Category Archives: Fun

Pilih Siapa?

Jika Anda bisa menjadi Super Hero, Anda memilih menjadi siapa?

  1. Bruce Wayne
  2. Clark Kent
  3. Peter Parker
  4. Tony Stark

Maaf pilihannya hanya segitu. Saya sendiri lebih memilih menjadi Tony Stark. Alasannya cuma satu, 3 yang di atas mempunyai masalah, karena ketika menjadi Super Hero mereka harus menyembunyikan identitas asli mereka.

Hasilnya? Bruce Wayne vs Rachel? Clark Kent vs Lana Lang? Peter Parker vs Mary Jane? Semuanya tidak berhasil dan kadang berakhir fatal.

Tony Stark vs Pepper Potts memang berhasil? Ya setidaknya mereka masih punya harapan hehehe :D

Membantu Temen, Nyari Uang Seribu Rupiah

Tulisan ini saya maksudkan untuk membantu temen saya yang merasa kehilangan uang seribu rupiah. Saya tuliskan lagi masalah beliau (formating saya ubah dikit, biar lebih enak dibaca):


Semalam sempat tercenung-cenung juga dengan kasus yang diberikan teman saya ini:

  • Ada 1 ekor kambing harganya Rp 75.000
  • Ada 3 pemuda yang mau beli kambing tersebut

Berarti masing-masing mengumpulkan @ Rp 25.000, jadi terkumpul Rp 75.000 sesuai harga jual, betul?

Selanjutnya uang itu diserahkan ke calo sejumlah uang tersebut (Rp 75.000). Dan calo itu ternyata ngasih ke pedagangnya Rp 70.000 (dapet diskon Rp 5.000).

Lalu uang diskon Rp 5.000 itu dibagi ke 3 pemuda tadi @ Rp 1.000 dan sisanya Rp 2.000 buat si calo. Sampai sini masih nyambung?

Disini permasalahannya:

  • Berarti masing-masing pemuda ngantongin Rp 1.000.
  • Dengan kata lain seharusnya uang yang dikumpulkan oleh masing2 pemuda tadi Rp 25.000 – Rp 1.000 = Rp 24.000
  • Jika masing-masing pemuda harus membayar @ Rp 24.000 jadi perhitungan matematika, 3 X Rp 24.000 = Rp 72.000, bener dong?

Sekarang hitung kembali, Rp 2.000 (punyanya Si Calo) + Rp 72.000 (total dikumpulkan dari tiga Pemuda) = Rp 74.000. Pertanyaannya, kok gak genap Rp 75.000 ya?

KEMANA SISA UANG YANG Rp 1.000? Hayoo…


Continue reading

Tiga Hari Dalam Seminggu

Krisis ekonomi global dan gejolak di bursa saham internasional, regional atau bursa lokal membuat aktifitas saya berubah. Biasanya saya mengunjungi kantor pusat hanya sekali dalam seminggu, tapi minggu ini berturut-turut tiga hari dalam seminggu bekerja di istana negara (biasanya, saya ngantor di pendopo daerah gatot subroto).

  • Hari rabu kemarin, melihat ketersediaan pangan yang rawan di daerah Puri tempat saya bekerja, saya berinisiatif mengirimkan bantuan berupa paket dodol, keripik dan kue-kue lebaran. Alhamdulillah cukup membantu meringankan beban rekan-rekan kerja saya.Buat rekan-rekan yang berniat mengirimkan bantuannya saya bersedia untuk menyalurkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.
  • Hari kamis adalah hari rutin saya melaporkan stabilitas negara kepada bapak presiden. Tapi dalam beberapa bulan terakhir, dalam pertemuan tertutup ini juga dibahas langkah-langkah strategis dalam upaya kita lebih menguasai pasar internasional.
  • Hari jumat ini sepertinya lebih spesial. Seluruh staf, deputy khusus dan duta besar di negara sahabat dipanggil oleh bapak presiden. Undangan resmi telah disebar oleh Ibu dari kesekretariatan negara hari kemarin.Saya yang sempat mengajukan keberatan pun dipaksa untuk hadir, padahal sesama rekan staf ahli urusan perhubungan saudara Ronald Van Daliman (beliau staf khusus dari negeri belanda), sudah bersedia mewakili saya. Tapi berhubung acaranya sangat penting dan tidak bisa diwakilkan, pagi ini saya langsung berangkat menuju istana.

Dan seperti sudah diduga sebelumnya, efek dari perubahan lokasi kerja ini sangat berpengaruh terhadap liquiditas keuangan saya… Duh!