Archive for 'Kolom Opini'

Ciri Khas Demonstrasi Di Indonesia

May 20th, 2008. Published under Kolom Opini. No Comments.

  1. Katanya demi rakyat dan untuk membela kepentingan rakyat.
  2. Mengatasnamakan lembaga/organisasi tertentu. Bikin saja nama yang keren. Misal, FPPDS (Forum Peduli Pada Diri Sendiri)
  3. Oh… jangan lupakan mahasiswa. Mereka adalah agen perubahan.
  4. Bakar ban di jalan. (menurut aku ingin hijau, aksi seperti ini bukanlah demo hijau)
  5. Kalau perlu tutup jalan. Jalan kan milik rakyat. Pendemo juga rakyat. Jadi berhak dong untuk menutup jalan. Ingat ini demi rakyat juga.
  6. Sweeping. Apapun bisa di sweeping. Yang kena sweeping pasti lagi sial.
  7. Pake pelindung. Misal helm. Mungkin biar terhindar dari batu.
  8. Pengumuman! Ini aksi damai.
  9. Berani merusak. Tidak berani bertanggung jawab.
  10. Polisi pasti salah. Pendemo pasti pihak yang di dzalimi.
  11. Katanya, bisnis yang menggiurkan…

Ada yang mau menambahkan?

Ingin Persib Juara? Pilih Agum

March 30th, 2008. Published under Kolom Opini. 5 Comments.

Hehehe, ini bukan kampanye calon gubernur ya. Tapi asli gw ngakak baca janji dari Pak Agum Gumelar. Ya, sah-sah saja sih untuk kampanye. Semua cara bisa digunakan untuk menarik simpati dari calon pemilih.

Tapi kalau memang bener-bener bisa bikin Persib juara lagi, saya dukung deh Pak. Nah kalau misalnya Pak Agum sudah jadi gubernur, trus Persib tidak juga jadi juara? Ya harus mundur! (gw serius nih, buktinya gw sudah pake tanda pentungan)

Nanti kalau ada capres (kan 2009 udah deket tuh) yang menjanjikan PSSI juara, gw juga bakal dukung deh. Tapi kalau misalnya nanti sudah terpilih dan PSSI tidak juga juara harus mau mundur ya. Oh iya, khusus untuk capres harus berani memecat ketua PSSI-nya juga :P

Eh, tapi ngomong-ngomong nih. Sepertinya gw nggak bisa milih ya, karena KTP gw Tangerang alias masuk Banten :D

Para Pemimpin Kita Kocak Juga Ya

February 8th, 2008. Published under Kolom Opini. No Comments.

Setelah melihat acara today dialog di MetroTV, walaupun cuma siarang ulangnya, gw ngakak abis. Ternyata para pemimpin, tokoh-tokoh reformasi kita kocak jg ya. Gw cuma nonton diakhir acara sih (baru bangun tidur jam satu siang lebih), jadi kebagian bagian akhirnya saja. Disana ada Pak Wiranto, Pak Amien Rais dan Pak Wapres Jusuf Kalla. Ketiganya kocak abis, malah yang muda-muda (dibarisan penonton) terlihat lebih emosional. Jadi kesannya kalah kelas sama yang tua-tua hahaha.

Harusnya para pemimpin partai tuh sering bertemu seperti itu, biar nggak banyak konflik. Kan kalau ngelihat para pemimpinnya damai-damai saja, rakyatnya jg tentram. Apalagi kalau seperti diacara todays dialog itu, kan lumayan ada lawakan gratis :P

Btw, tapi Bu Megawati katanya tidak jadi datang. Ya, memang Ibu yang satu ini agak susah kalau diajak kumpul-kumpul. Mungkin merasa inferior kali ya hehehek. Dan untungnya Pak SBY juga tidak dateng. Kalau beliau datang, kesan seriusnya bakal lebih terasa. Presiden kita yang satu ini perlu lebih banyak tersenyum tuh, harus lebih banyak belajar senyum dari almarhum Pak Harto :D

Gara-gara Busway Nih

October 6th, 2007. Published under Kolom Opini. 3 Comments.

Lagi-lagi cerita soal pembangunan jalur busway. Dua hari kemarin gw terkena imbasnya. Perjalanan dari depan kantor gw ke arah semanggi yang jaraknya kurang dari 1km, rata-rata membutuhkan waktu diatas 30 menit. Plus udara jakarta yang sedang tidak bersahabat, panas nan menyengat. Wuihh ini bener-bener ujian buat yang lagi puasa :D

macet-gara-gara-busway.jpg

Foto diatas belum seberapa. Disana terlihat jalan arteri dan jalan tol dua-duanya padat. Kalau lagi parah, macetnya tuh bisa-bisa dari semanggi sampai ke arah pancoran. Dan dua-duanya macet, arah ke grogol juga yang arah ke cawang. Gimana? Enakkan hidup di Jakarta :D

Bang Yos emang luar biasa. Sebelum lengser, sempet-sempetnya ngasih kado yang tidak terlupakan :P

RI 1 Lewat, Jalanan Ditutup

September 2nd, 2007. Published under Kolom Opini. 3 Comments.

Nggak ada yang salah dengan judul di atas. Emang itu sudah ada aturannya, bagian dari SOP pengamanan RI 1. Cuma gw agak heran saja. Soalnya baru pertama kali melihatnya.

Ceritanya gw lagi nunggu taksi. Tapi sepertinya setelah 5 menit, nggak ada yg lewat. Boro-boro taksi, semua kendaraan nggak ada yg lewat. Ternyata setelah gw jalan dikit, gw perhatiin dari jauh, depan pintu tol Semanggi II (dekat hotel Kartika Chandra) jalanan diblok sama polisi. Nggak boleh ada mobil yg lewat.

Setelah itu, sekitar 5 menit kemudian muncul kendaraan sambil bunyiin sirine. Trus diikuti beberapa motor pengawal dari polisi. Abis itu muncullah mobil dengan plat RI 1. Nah, baru gw ngeh. Ooohhhh ada presiden lewat. Pantesan jalan ditutup.

Dasar katrok, yang begini aja ditulis diblog. Maaf nggak ada skrinsut.

Yang Gw Suka Dari Pilkada DKI 2007

August 8th, 2007. Published under Kolom Opini. 3 Comments.

Jalanan sepi, lancar dan tidak ada kemacetan. Tapi kantor juga sepi :(

Esia Kampret!

July 24th, 2007. Published under Kolom Opini. 10 Comments.

pacarku sayangilah aku
seperti ku menyayangimu
pacarku cintailah aku
seperti aku cinta kamu

Berawal dari laporan temen gw. Katanya nada sambung gw lucu banget. “Lagi patah hati yah?”, kata temen gw. Gw sendiri bingung. Perasaan blom pernah pasang nada sambung apapun.

Gw nggak pernah suka layanan nada sambung. Menurut gw itu cuma buang-buang duit saja. Toh orang nelpon bukan mo dengerin lagu, tapi mo gw angkat. Mereka lebih seneng denger gw dibanding lagu-lagu itu. Eh, beneran loh. Bener kan, kalau lo nelp lo berharap yang ditelp menjawab telp lo?

Barusan gw iseng nelp ke nomor esia gw. Ternyata beneran. Ada lagu Kangen Band, yang judulnya selingkuh. Tuh liriknya diatas. Dengan suara yang mendayu-dayu, memelas seperti orang yang lagi patah hati berat, keluar tuh lagu. Damn! Masa gw pasang lagu seperti itu. Sudah dirampok 9 rebu perak, dikasih lagu yang aneh pula. Wah ancur lah reputasi gw dimata client nih :P

Dan tulisan ini sepertinya bukan yang pertama. Sudah banyak tulisan serupa yang mengutuk Esia karena sudah merampok pulsa lewat nada sambung pribadi yang dipaksakan.

Garut Ribut?

July 23rd, 2007. Published under Kolom Opini. No Comments.

Aya naonnya di Garut? Beritana meni heboh kitu. Sudah beberapa minggu terakhir, Garut digoyang demo, menuntut Bupati utk mundur.

Tah kitu jadina lamun korupsi teu babagi teh. Jadi lamun rek korupsi, omat nulain oge kudu dibere bagian. Hehehe.

Baydeway, lamun jiga kieu mah, saya oge jadi merasa terpanggil nih. Kalau ntar memang jadi, Bupati nu ayeuna turun tahta. Saya siaplah untuk jadi Bupati Garut. Ya memang sih, menyalahi rencana jangka panjang saya. Tapi kalau memang warga Garut meminta saya utk menjadi Bupati Garut, masa saya tolak! Hehehe :P

Berita terkait dari Detik.Com:
Jebol Gerbang, Massa 7 Parpol Duduki Kantor Bupati Garut
Gubernur: Garut Belum Darurat

Halte Harmoni Di Malam Hari

July 23rd, 2007. Published under Kolom Opini. 2 Comments.

Lampunya blom diganti yah. Atau blom dipasang. Masa malem gelap-gelapan begitu. Tanya kenapa?

Lagu Lama Kereta Api Indonesia

July 14th, 2007. Published under Kolom Opini. No Comments.

naik kereta api, tut tut tut
siapa hendak turut
ke bandung, surabaya…
(kok jogja nggak disebut yah hehe)
dst…

Maaf, bukan lagu itu yang dimaksud. Yang gw maksud adalah keterlambatan jadwal kereta api kita. Mau berangkat telat, dateng apalagi.

Gw memang sudah lama nggak naik kereta api. Dua tahun yang lalu, gw sering pake. Kalau mau ke Bandung atau sebaliknya dari Bandung mau ke Jakarta, gw pasti naik kereta api. Salah satunya karena walaupun suka telat, kereta api masih lebih nyaman dan lebih cepat dari sarana transportasi lain.

Tapi semenjak ada jalur Cipularang, gw sudah ucapkan selamat tinggal sama kereta api. Jangankan sama travel yang memang menjanjikan Bandung - Jakarta ditempuh dengan 2 jam. Dengan bis reguler saja, seseringnya kereta masih kalah cepat.

Dan setelah dua tahun nggak pake kereta, tadi malem gw dateng lagi ke Gambir. Nganter temen yang mau ke Jogja. Eh, taunya lagu lama masih tetep ada. Telat bin ngaret! Payah. Kenapa semua hal yang dikelola sama pemerintah kok payah yah?

sampai stasiun kereta pukul setengah dua
duduk aku menunggu tanya loket dan penjaga
kereta tiba pukul berapa?

biasanya kereta terlambat
dua jam mungkin biasa (rusak lo)

(Iwan Fals, Kereta Tiba Pukul Berapa. Dari Album Sumbang 1983)