Category Archives: Kolom Opini

Dosa-dosa Pengendara Motor

Kalau Anda pengendara motor, pasti pernah melakukan salah satu hal dari yang saya tulis di bawah ini. Kadang perilaku salah ini dianggap lumrah karena dilakukan secara berjamaah dan berulang.

  1. Gak pake helm
  2. Bonceng anak gak dipakein helm
  3. Gak punya SIM
  4. Melewati batas garis di lampu merah
  5. Nerobos lampu merah
  6. Muter di puteran yang salah
  7. Melawan arah
  8. Saat macet ngambil jatah jalan arah lawan
  9. Naik trotoar
  10. Naik jembatan penyebrangan
  11. Belok gak nyalain lampu sein
  12. Nyalip zig-zag
  13. Gak pasang kaca spion
  14. Knalpot diganti dengan yang berisik
  15. Lampu rem diganti jadi putih
  16. Malem gak nyalain lampu
  17. Ngabisin jalan saat neduh (di bawah fly over/jembatan penyebrangan)
  18. Panik trus ngebut saat hujan turun
  19. Boncengan lebih dari 2 orang
  20. Anak diberdiriin saat dibonceng (biasanya ibunya ada dibelakang)
  21. Bawa barang melebihi kapasitas
  22. Bawa barang yg terlalu panjang (tangga/kayu panjang)
    UPDATE:
  23. Bawa motor sambil nelpon/sms
  24. Bawa motor sambil ngerokok

Dosa Combo

Ngebut malem-malem nerobos lampu merah, trus melawan arah, nggak nyalain lampu, sambil boncengan 3 orang. Masih kurang dosanya? Jangan lupa knalpotnya sudah diganti pake knalpot yang berisik, gak pasang kaca spion, semuanya gak pake helm dan pastinya gak punya SIM karena yang bawa masih siswa SMP.

Luar biasa! Mungkin cuma ada di Indonesia.

Dosa Berjamaah

Sudah biasa berjamaah melewati garis batas di lampu merah. Ada satu nerobos lampu merah, lainnya ngikutin. Konvoi naik motor ke pengajian bukan pake helm, cukup pake sorban dan kopiah saja. Yang terakhir sudah ditulis di atas, rame-rame ngabisin jalur jalan ketika neduh di bawah fly over/jembatan penyebrangan.

Yang Unik

Jangan heran kalau yang salah malah lebih galak. Motor yang naik trotoar nglaksonin pejalan kaki. Yang ngelawan arah nggak mau ngasih jalan.

Jangan heran juga kalau ada genk motor. Yakinlah genk motor itu pada awalnya karena orang tua yang gak peduli sama anaknya. Gak percaya? Saya ambil contoh kecil. Ini bukan genk motor, tapi lumrah dan dianggap biasa.

  1. Masih SD/SMP sudah bawa motor (pasti gak punya SIM)
  2. Anak kecil bawa motor, ngebonceng adiknya yang balita

Mengapa saya peduli?

Karena perilaku serampangan ini berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan. Kalau yang celaka si pelanggar sih gpp, mungkin ucap syukur alhamdulillah berkurang satu orang bodoh di negara ini. Berkendara sembarangan itu bukan hanya membahayakan si pelanggar, tapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

Catatan

Sebelum ada yang protes, pengguna mobil juga sama suka melanggar aturan. Memang betul demikian adanya. Tapi di tulisan ini saya sedang ingin membahas dosa-dosa pengendara motor. Demikian.

Then and Now

Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. Then and Now, My Desktop: Then and Now, Then and Now Meme dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di planet Ubuntu.

Kalau mengenang jaman lalu, saya pertama kali kenal justru FreeBSD. Kalau tidak salah versi pertama yang saya kenal itu FreeBSD 2.2.8. Maklum kampus tempat saya ngekost, mayoritas menganut mahzab FreeBSD. Jadi oleh senior-senior, saya juga diajarkan FreeBSD juga. Dan rasa-rasanya saya juga belum pernah memakai FreeBSD ini untuk desktop, di jaman itu terlalu nekad kalau menggunakan FreeBSD buat dekstop.

Kalau linux, pertama kali ngelihat kayaknya RedHat versi 5.2 (agak lupa juga persisnya). Trus lebih sering berkutat dengan Mandrake 6.1 dan versi berikutnya s.d tahun 2003 (tentu diselang-seling dengan distro lain untuk coba-coba). Setelah itu berkenalan dengan Gentoo. Saat pake linux Gentoo lah saya mulai ngeblog, dan salah satu screenshot terlama yang pernah tercatat di blog ini bisa Anda lihat di bawah ini.

Desktop Screenshot 3 April 2004

Desktop Screenshot 3 April 2004, Gentoo dengan Gnome 2.4.2

Kembali lagi ke linux jaman dulu. Linux jaman dulu memang tidak senyaman sekarang. Apalagi kalau berhubungan dengan dunia multimedia. Saat menggunakan Mandrake 6.1 linux hanya bisa muter mp3 (beruntung waktu itu sudah ada xmms). Trus untuk muter VCD susahnya minta ampun. Biasanya saya copy file .dat lalu diputer pakai mpg123. Itu pun dengan resolusi yang gak bisa di bikin full screen.

Office, Excel? wah masa-masa sebelum openoffice lahir adalah masa kegelapan buat linux. Jadi jangan tanya bagaimana repotnya bertukar dokumen dengan pengguna OS lain. Browser juga sama. Yang terbaik waktu itu hanya Netscape 4.x yang sangat-sangat berat untuk dijalankan. Buka beberapa windows saja, sudah terasa berat (waktu itu belum ada tab ya). Jadi internet di linux sebelum firefox adalah masa kegelapan juga.

Satu lagi yang terasa agak lucu juga. Entah sampai tahun kapan linux punya masalah ini. Di linux itu kalau mau membuka atau nge-mount CD itu susahnya minta ampun (artinya harus di mount manual gitu loh). Mandrake pernah membuat inovasi yang samanya supermount, tapi tidak pernah bisa berjalan dengan sempurna, seseringnya crash.

Oke-oke cukup nostalgianya. Saya tidak akan cerita bagaimana kenalan dengan Debian dan Ubuntu. Terlalu panjang ceritanya. Sekarang mari kita sambut Ubuntu 10.04 LTS yang beberapa hari lagi akan di rilis. Mudah-mudahan saya ada waktu untuk mencicipinya. Sudah tujuh bulan lebih saya jarang berinteraksi dengan Linux di desktop. Tulisan ini pun saya tulis di Mac OS X Snow Leopard :D

Mencoba Kembali Paket Internet dari IM2

Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.

IM2 Broom Bastis!

Membeli Paket Prabayar IM2

Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.

Continue reading

Kalau SMART lagi layak pakai

Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM

Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini.

UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.

Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop.

  • Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.
  • Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.
  • Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.
  • Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?
  • Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.
  • Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.
  • Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.

Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi.

Mari kita kutuk rame-rame!

Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA!

Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya… tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.

Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!

Akses Internet SMART Putus Tiap 30 Detik

Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, terputusnya itu tepat di detik ke-30.

Untuk Yahoo Messenger saya tidak bisa menghitungnya. Tapi untuk akses ssh mudah sekali bikin timernya. Pake perintah time saja.

time ssh hostname.server-saya.com

Lalu saya tunggu beberapa saat, dan setelah diskonek muncul tampilan seperti di bawah ini.

Read from remote host hostname.server-saya.com: Connection reset by peer
Connection to hostname.server-saya.com closed.

real	0m30.312s
user	0m0.018s
sys	0m0.007s

Sebelum Anda bertanya atau mengira ini adalah masalah di ssh server saya. Saya sudah pastikan bukan masalah konfigurasi idle atau timeout di ssh server. Saya juga mencobanya ke tiga network yang berbeda. Hasilnya sama saja, akses ssh terputus di detik ke-30.

Untuk yahoo messenger, juga sama. Setelah list temen saya muncul, yahoo messenger tiba-tiba diskonek lagi. Dugaan sementara sih, semua akses TCP mengalami gejala yang sama, terputus di detik ke-30.

Saya sudah mengirim email ke customercare@smart-telecom.co.id, sudah ada jawaban standar, “masalah sudah kami tindak lanjuti ke bagian yang terkait”. Tapi sampai dengan hari ini masalah ini masih tetap ada.

Mudah-mudahan bisa solve secepatnya, dan gak berakhir seperti kasus IndosatM2 yang bikin saya bener-bener merasa kesel. Sementara ini gak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjebak kontrak satu tahun. Duh! :(

UPDATE: 12 Oktober 2009, malemnya saya coba akses internet. Akses ssh ataupun yahoo messenger tidak mengalami masalah putus-nyambung lagi. Koneksi lancar jaya. Tapi kalau lambat itu urusan lain ya hehe. Setidaknya putus pada detik ke-30 sudah tidak terjadi lagi.

Maaf mas, bisa dijelaskan step-by-step nya gak, maklum saya AWAM

Empat Satu kata dari saya, males banget dot com :D

Kadang pertanyaan sederhana, ketika dijawab secara step-by-step hasilnya bisa berupa satu buku berpuluh-puluh halaman. Dan awam bukan alasan untuk bersikap “malas” (dalam tanda kutip, karena orang Indonesia suka tersinggung kalau dibilang malas, padahal memang iya hahaha).

Dari pada menulis kata-kata itu, alangkah baiknya jika Anda menulis.

Saya sudah mencari informasi di google dengan kata kunci “bla bla bla”. Tapi belum menemukan tulisan atau artikel yang pas dengan kebutuhan saya.

Saya juga sudah mencoba tutorial ini (lalu tuliskan urlnya), dan saya ada kesulitan untuk memahami bagian “bla bla bla”

Saya sudah mencoba menjalankan perintah “bla bla bla”, tapi mendapatkan error ini (lalu di copy paste kan error yang relevan ke milis).

Jadi kata AWAM jangan dijadikan alasan untuk tidak mencari tahu terlebih dahulu seputar permasalah Anda. Trus jangan takut untuk mencoba. Kalau salah atau nantinya ada error ya gpp. Itu kan bagian dari belajar.

Sebelum meminta bantuan temen-temen milis, biasakan Anda membantu diri sendiri dan bantulah temen-temen yang akan menjawab pertanyaan Anda dengan data-data yang lengkap seputar masalah yang Anda hadapi.

Sesekali cobalah tengok tulisan, Cara Bertanya yang Baik. Sebuah tulisan yang sangat-sangat bagus, tapi sayangnya yang baca sepertinya hanya admin milis saja hahaha.

Daftar lain yang tak kalah mengganggu (versi saya).

  • Saya jawab di milis, Anda reply japri!
  • Nanya pake bahasa ABG (lengkap dengan tulisan yang susah dibaca itu).
  • Mengganti tanda tanya dengan tanda seru (kayaknya ini masih ada kaitan dengan bahasa ABG).
  • Signature yang panjang. (lengkap dengan nomor telepon beberapa biji dan beberapa alamat blog narsisnya).
  • Signature disclaimer (yang saya sendiri gak ngerti maksud tujuannya apa).
  • Pake email @telkom.net, cari email gratisan lainnya yang nggak ngiklan setengah halaman di email yang Anda kirimkan.