<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cecep Mahbub &#187; Kolom Opini</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.org/topik/kolom-opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.org</link>
	<description>Mac, Linux, IT and other random things</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2011 06:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dosa-dosa Pengendara Motor</title>
		<link>http://ngadimin.org/2011/01/01/dosa-dosa-pengendara-motor/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2011/01/01/dosa-dosa-pengendara-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 16:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda pengendara motor, pasti pernah melakukan salah satu hal dari yang saya tulis di bawah ini. Kadang perilaku salah ini dianggap lumrah karena dilakukan secara berjamaah dan berulang. Gak pake helm Bonceng anak gak dipakein helm Gak punya SIM &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2011/01/01/dosa-dosa-pengendara-motor/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda pengendara motor, pasti pernah melakukan salah satu hal dari yang saya tulis di bawah ini. Kadang perilaku salah ini dianggap lumrah karena dilakukan secara berjamaah dan berulang.</p>
<ol>
<li> Gak pake helm</li>
<li> Bonceng anak gak dipakein helm</li>
<li>Gak punya SIM</li>
<li>Melewati batas garis di lampu merah</li>
<li>Nerobos lampu merah</li>
<li>Muter di puteran yang salah</li>
<li>Melawan arah</li>
<li>Saat macet ngambil jatah jalan arah lawan</li>
<li>Naik trotoar</li>
<li>Naik jembatan penyebrangan</li>
<li>Belok gak nyalain lampu sein</li>
<li>Nyalip zig-zag</li>
<li>Gak pasang kaca spion</li>
<li>Knalpot diganti dengan yang berisik</li>
<li>Lampu rem diganti jadi putih</li>
<li>Malem gak nyalain lampu</li>
<li>Ngabisin jalan saat neduh (di bawah fly over/jembatan penyebrangan)</li>
<li>Panik trus ngebut saat hujan turun</li>
<li>Boncengan lebih dari 2 orang</li>
<li>Anak diberdiriin saat dibonceng (biasanya ibunya ada dibelakang)</li>
<li>Bawa barang melebihi kapasitas</li>
<li>Bawa barang yg terlalu panjang (tangga/kayu panjang)<br />
UPDATE:</li>
<li>Bawa motor sambil nelpon/sms</li>
<li>Bawa motor sambil ngerokok</li>
</ol>
<h2>Dosa Combo</h2>
<p>Ngebut malem-malem nerobos lampu merah, trus melawan arah, nggak nyalain lampu, sambil boncengan 3 orang. Masih kurang dosanya? Jangan lupa knalpotnya sudah diganti pake knalpot yang berisik, gak pasang kaca spion, semuanya gak pake helm dan pastinya gak punya SIM karena yang bawa masih siswa SMP.</p>
<p>Luar biasa! Mungkin cuma ada di Indonesia.</p>
<h2>Dosa Berjamaah</h2>
<p>Sudah biasa berjamaah melewati garis batas di lampu merah. Ada satu nerobos lampu merah, lainnya ngikutin. Konvoi naik motor ke pengajian bukan pake helm, cukup pake sorban dan kopiah saja. Yang terakhir sudah ditulis di atas, rame-rame ngabisin jalur jalan ketika neduh di bawah fly over/jembatan penyebrangan.</p>
<h2>Yang Unik</h2>
<p>Jangan heran kalau yang salah malah lebih galak. Motor yang naik trotoar nglaksonin pejalan kaki. Yang ngelawan arah nggak mau ngasih jalan.</p>
<p>Jangan heran juga kalau ada genk motor. Yakinlah genk motor itu pada awalnya karena orang tua yang gak peduli sama anaknya. Gak percaya? Saya ambil contoh kecil. Ini bukan genk motor, tapi lumrah dan dianggap biasa.</p>
<ol>
<li>Masih SD/SMP sudah bawa motor (pasti gak punya SIM)</li>
<li>Anak kecil bawa motor, ngebonceng adiknya yang balita</li>
</ol>
<h2>Mengapa saya peduli?</h2>
<p>Karena perilaku serampangan ini berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan. Kalau yang celaka si pelanggar sih gpp, mungkin ucap syukur alhamdulillah berkurang satu orang bodoh di negara ini. Berkendara sembarangan itu bukan hanya membahayakan si pelanggar, tapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.</p>
<h2>Catatan</h2>
<p>Sebelum ada yang protes, pengguna mobil juga sama suka melanggar aturan. Memang betul demikian adanya. Tapi di tulisan ini saya sedang ingin membahas dosa-dosa pengendara motor. Demikian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2011/01/01/dosa-dosa-pengendara-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Then and Now</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 15:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[desktop]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1656</guid>
		<description><![CDATA[Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. Then and Now, My Desktop: Then and Now, Then and Now Meme dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di planet Ubuntu. Kalau mengenang jaman lalu, &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca planet Ubuntu, sepertinya lagi rame nampilin desktop jaman dulu dan desktop jaman sekarang. <a href="http://leogg.wordpress.com/2010/04/23/then-and-now/">Then and Now</a>, <a href="http://family.ubuntu-fl.org/mhall/my-desktop-then-and-now/">My Desktop: Then and Now</a>, <a href="http://jonathancarter.co.za/2010/04/24/then-and-now-meme/">Then and Now Meme</a> dan masih banyak lagi. Silakan lihat sendiri di <a href="http://planet.ubuntu.com/">planet Ubuntu</a>. </p>
<p>Kalau mengenang jaman lalu, saya pertama kali kenal justru FreeBSD. Kalau tidak salah versi pertama yang saya kenal itu FreeBSD 2.2.8. Maklum kampus tempat saya ngekost, mayoritas menganut mahzab FreeBSD. Jadi oleh senior-senior, saya juga diajarkan FreeBSD juga. Dan rasa-rasanya saya juga belum pernah memakai FreeBSD ini untuk desktop, di jaman itu terlalu nekad kalau menggunakan FreeBSD buat dekstop.</p>
<p>Kalau linux, pertama kali ngelihat kayaknya RedHat versi 5.2 (agak lupa juga persisnya). Trus lebih sering berkutat dengan Mandrake 6.1 dan versi berikutnya s.d tahun 2003 (tentu diselang-seling dengan distro lain untuk coba-coba). Setelah itu berkenalan dengan Gentoo. Saat pake linux Gentoo lah saya mulai ngeblog, dan salah satu screenshot terlama yang pernah tercatat di blog ini bisa Anda lihat di bawah ini.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a title="Desktop Screenshot 3 April 2004 by Cecep Mahbub, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/ngadimin/265981046/"><img src="http://farm1.static.flickr.com/106/265981046_401a2561a4.jpg" alt="Desktop Screenshot 3 April 2004" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Desktop Screenshot 3 April 2004, Gentoo dengan Gnome 2.4.2</p></div>
<p>Kembali lagi ke linux jaman dulu. Linux jaman dulu memang tidak senyaman sekarang. Apalagi kalau berhubungan dengan dunia multimedia. Saat menggunakan Mandrake 6.1 linux hanya bisa muter mp3 (beruntung waktu itu sudah ada xmms). Trus untuk muter VCD susahnya minta ampun. Biasanya saya copy file .dat lalu diputer pakai mpg123. Itu pun dengan resolusi yang gak bisa di bikin full screen. </p>
<p>Office, Excel? wah masa-masa sebelum openoffice lahir adalah masa kegelapan buat linux. Jadi jangan tanya bagaimana repotnya bertukar dokumen dengan pengguna OS lain. Browser juga sama. Yang terbaik waktu itu hanya Netscape 4.x yang sangat-sangat berat untuk dijalankan. Buka beberapa windows saja, sudah terasa berat (waktu itu belum ada tab ya). Jadi internet di linux sebelum firefox adalah masa kegelapan juga.</p>
<p>Satu lagi yang terasa agak lucu juga. Entah sampai tahun kapan linux punya masalah ini. Di linux itu kalau mau membuka atau nge-mount CD itu susahnya minta ampun (artinya harus di mount manual gitu loh). Mandrake pernah membuat inovasi yang samanya supermount, tapi tidak pernah bisa berjalan dengan sempurna, seseringnya crash. </p>
<p>Oke-oke cukup nostalgianya. Saya tidak akan cerita bagaimana kenalan dengan Debian dan Ubuntu. Terlalu panjang ceritanya. Sekarang mari kita sambut Ubuntu 10.04 LTS yang beberapa hari lagi akan di rilis. Mudah-mudahan saya ada waktu untuk mencicipinya. Sudah tujuh bulan lebih saya jarang berinteraksi dengan Linux di desktop. Tulisan ini pun saya tulis di Mac OS X Snow Leopard <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/04/25/then-and-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba Kembali Paket Internet dari IM2</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 15:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[mobi]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1624</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berhenti berlangganan IM2 sekitar 7 bulan yang lalu, dan berganti ke SMART, hari ini saya mencoba menjajaki kembali layanan Internet dari IM2. Penyebabnya sederhana, layanan Internet dari SMART yang saya gunakan sudah mulai masuk ke tahap yang agak menyebalkan juga. Mungkin di daerah kost-kostan saya (sekitar Mega Kuningan Jakarta), sudah terlalu penuh sesak sama pemakai SMART.</p>
<div id="attachment_1627" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2010/01/im2.jpeg"><img src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2010/01/im2.jpeg" alt="" title="im2" width="400" height="238" class="size-full wp-image-1627" /></a><p class="wp-caption-text">IM2 Broom Bastis!</p></div>
<p><strong>Membeli Paket Prabayar IM2</strong></p>
<p>Langkah pertama, saya mencari kartu perdana prabayar IM2. Tadinya saya mau ke Plasa Semanggi, disana kan ada counter IM2 Broadband Center. Tapi karena kepikiran mo sekalian belanja di Carrefour saya pilih ke Ambasador saja.</p>
<p><span id="more-1624"></span><br />
Saya beli di counter Koepoe Koepoe di lantai satu. Satu-satunya tempat yang saya temui yang menjual paket IM2. Di atas sih ada banyak yang jual SMART, rata-rata dibundel sama paket modem EVDO nya, selain tentu bisa juga beli di Gallery SMART di Lantai 3. </p>
<p>Ok, balik lagi ke cerita membeli paket prabayar. Selama saya mengaktivasi IM2, ada banyak orang yang membeli modem MOBI &#038; SMART. Luar biasa, sepertinya animo warga Jakarta untuk menikmati layanan Internet sangat besar. Dan wajar juga koneksi SMART saya semakin dodol surodol <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Yang beli IM2? gak ada! Malah si penjaga counternya juga seolah tidak percaya masih ada yang mencari paket IM2. Hahaha. Sepertinya IM2 sudah mendapatkan karma, seperti sudah diberi label layanan internetnya sering error, lambat dan lainnya yang jelek-jelek. Seperti yang terekam di blog ini, <a href="http://ngadimin.org/2009/02/23/indosatm2-dibantai-di-detik/">IndosatM2 dibantai di detik</a> atau <a href="http://ngadimin.org/2009/01/22/sejak-promo-murah-koneksi-im2-sangat-tidak-stabil/">Sejak Promo Murah Koneksi IM2 Sangat Tidak Stabil</a>.</p>
<p><strong>Koneksi Internet IM2</strong></p>
<p>Saya sudah memakainya selama 3 jam lebih. Dan selama pemakaian ini tidak ada permasalahan. Waktu dial lancar, setelah terkoneksi gak masalah. Sinyal selalu stabil di HSDPA, kecepatan internet juga stabil di kisaran 256kbps seperti yang dijanjikan (saya mengaktifkan paket unlimited yang dibatasi di 256kbps).</p>
<p>Hasil test dari speedtest.net bisa dilihat di bawah ini.</p>
<p><img src="http://www.speedtest.net/result/692058613.png" alt="Speed Test" /></p>
<p>Untuk sementara ini, saya kira IM2 berhasil memperbaiki kinerjanya. SMART dan MOBI yang sekarang lagi booming dengan paket unlimited dan kecepatan yang luar biasa (dulu saya sering dapet kecepatan lebih dari 1 Mbps), harusnya secara rutin mereview kapasitas internet mereka. Baik dari segi perangkat jaringan/BTS ataupun dari bandwidth internet di backbone internet mereka. </p>
<p>Layanan unlimited seringkali manis di awal, tapi menderita di akhir. Di awal tahun 2009, waktu rame-ramenya masalah kapasitas IM2 yang overload, banyak pakar internet termasuk dari pihak regulator yang mengusulkan adanya standar layanan untuk internet broadband. Tapi entah sudah sampai mana itu dijabarkan. Seringnya terlupakan dengan alasan klasik, itu program mentri yang lama <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/01/23/mencoba-kembali-paket-internet-dari-im2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau SMART lagi layak pakai</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1612</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini. UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1614" title="Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM" src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2009/12/Screen-shot-2009-12-16-at-11.41.37-PM1.png" alt="Screen shot 2009-12-16 at 11.41.37 PM" width="500" height="364" /></p>
<p>Beginilah seharusnya internet yang layak pakai itu. Sayangnya tidak setiap waktu dapet koneksi seperti ini. </p>
<p>UPDATE: 17 Desember 2009 jam 10:56, di Garut dapet EVDO 1536kbps huhuy! Kayaknya yang di sekitar kost-kostan di Jakarta populasinya sudah terlalu padat hahaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/12/17/kalau-smart-lagi-layak-pakai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fedora]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensuse]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop. Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet. Instal &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop. </p>
<ul>
<li>Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.</li>
<li>Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.</li>
<li>Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.</li>
<li>Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?</li>
<li>Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.</li>
<li>Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.</li>
<li>Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.</li>
</ul>
<p>Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi. </p>
<h2>Mari kita kutuk rame-rame!</h2>
<p>Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA! </p>
<p>Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya&#8230; tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.</p>
<p>Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/11/18/rutinitas-setelah-instalasi-desktop-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses Internet SMART Putus Tiap 30 Detik</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1583</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari ini, saya mendeteksi akses internet SMART mulai bermasalah. Akses web seperti biasa sih terasa normal. Masalah mulai muncul jika mendownload file, atau akses Yahoo Messenger, atau kalau saya sendiri akses ssh ke server selalu terputus. Dan setelah ditest, terputusnya itu tepat di detik ke-30.</p>
<p>Untuk Yahoo Messenger saya tidak bisa menghitungnya. Tapi untuk akses ssh mudah sekali bikin timernya. Pake perintah time saja.</p>
<pre>time ssh hostname.server-saya.com</pre>
<p>Lalu saya tunggu beberapa saat, dan setelah diskonek muncul tampilan seperti di bawah ini.</p>
<pre>Read from remote host hostname.server-saya.com: Connection reset by peer
Connection to hostname.server-saya.com closed.

real	0m30.312s
user	0m0.018s
sys	0m0.007s</pre>
<p>Sebelum Anda bertanya atau mengira ini adalah masalah di ssh server saya. Saya sudah pastikan bukan masalah konfigurasi idle atau timeout di ssh server. Saya juga mencobanya ke tiga network yang berbeda. Hasilnya sama saja, akses ssh terputus di detik ke-30.</p>
<p>Untuk yahoo messenger, juga sama. Setelah list temen saya muncul, yahoo messenger tiba-tiba diskonek lagi. Dugaan sementara sih, semua akses TCP mengalami gejala yang sama, terputus di detik ke-30.</p>
<p>Saya sudah mengirim email ke customercare@smart-telecom.co.id, sudah ada jawaban standar, &#8220;masalah sudah kami tindak lanjuti ke bagian yang terkait&#8221;. Tapi sampai dengan hari ini masalah ini masih tetap ada.</p>
<p>Mudah-mudahan bisa solve secepatnya, dan gak berakhir seperti kasus IndosatM2 yang bikin saya bener-bener merasa kesel. Sementara ini gak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjebak kontrak satu tahun. Duh! <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>UPDATE: 12 Oktober 2009, malemnya saya coba akses internet. Akses ssh ataupun yahoo messenger tidak mengalami masalah putus-nyambung lagi. Koneksi lancar jaya. Tapi kalau lambat itu urusan lain ya hehe. Setidaknya putus pada detik ke-30 sudah tidak terjadi lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/10/11/akses-internet-smart-putus-tiap-30-detik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf mas, bisa dijelaskan step-by-step nya gak, maklum saya AWAM</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/09/09/maaf-mas-bisa-dijelaskan-step-by-step-nya-gak-maklum-saya-awam/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/09/09/maaf-mas-bisa-dijelaskan-step-by-step-nya-gak-maklum-saya-awam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 16:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1530</guid>
		<description><![CDATA[Empat Satu kata dari saya, males banget dot com Kadang pertanyaan sederhana, ketika dijawab secara step-by-step hasilnya bisa berupa satu buku berpuluh-puluh halaman. Dan awam bukan alasan untuk bersikap &#8220;malas&#8221; (dalam tanda kutip, karena orang Indonesia suka tersinggung kalau dibilang &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/09/09/maaf-mas-bisa-dijelaskan-step-by-step-nya-gak-maklum-saya-awam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat <del datetime="2009-09-09T18:25:43+00:00">Satu</del> kata dari saya, males banget dot com <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kadang pertanyaan sederhana, ketika dijawab secara step-by-step hasilnya bisa berupa satu buku berpuluh-puluh halaman. Dan awam bukan alasan untuk bersikap &#8220;malas&#8221; (dalam tanda kutip, karena orang Indonesia suka tersinggung kalau dibilang malas, padahal memang iya hahaha).</p>
<p>Dari pada menulis kata-kata itu, alangkah baiknya jika Anda menulis.</p>
<blockquote><p>Saya sudah mencari informasi di google dengan kata kunci &#8220;bla bla bla&#8221;. Tapi belum menemukan tulisan atau artikel yang pas dengan kebutuhan saya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Saya juga sudah mencoba tutorial ini (lalu tuliskan urlnya), dan saya ada kesulitan untuk memahami bagian &#8220;bla bla bla&#8221;</p></blockquote>
<blockquote><p>Saya sudah mencoba menjalankan perintah &#8220;bla bla bla&#8221;, tapi mendapatkan error ini (lalu di copy paste kan error yang relevan ke milis).</p></blockquote>
<p>Jadi kata AWAM jangan dijadikan alasan untuk tidak mencari tahu terlebih dahulu seputar permasalah Anda. Trus jangan takut untuk mencoba. Kalau salah atau nantinya ada error ya gpp. Itu kan bagian dari belajar.</p>
<p>Sebelum meminta bantuan temen-temen milis, biasakan Anda membantu diri sendiri dan bantulah temen-temen yang akan menjawab pertanyaan Anda dengan data-data yang lengkap seputar masalah yang Anda hadapi.</p>
<p>Sesekali cobalah tengok tulisan, <a href="http://groups.google.com/group/id-ubuntu/web/cara-bertanya-yang-baik">Cara Bertanya yang Baik</a>. Sebuah tulisan yang sangat-sangat bagus, tapi sayangnya yang baca sepertinya hanya admin milis saja hahaha.</p>
<p></p>
<p>Daftar lain yang tak kalah mengganggu (versi saya).</p>
<ul>
<li>Saya jawab di milis, Anda reply japri!</li>
<li>Nanya pake bahasa ABG (lengkap dengan tulisan yang susah dibaca itu).</li>
<li>Mengganti tanda tanya dengan tanda seru (kayaknya ini masih ada kaitan dengan bahasa ABG).</li>
<li>Signature yang panjang. (lengkap dengan nomor telepon beberapa biji dan beberapa alamat blog narsisnya).</li>
<li>Signature disclaimer (yang saya sendiri gak ngerti maksud tujuannya apa).</li>
<li>Pake email @telkom.net, cari email gratisan lainnya yang nggak ngiklan setengah halaman di email yang Anda kirimkan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/09/09/maaf-mas-bisa-dijelaskan-step-by-step-nya-gak-maklum-saya-awam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Iklan Memenuhi Layar</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/08/14/saat-iklan-memenuhi-layar/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/08/14/saat-iklan-memenuhi-layar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 15:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya suka misuh-misuh sama detik. Saya suka meledek kalau detik itu adalah portal iklan. Sekarang giliran kompas yang gak sopan. Seluruh layar ditutup sama iklan! Saya sebetulnya ingin mensupport portal berita tersebut, dengan tidak memblock iklan-iklan yang muncul dilayar. &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/08/14/saat-iklan-memenuhi-layar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu saya suka misuh-misuh sama detik. Saya suka meledek kalau detik itu adalah portal iklan. Sekarang giliran kompas yang gak sopan. Seluruh layar ditutup sama iklan!</p>
<div id="attachment_1512" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2009/08/kompas_gak_sopan.png" alt="Kompas.Com, mana beritanya?" title="kompas_gak_sopan" width="500" height="330" class="size-full wp-image-1512" /><p class="wp-caption-text">Kompas.Com, Mana beritanya?</p></div>
<p>Saya sebetulnya ingin mensupport portal berita tersebut, dengan tidak memblock iklan-iklan yang muncul dilayar. Tapi apa boleh dikata, media tersebut sudah melecehkan pembacanya sendiri. Sekalinya buka pakai google chrome, muncullah iklan yang memenuhi layar! Susah juga berpindah hati dari Firefox dan Adblock Plus.</p>
<p>Pertanyaan, mengapa media lokal tidak bisa seperti facebook yang bisa lebih menghormati usernya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/08/14/saat-iklan-memenuhi-layar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ISP Mana Saja yang Nutup Port 25?</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/08/06/isp-mana-saja-yang-nutup-port-25/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/08/06/isp-mana-saja-yang-nutup-port-25/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 15:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[block]]></category>
		<category><![CDATA[isp]]></category>
		<category><![CDATA[port 25]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya salah satu user saya komplen. Katanya gak bisa ngirim email pake smtp yang sudah diset di kantor. Setelah cek-sana sini, dan konfirmasi bolak-balik, akhirnya disimpulkan koneksi dari komputer dia ke port 25 di smtp kantor, gak bisa. Dia waktu &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/08/06/isp-mana-saja-yang-nutup-port-25/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceritanya salah satu user saya komplen. Katanya gak bisa ngirim email pake smtp yang sudah diset di kantor. Setelah cek-sana sini, dan konfirmasi bolak-balik, akhirnya disimpulkan koneksi dari komputer dia ke port 25 di smtp kantor, gak bisa. Dia waktu itu pake <strong>IndosatM2</strong>.</p>
<p>Beberapa minggu kemudian, saya mau membalas email pagi-pagi banget, sebelum berangkat ke kantor. Lama&#8230; email gak ke kirim-kirim, dan akhirnya di <em>cancel </em>saja. Ternyata setelah di cek, sama seperti kasus user di atas, port 25 di smtp kantor tidak bisa saya akses. Waktu itu saya pake <strong>SMART</strong>.</p>
<p>Beberapa hari setelah kasus saya, ada lagi user yang komplen tidak bisa kirim email dari rumah. Dan tebakan Anda tepat! Port 25 di <em>block</em> juga. User yang ini pakai <strong>FastNet</strong>.</p>
<p>Jadi sudah ada 3 ISP yang mem <em>block</em> <em>outgoing connection</em> ke port 25. Entah alasannya apa, tapi yang saya sesalkan kok tidak ada sosialisai ke pengguna ISP tersebut. Padahal jelas-jelas port 25 itu sangat penting, karena kebanyakan konfigurasi pengiriman email masih menggunakan port itu. </p>
<p>Pertanyaannya sekarang, ISP mana lagi menyusul?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/08/06/isp-mana-saja-yang-nutup-port-25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mbah Surip dan Media yang Memanfaatkannya</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/08/05/mbah-surip-dan-media-yang-memanfaatkannya/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/08/05/mbah-surip-dan-media-yang-memanfaatkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 05:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Tautan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[mbah surip]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1485</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tapi sekarang Mbah Surip sudah menjadi industri. Dia sudah menjadi &#8216;budak&#8217; yg bikin orang makmur. Bayangkan tivi-tivi memanfaatkan dia, sehari bisa 6 episode. Dan mereka gak pernah mau tahu kalau Mbah Surip sudah tua dan masih menggunakan motor ke mana-mana,&#8221; &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/08/05/mbah-surip-dan-media-yang-memanfaatkannya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Tapi sekarang Mbah Surip sudah menjadi industri. Dia sudah menjadi &#8216;budak&#8217; yg bikin orang makmur. Bayangkan tivi-tivi memanfaatkan dia, sehari bisa 6 episode. Dan mereka gak pernah mau tahu kalau Mbah Surip sudah tua dan masih menggunakan motor ke mana-mana,&#8221; tegas Bertha lagi.</p>
<p>Kini Bertha mengaku miris melihat Mbah Surip yang tumbang di masa kejayaannya. &#8220;Akhirnya ia diperas habis-habisan. Saat ini saya dalam kesedihan mutlak,&#8221; imbuhnya lagi. </p>
<p>Sumber: <a href="http://www.detikhot.com/read/2009/08/05/121024/1177752/230/penyanyi-bertha-sebut-mbah-surip-budak">detik.com</a></p></blockquote>
<p>Saya sangat setuju dengan pendapatnya Mbak Bertha, dan memang begitulah dunia pertelevisian di Indonesia <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/08/05/mbah-surip-dan-media-yang-memanfaatkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced (User agent is rejected)

Served from: ngadimin.org @ 2012-05-23 22:23:49 -->
