Category Archives: Personal

Laptop Baru, MacBook Pro 13″

Setelah kurang lebih 3.5 tahun menggunakan Asus W5F (fotonya ada di tulisan yang ini), akhirnya kemarin tanggal 30 September 2009, saya bisa membeli lagi laptop baru. Kali ini saya membeli MacBook Pro 13″ MB990ZP, speknya bisa dilihat di website Bhinneka.Com.

Awalnya saya tanya-tanya di Click Mal Ambasador. Siang selepas jam makan siang, saya bareng temen saya dateng langsung ke tokonya, tapi ternyata di sana lagi tidak ada stok barang. Kemudian sorenya saya mencoba menelpon bhinneka.com, telpnya selalu sibuk. Dan akhirnya saya bisa terhubung ke eStore Ratu Plasa. Menurut yang menerima telp, stok barang ada.

MacBook Pro 13" MB990ZP

MacBook Pro 13 Inch MB990ZP

Sepulangnya dari kantor, saya langsung menuju ke eStore Ratu Plasa. Dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya, saat pembayaran ada sedikit kendala. Sebetulnya kendala non teknis, toko suka ribet ngasih harga kalau pembayaran tidak full debit atau tidak full credit card. Sedangkan saya ingin membayar sebagian dengan debit BCA, dan sebagian dengan kartu kredit. Tapi sepertinya toko ribet banget ngitung harganya hehe. Tapi setelah sedikit nego-nego, akhirnya proses pembayaran pun lancar, dan saya hanya kena charge 3% untuk sisa pembayaran yang via kartu kreditnya saja.

Sekarang saya lagi menunggu snow leopard dikirim. Sudah order online, bayar 119 ribu rupiah, dan katanya mau dikirim sekitar 2 minggu lagi :D

Periksa Gigi di Medistra

Panoramic X-Ray

Foto Gigi hasil Panoramic X-Ray (tapi ini bukan foto gigi saya ya...)

Ini cerita saya waktu kemarin sakit gigi. Saya termasuk bandel urusan penyakit yang satu ini. Mungkin saya termasuk yang takut ke dokter gigi. Buktinya seumur hidup saya yang hampir mencapai 30 tahun ini, baru ke dokter gigi dua kali.

Sekali pas sakit gigi dulu (sekitar dua tahun yang lalu, tahun 2007), ada bolong trus ditambal di puskesmas Mampang Prapatan. Kali kedua yang sekarang ini, ke dokter di RS Medistra. Kasus yang sekarang juga hampir sama ada bolong trus minta ditambal. Tapi karena sakit (ada bengkak), ya diobati dulu sakitnya.

Nah yang terakhir ini nih yang parah. Sudah sakitnya gak sembuh-sembuh, dan bolong nya sudah disana-sini. Akhirnya dengan sedikit terpaksa (terpaksa, karena saya perkirakan biaya utk perawatan gigi ini bakal mahal), saya berangkat ke RS Medistra, setelah sebelumnya saya bikin appointment (gaya ya istilahnya, oke saya ganti jadi janjian deh, via staff rumah sakit hehehe ) dengan dokter gigi disana.

Daftar sama seperti daftar pasien rawat jalan lainnya (kebetulan saya dulu pernah berobat jg di RS ini, jadi gak perlu ngisi data-data lagi). Saya lalu menuju lantai 4 di gedung B (gedung belakang). Sesampainya dilantai 4, saya tidak perlu menunggu lama, karena sudah bikin janji, jadi pas saya datang pasien sebelumnya sudah hampir selesai. Itulah enaknya kalau pakai sistem janjian dulu ;)

Continue reading

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Anak?

Sedikit cerita, waktu mudik lebaran haji kemarin. Seperti biasa kalau lagi ada sesuatu yang harus diselesaikan, saya jadi pendiam. Mau ngobrol tapi susah nyari waktu yang tepat, akhirnya sebagian besar waktu dihabiskan di depan laptop atau di tempat tidur.

Tapi akhirnya saya bisa bicara juga dengan Ibu, dan berdiskusi seputar hal-hal yang dulu pernah saya canangkan sejak kurang lebih 3 tahun lalu. Dan ternyata kabar baik itu datang juga, alhamdulillah. Dengan adanya berita baik itu, setidaknya saya bisa lebih konsentrasi ke hal lain. Kata orang-orang sih, menyiapkan bekal untuk masa depan (ya walau mungkin sedikit terlambat buat saya).

Dan seperti yang sudah di-planning dari Jakarta, setelah berbicara masalah di atas, saya tadinya mau memberikan surprise. Lalu saya pun bicara tentang rencana saya dan kakak saya mau memberangkatkan beliau berdua ke tanah suci mekkah. Tapi raut muka beliau berubah, bukan raut muka gembira yang muncul tapi yang ada beliau malah menangis… yang tadinya saya pikir bakal membuat beliau gembira, malah bikin beliau bersedih.

Jujur, waktu itu saya juga ikutan nangis. Entah kenapa, mungkin karena merasa apa yang beliau sampaikan seperti membuat saya merasa sangat-sangat bersalah. Karena sebelumnya di Jakarta saya sempet curhat ke kakak saya, kalau saya kadang bingung dengan apa yang sebenarnya orang tua saya mau. Seolah-olah orang tua adalah beban. Tapi ternyata semua itu salah… dan saya cuma bisa menangis.

Ya, saya tau ini cerita setengah-setengah. Karena beberapa hal memang menyangkut masalah-masalah pribadi yang kurang baik kalau di publish ke khalayak (seperti di blog ini). Satu hal yang pasti, percayalah kalau kasih ibu itu sepanjang jalan. Lalu kalau kasih anak? moga-moga tidak sepanjang penggalan.

Kenapa Hari Ini Begadang?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya tuliskan dulu sebuah quote dari entah berantah (lupa sumbernya).

Code of the West
(from “Cowboy Ethics: What Wall Street Can Learn from the Code of the West” by James P. Owen)

  1. Live each day with courage.
  2. Take pride in your work.
  3. Always finish what you start.
  4. Do what has to be done.
  5. Be tough, but fair.
  6. When you make a promise, keep it.
  7. Ride for the brand.
  8. Talk less and say more.
  9. Remember that some things aren’t for sale.
  10. Know where to draw the line.

Nah jawabannya itu. Yang hurufnya saya tebalkan. Sebagai seorang gentleman (hehehe), saya harus sebisa mungkin menepati janji yang sudah diberikan. Entah itu untuk urusan pribadi atau kerjaan kantor. Ya walau harus begadang :(

Satu lagi, kenapa malam ini begadang, karena mikirin materi blog, ya mikirin tulisan ini :))