerokok”

“Ya, hari ini lagi pingin saja Mas” Gw jawab sambil sesekali mengeluarkan asap rokok.

“Tapi Mas, kalau saya boleh jujur nih. Situ sepertinya ora pantes merokok”

“Hehehe” Gw jawab cuma dengan senyum doank. Tapi dalam hati berpikir, memangnya yang pantes seperti apa?