Category Archives: Aplikasi Linux

Canonical memperkenalkan Sistem Notifikasi baru untuk Linux

Menurut yang saya baca di arstechnica, Canonical sebagai perusahaan yang berada dibelakang pengembangan Ubuntu, memperkenalkan sistem notifikasi yang baru untuk linux.

Itu loh, yang kalau Anda lagi login di ubuntu ada notifikasi tentang sinyal wireless, atau sistem Anda harus di restart dan seterusnya. Saya belum baca lebih jauh tentang spesifikasi teknis sistem notifikasi yang baru ini, tapi kalau dilihat dari videonya, mantap banget. Maknyuusss deh.

Untuk videonya silahkan lihat di blog Mark Shuttleworth.

Update: Kok bisa kelupaan ya, katanya sistem notifikasi yang baru ini akan diperkenalkan di Ubuntu 9.04 (mudah-mudahan info ini gak salah ya hehe).

Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 2)

Kebutuhan Hardware

Spek untuk komputer server tergantung berapa banyak klien yang akan dilayani oleh server ini. CPU yang digunakan minimal sekelas pentium 4 dan untuk memori perhitungan sederhananya adalah 256 + (192 x jumlah klien). Untuk harddisk sebaiknya menggunakan RAID agar bisa menambah performa (khususnya aktifitas baca dari harddisk, karena ini adalah task yang paling sering dilakukan).

Untuk komputer klien seperti sudah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa menggunakan komputer dengan spek minimal CPU kelas pentium 1 dan memori 32MB. Untuk PXE boot, Anda bisa menggunakan ethernet yang sudah mendukung PXE boot, atau jika tidak Anda bisa menggunakan media lain seperti CDROM atau floppy disk untuk membantu proses booting dari network.

Perangkat jaringan dalam instalasi LTSP mutlak harus ada. Setidaknya Anda membutuhkan perangkat switch, kabel jaringan dan kartu jaringan yang terpasang di masing-masing klien.

Catatan: Panduan yang lebih detil bisa Anda baca di wiki LTSP, perlu diingat jika menggunakan spek minimum seperti di atas, ada kemungkinan Anda harus mengaktifkan NFS-SWAP atau NBD-SWAP untuk membantu performa klien.
Continue reading

Membangun Lab Komputer Murah dengan Ubuntu LTSP (bagian 1)

Konsep Dasar LTSP

Konsep LTSP sudah dikenal sejak lama khususnya di dunia UNIX. Meskipun implementasinya sudah banyak berkembang, tapi konsep dasarnya masih tetap sama yaitu:

  • Klien hanya menangani beberapa fungsi dasar seperti display, keyboard, mouse dan sound/suara.
  • Semua aplikasi berjalan di Server, dan tampilan dikirim ke klien.

Karena pekerjaan yang ditangani oleh komputer klien relatif sedikit, kebutuhan spek hardware untuk komputer klien sangat rendah. Sebaliknya untuk server, dibutuhkan spek yang lebih tinggi, karena semua pekerjaan akan dilakukan di sisi server.

Keuntungan Menggunakan Model LTSP

Kemudahan dalam mengadministrasi

Jika dalam sebuah lab ada 20 komputer, dalam kondisi instalasi normal (bukan LTSP), maka admin harus mengelola 20 komputer tersebut. Mulai dari instalasi OS, instalasi software tambahan. Jika ada update, maka harus diupdate di masing-masing komputer yang berjumlah 20 itu.

Tapi jika menggunakan model LTSP dengan satu buah server dan 20 klien, admin hanya mengadministrasi 1 komputer saja, yaitu komputer server. Dari mulai instalasi OS, aplikasi maupun manajemen update semua hanya dilakukan di sisi server.
Continue reading

muCommander Aplikasi Alternatif pengganti WinSCP di Linux

Ini cerita waktu migrasi desktop kantor dari Windows ke Linux. Sebelumnya temen-temen kantor sudah terbiasa menggunakan WinSCP untuk mengupload file ke server (server yang saya kelola, hampir semuanya menggunakan scp untuk proses transfer file).

Sebagai mana kita ketahui, di linux sudah banyak cara untuk melakukan scp. Bisa menggunakan konsole lalu mengetik perintah scp, bisa dari nautilus (pengguna gnome) atau dari konqueror (pengguna kde) dan masih banyak cara lainnya.

Tapi ternyata cara itu masih cukup membingungkan buat temen-temen di kantor. Beberapa kali diajarkan, beberapa kali lupa. Dan memang dalam beberapa kasus, nautilus dan konqueror kadang error (entah, ini kadang saya juga tidak bisa menduplikasi errornya, tapi memang errornya kadang muncul).

Akhirnya saya temukan muCommander, aplikasi yang memberikan fitur untuk transfer file via FTP, SFTP, SMB, NFS atau BONJOUR. Yang saya perlukan tentu saja hanya SFTP saja.

mucommander

Enaknya si muCommander ini, dari segi tampilan mirip dengan WinSCP (model norton commander), sehingga memudahkan buat pengguna WinSCP dalam beradaptasi. Cuma dia membutuhkan Java Runtime Environment (JRE) terinstal, yang itu tidak menjadi masalah bagi saya, karena hampir semua temen-temen disini menggunakan java untuk develop aplikasi ERP.

Jadi buat Anda yang membutuhkan aplikasi pengganti WinSCP di Linux, silahkan mencoba menggunakan muCommander. Siapa tahu cocok buat Anda. Kabar gembira juga buat pengguna Ubuntu, muCommander tersedia dalam paket .deb, jadi tidak perlu pusing lagi untuk kompail atau instal dari paket tar.gz.