<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cecep Mahbub &#187; Tips Linux</title>
	<atom:link href="http://ngadimin.org/topik/tips-linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngadimin.org</link>
	<description>Mac, Linux, IT and other random things</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jan 2011 06:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menghitung Memori Yang Sekarang Sedang Digunakan oleh Aplikasi</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 13:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[memory]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[Menghitung memori yang terpakai oleh sebuah program yang sedang berjalan di Linux itu agak ribet. Anda bisa melihat/menghitungnya dari output perintah ps, atau pmap. Tapi apa yang Anda lihat bukanlah apa yang terpakai. Harus dihitung dulu. Dan disini saya tidak &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menghitung memori yang terpakai oleh sebuah program yang sedang berjalan di Linux itu agak ribet. Anda bisa melihat/menghitungnya dari output perintah <tt>ps</tt>, atau <tt>pmap</tt>. Tapi apa yang Anda lihat bukanlah apa yang terpakai. Harus dihitung dulu. </p>
<p>Dan disini saya tidak sedang ingin membicarakan hal yang rumit. Yang rumit silakan di googling saja. Ada yang sudah berbaik hati, membuatkan <em>python script</em> yang bisa digunakan untuk menghitung alokasi memori per proses/aplikasi/program. </p>
<p>Ambil <a href="http://www.pixelbeat.org/scripts/ps_mem.py">ps_mem.py</a>, skrip yang sudah lama ada, tapi entah memang google yang menyembunyikannya, atau saya yang tidak mencari sehingga baru tahu hari ini <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /></p>
<pre class="brush: plain; light: true; title: ; notranslate">sudo ./ps_mem.py</pre>
<p>Berikut contoh hasil keluaran python script di atas, di jalankan di hostingan Linode VPS saya.</p>
<pre class="brush: plain; light: true; title: ; notranslate">
Private  +   Shared  =  RAM used       Program 

  4.0 KiB +  35.5 KiB =  39.5 KiB       getty
 28.0 KiB +  29.5 KiB =  57.5 KiB       atd
  4.0 KiB +  73.5 KiB =  77.5 KiB       upstart-udev-bridge
  0.0 KiB +  84.5 KiB =  84.5 KiB       udevd (3)
 96.0 KiB +  24.0 KiB = 120.0 KiB       dhclient3
 84.0 KiB +  58.5 KiB = 142.5 KiB       cron
116.0 KiB + 187.5 KiB = 303.5 KiB       master
264.0 KiB +  87.0 KiB = 351.0 KiB       ntpd
208.0 KiB + 201.5 KiB = 409.5 KiB       qmgr
256.0 KiB + 208.0 KiB = 464.0 KiB       tlsmgr
404.0 KiB +  84.5 KiB = 488.5 KiB       rsyslogd
348.0 KiB + 189.5 KiB = 537.5 KiB       pickup
480.0 KiB + 112.5 KiB = 592.5 KiB       init
  1.2 MiB +  55.5 KiB =   1.2 MiB       bash
764.0 KiB +   1.2 MiB =   1.9 MiB       sshd (3)
  2.1 MiB + 404.0 KiB =   2.5 MiB       python2.6
  2.6 MiB + 848.5 KiB =   3.4 MiB       nginx (5)
  4.2 MiB +   2.6 MiB =   6.8 MiB       apache2 (5)
 11.1 MiB + 117.5 KiB =  11.2 MiB       mysqld
 57.0 MiB + 562.0 KiB =  57.5 MiB       php5
---------------------------------
                         88.1 MiB
=================================
</pre>
<p>Tuh kan&#8230; yang boros itu php nya, bukan apachenya. Sebelum ada yang bertanya, saya pasang Nginx di depan Apache + suExec/FastCGI + php5.</p>
<p>Btw, di tempat mengunduh skript tadi banyak loh skrip lain yang menarik. Silakan <a href="http://www.pixelbeat.org/scripts/">dilihat-lihat</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/06/29/menghitung-memori-yang-sekarang-sedang-digunakan-oleh-aplikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keyboard Shortcut untuk BASH</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 16:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[bash]]></category>
		<category><![CDATA[shortcut]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1674</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasakan menderitanya pergi ke awal baris hanya untuk memperbaiki salah ketik di Terminal? Apalagi kalau koneksi yang digunakan tipikal GPRS yang gak stabil, bisa makin bete saja. Biasanya kalau sudah begini, cara bodohnya saya cancel perintah tersebut, kemudian saya &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah merasakan menderitanya pergi ke awal baris hanya untuk memperbaiki salah ketik di Terminal? Apalagi kalau koneksi yang digunakan tipikal GPRS yang gak stabil, bisa makin bete saja.</p>
<p>Biasanya kalau sudah begini, cara bodohnya saya <em>cancel</em> perintah tersebut, kemudian saya buka aplikasi note (notepad misalnya kalau di Windows, atau apapun yang bisa dipake untuk nulis), lalu mengetikkan semua perintah disana (pasti lebih cepet kan). Salin perintah tersebut dan tempelkan (<em>paste</em>) ke Terminal yang sedang terkoneksi ke <em>remote</em> server.</p>
<p>Cara lain yang saya gunakan (setelah hilang malesnya), adalah menghafal  beberapa <em>keyboard shorcut</em> yang bisa digunakan untuk BASH. Tidak perlu semuanya dihafal, pilih beberapa saja. Misal, favorit saya cuma 3 <em>shortcut</em>.</p>
<ol>
<li><strong>CTRL + a</strong> &#8211; Untuk pergi ke awal baris</li>
<li><strong>CTRL + e</strong> &#8211; Untuk pergi ke akhir baris</li>
<li><strong>CTRL + k</strong> &#8211; Untuk menghapus semua karakter di kanan kursor</li>
</ol>
<p>Dengan tiga <em>shortcut</em> itu saja, saya bisa lebih efesien bekerja di Terminal. Mau yang lebih lengkap, silakan dilihat di <a href="http://www.howtogeek.com/howto/ubuntu/keyboard-shortcuts-for-bash-command-shell-for-ubuntu-debian-suse-redhat-linux-etc/">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/05/31/keyboard-shortcut-untuk-bash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari tahu besar email yang bisa diterima oleh server tujuan</title>
		<link>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 15:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngoprek]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[size]]></category>
		<category><![CDATA[telnet]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1631</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar. Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin suatu ketika Anda ingin mengirim email ke seorang teman dengan alamat email tertentu. Dan dalam email itu Anda ingin menyertakan beberapa berkas dokumen yang lumayan besar.</p>
<p>Sekarang permasalahannya apakah server tujuan bisa menerima email Anda atau tidak. Karena email server biasanya membatasi besar email yang bisa diterima. Bisa saja Anda kirim dulu dengan perkiraan kalau kelebihan, nanti ada pesan bounce/error dari server tujuan. Tapi masa kirim email kok pakai coba-coba (halah kemakan iklan nih, hahaha).</p>
<p>Dari pada coba-coba mending kita tanya ke servernya langsung. Misal, kita ingin tahu berapa besar email yang bisa diterima oleh domain cbn.net.id.</p>
<p>Pertama cari tahu dulu, server mana yang harus kita cek. Mau kirim email kan? Cek MX record untuk domain tersebut.</p>
<pre class="brush: plain; light: true; title: ; notranslate">
dig mx cbn.net.id

[dipotong...]
;; ANSWER SECTION:
cbn.net.id.             8185    IN      MX      20 mx.cbn.net.id.
[dipotong...]
</pre>
<p>Dapet, server yang harus di cek adalah mx.cbn.net.id, sekarang mari kita tanya ke servernya.</p>
<pre class="brush: plain; light: true; title: ; notranslate">
telnet mx.cbn.net.id 25

Trying 125.208.145.26...
Connected to mx.cbn.net.id.
Escape character is '^]'.
220 mx.cbn.net.id ESMTP
helo cecep.ngadimin.org
250 mx.cbn.net.id
ehlo cecep.ngadimin.org
250-mx.cbn.net.id
250-8BITMIME
250-SIZE 10485760
</pre>
<p>Servernya jawab, kalau email yang bisa dia terima itu besarnya 10485760 byte (~10MB). </p>
<p>Dengan cara yang sama kita bisa tahu kalau gmail bisa menerima email s.d ~35MB, Hotmail 29MB, ngadimin.org ~35MB (dihosting di google jg, pake google apps).</p>
<p><strong>Catatan:</strong> tidak semua server bisa dicek seperti itu. Seperti yahoo misalnya, begitu di telnet langsung di close (kayaknya dia pakai proteksi semacam greylisting). Dan tidak semua smtp server memberikan informasi SIZE yang kita tanya tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2010/03/11/mencari-tahu-besar-email-yang-bisa-diterima-oleh-server-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Django DebugFooter Middleware</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[django]]></category>
		<category><![CDATA[snippet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1602</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin memasang DebugFooter di django. Dan ternyata malah muncul error: Setelah googling, dan menemukan artikel backwards-incompatible changes dari versi 0.96 ke 1.0, dibagian Signal refactoring dijelaskan ada perubahan kode. Singkat cerita, saya akhirnya bisa memasang DjangoFooter middleware. Saya pakai &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin memasang <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/766/">DebugFooter</a> di django. Dan ternyata malah muncul error: </p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     response = middleware_method(request)
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]   File &quot;/sites/blog/../blog/debug_middleware.py&quot;, line 100, in process_r
equest
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     dispatcher.connect(
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] AttributeError: 'module' object has no attribute 'connect'
</pre>
<p>Setelah googling, dan menemukan artikel <a href="http://code.djangoproject.com/wiki/BackwardsIncompatibleChanges">backwards-incompatible changes</a> dari versi 0.96 ke 1.0, dibagian Signal refactoring dijelaskan ada perubahan kode. </p>
<p>Singkat cerita, saya akhirnya bisa memasang DjangoFooter middleware. Saya pakai <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/799/">versi yang sedikit diubah</a>, lalu saya sempurnakan lagi agar berfungsi dengan baik di django 1.0 ke atas.</p>
<p>Kodenya bisa Anda lihat di djangosnippets <a href="http://www.djangosnippets.org/snippets/1816/">1816</a>.</p>
<p><strong>Cara Pakai</strong></p>
<p>Misal, project yang Anda buat di django adalah blog, dan path nya di /sites/blog. Simpan kode tadi ke /sites/blog/debug_middleware.py.</p>
<p>Lalu tambahkan di /sites/blog/settings.py</p>
<pre class="brush: python; title: ; notranslate">
MIDDLEWARE_CLASSES = (
    ...
    'blog.debug_middleware.DebugFooter',
)
</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/11/26/django-debugfooter-middleware/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedikit Catatan Seputar Squid NTLM auth di Ubuntu</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/09/27/sedikit-catatan-seputar-squid-ntlm-auth-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/09/27/sedikit-catatan-seputar-squid-ntlm-auth-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 18:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ntlm_auth]]></category>
		<category><![CDATA[squid]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1569</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda mengkonfigurasi autentikasi di squid menggunakan ntlm_auth, seperti contoh di bawah ini. Di ubuntu, jika Anda cari ada dua ntlm_auth, pertama yang dibawa oleh paket squid. Dan yang kedua yang dibawa dari paket winbind. Dan untuk konfigurasi di atas, &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/09/27/sedikit-catatan-seputar-squid-ntlm-auth-di-ubuntu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda mengkonfigurasi autentikasi di squid menggunakan ntlm_auth, seperti contoh di bawah ini.</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">
auth_param ntlm program /usr/bin/ntlm_auth --helper-protocol=squid-2.5-ntlmssp
auth_param ntlm children 5
auth_param ntlm max_challenge_reuses 0
auth_param ntlm max_challenge_lifetime 2 minutes
auth_param ntlm use_ntlm_negotiate off

auth_param basic program /usr/bin/ntlm_auth --helper-protocol=squid-2.5-basic
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
</pre>
<p>Di ubuntu, jika Anda cari ada dua ntlm_auth, pertama yang dibawa oleh paket squid. Dan yang kedua yang dibawa dari paket winbind. Dan untuk konfigurasi di atas, yang digunakan adalah ntlm_auth dari paket winbind.</p>
<p>Dan path yang tepat untuk konfigurasi nya seperti tertulis di atas, ke <code>/usr/bin/ntlm_auth</code>, dan BUKAN ke /usr/lib/squid/ntlm_auth.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/09/27/sedikit-catatan-seputar-squid-ntlm-auth-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus starting LDAP lama banget saat booting</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/09/04/kasus-starting-ldap-lama-banget-saat-booting/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/09/04/kasus-starting-ldap-lama-banget-saat-booting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 15:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[centos]]></category>
		<category><![CDATA[ldap]]></category>
		<category><![CDATA[nss_ldap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1524</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kasus di server temen saya. Saat booting sistem berhenti ketika menjalankan service ldap. OS menggunakan CentOS 4.7. Setelah saya cek, /etc/nsswitch.conf di set seperti ini passwd: files ldap shadow: files ldap group: files ldap Yang berarti untuk user &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/09/04/kasus-starting-ldap-lama-banget-saat-booting/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah kasus di server temen saya. Saat booting sistem berhenti ketika menjalankan service ldap. OS menggunakan CentOS 4.7.</p>
<p>Setelah saya cek, <code>/etc/nsswitch.conf</code> di set seperti ini</p>
<pre>passwd:     files ldap
shadow:     files ldap
group:      files ldap</pre>
<p>Yang berarti untuk user dan group, sistem akan melakukan lookup ke data di ldap.</p>
<p>Dan di sini lah letak masalahnya, saat booting sistem sudah melakukan <em>lookup</em> data user dari ldap, sedangkan ldapnya sendiri belum jalan.</p>
<p>Ternyata, solusinya mudah. Di nss_ldap, kita bisa paksa agar user-user tertentu tidak di lookup ke ldap. Caranya kalau di CentOS, sunting berkas <code>/etc/ldap.conf</code>, masukkan baris seperti ini [1].</p>
<pre>nss_initgroups_ignoreusers root,ldap,named,avahi,haldaemon</pre>
<p>Yup, yang saya <em>ignore</em> adalah user root, ldap, named, avahi dan haldaemon. Setelah konfigurasi itu diterapkan, sekarang <em>starting</em> ldap menjadi normal kembali.</p>
<p><em>Case closed!</em></p>
<p>[1] Informasi saya dapatkan dari <a href="https://bugzilla.redhat.com/show_bug.cgi?id=186527#c14">bugzilla redhat</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/09/04/kasus-starting-ldap-lama-banget-saat-booting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linux FTP Connection Tracking</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/08/20/linux-ftp-connection-tracking/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/08/20/linux-ftp-connection-tracking/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 08:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ftp]]></category>
		<category><![CDATA[shorewall]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Untuk versi sebelum 2.6.20, load module berikut, ip_nat_ftp ip_conntrack_ftp Dan untuk versi 2.6.20 dan selanjutnya, modulenya ganti menjadi, nf_nat_ftp nf_conntrack_ftp Jika pakai shorewall, tinggal baca petunjuknya di dokumentasi, Shorewall and FTP.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk versi sebelum 2.6.20, load module berikut,</p>
<pre>ip_nat_ftp
ip_conntrack_ftp </pre>
<p>Dan untuk versi 2.6.20 dan selanjutnya, modulenya ganti menjadi,</p>
<pre>nf_nat_ftp
nf_conntrack_ftp</pre>
<p>Jika pakai shorewall, tinggal baca petunjuknya di dokumentasi, <a href="http://www.shorewall.net/FTP.html">Shorewall and FTP</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/08/20/linux-ftp-connection-tracking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Squid3: Crash Saat Mendownload File Besar</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/08/13/squid3-crash-saat-mendownload-file-besar/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/08/13/squid3-crash-saat-mendownload-file-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 12:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[squid3]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1505</guid>
		<description><![CDATA[Yang saya maksud dengan file besar, adalah file dengan ukuran > 2GB. Terdeteksinya begini, saat ada user yang mendownload salah satu berkas iso dvd OpenSUSE, service squid3 selalu mati. Dan pesan error yang muncul adalah: assertion failed: stmem.cc:321: "candidate.offset >= &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/08/13/squid3-crash-saat-mendownload-file-besar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saya maksud dengan file besar, adalah file dengan ukuran > 2GB. Terdeteksinya begini, saat ada user yang mendownload salah satu berkas iso dvd OpenSUSE, service squid3 selalu mati.</p>
<p>Dan pesan error yang muncul adalah:</p>
<pre>assertion failed: stmem.cc:321: "candidate.offset >= 0"</pre>
<p>Setelah ditelusuri di Internet, ini adalah <a href="http://www.squid-cache.org/bugs/show_bug.cgi?id=2164">bugs lama</a> dan sudah solve di versi Squid3 STABLE3. Sayangnya versi squid3 yang tersedia di repository hardy adalah versi Squid3 STABLE1. </p>
<p>Akhirnya saya coba set <code>sources.list</code> ubuntu ke repositori Jaunty, lalu saya cek kalau saya instal squid dari repositori Jaunty, paket apa saja yang akan ter-upgrade. Setelah dilihat-lihat yang ter-upgrade hanya paket squid3 saja, saya langsung eksekusi saja. Dan hasilnya squid3 dari repo Jaunty terinstal sukses di Ubuntu Hardy ini.</p>
<p>PERINGATAN: Jangan ditiru, dan berhati-hatilah ketika menggunakan cross repositori di Ubuntu, bisa membuat instalasi linux Anda rusak.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, kok masalah ini baru terdeteksi sekarang? Berarti selama ini user tidak pernah mendownload file > 2GB ya hehehe. Adminnya sih beberapa kali download iso DVD distro linux, tapi tidak pernah lewat proxy itu. Jadi masalah baru terdeteksi hari ini.</p>
<p><em>Case closed!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/08/13/squid3-crash-saat-mendownload-file-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghidupkan kembali Xserve G5 dengan Debian 5.0 PPC</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 10:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[debian]]></category>
		<category><![CDATA[netboot]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[xserve g5]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[Server ini sebelumnya terinstall Mac OSX server 10.3.9 Panther, tapi berhubung harddisknya rusak maka saya putuskan untuk instal ulang. Sial bagi saya, optical drive nya rusak. Jadi CD installer untuk mac osx server pun tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya saya &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Server ini sebelumnya terinstall Mac OSX server 10.3.9 Panther, tapi berhubung harddisknya rusak maka saya putuskan untuk instal ulang.</p>
<p>Sial bagi saya, optical drive nya rusak. Jadi CD installer untuk mac osx server pun tidak bisa dipakai lagi. Akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang menggunakan Linux. Pilihan pertama menggunakan Ubuntu Hardy dan diinstall dari network/netboot ke tftp server.</p>
<p>Sial kedua kali, installasi netboot via tftp tidak selancar yang saya bayangkan. Dicoba berkali-kali gagal, intinya yaboot vs tftp = banyak masalah <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Dua kali sial, belum menyurutkan semangat saya untuk melakukan instalasi linux di Xserve G5 ini. Akhirnya ada yang menyarankan booting dari harddisk. Jadi harddisk di format dulu dengan Disk Utiliy di Mac OSX (kali ini saya beruntung, karena memiliki instalasi mac osx jadi-jadian di laptop saya). Pastikan format partisinya menggunakan apple partiion map.</p>
<div id="attachment_1467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 457px"><img class="size-full wp-image-1467" title="apple_partition_map" src="http://ngadimin.org/wp-content/uploads/2009/07/apple_partition_map.png" alt="apple_partition_map" width="447" height="336" /><p class="wp-caption-text">Disk Utility - Format Partisi</p></div>
<p>Setelah itu salin berkas instalasi untuk <a href="http://mirror.unej.ac.id/debian/dists/lenny/main/installer-powerpc/current/images/powerpc64/netboot/">netboot</a> (salin semua berkas dari folder di mirror) ke partisi yang baru dibuat. </p>
<p>Hmm&#8230; mungkin Anda bertanya, kok jadi Debian PPC, bukannya tadi mau install Ubuntu Hardy? Alasannya gara-gara mirror di Indonesia. Ubuntu 8.04 PPC tidak ada yg bikinin mirrornya, rata-rata cuma i386 dan amd64. Jadi ya sudah install pake Debian 5.0 PPC saja <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Oke, lanjut lagi. Sekarang di harddisk sudah ada berkas instalasi untuk netboot, langkah selanjutnya adalah memasukkan kembali harddisk ke Xserve. Lalu booting dan masuk ke Open Firmware.</p>
<p>Setelah masuk prompt, tinggal diketik seperti berikut:</p>
<pre>boot hd:3,yaboot</pre>
<p>Dan proses instalasi pun berlanjut seperti biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/07/22/menghidupkan-kembali-xserve-g5-dengan-debian-5-0-ppc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zimbra: Critical Security Issue</title>
		<link>http://ngadimin.org/2009/07/06/zimbra-critical-security-issue/</link>
		<comments>http://ngadimin.org/2009/07/06/zimbra-critical-security-issue/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 12:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cecep Mahbub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berbagi Tautan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngadimin.org/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja berkunjung ke website zimbra, ternyata ada masalah serius terkait dengan keamanan instalasi zimbra. Semua versi baik 4.x, 5.x (versi &#60; 5.0.18) dan 6.x beta, semuanya memiliki celah keamanan ini. Saya kutip sebagian. Zimbra has been made aware of &#8230; <a href="http://ngadimin.org/2009/07/06/zimbra-critical-security-issue/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja berkunjung ke website zimbra, ternyata ada masalah serius terkait dengan keamanan instalasi zimbra. Semua versi baik 4.x, 5.x (versi &lt; 5.0.18) dan 6.x beta, semuanya memiliki celah keamanan ini. Saya kutip sebagian.</p>
<blockquote><p>Zimbra has been made aware of a potentially critical security vulnerability in Zimbra Collaboration Suite. All released versions of ZCS Network Edition &#038; Open Source Edition are impacted</p>
<p>This vulnerability allows unauthorized, remote access to files that are readable by the &#8220;zimbra user&#8221; account on the ZCS Mailbox Server (also known as mailbox service, or &#8220;mailboxd&#8221;; &#8220;tomcat&#8221; on 4.5 versions and earlier).</p></blockquote>
<p>Update terbaru untuk mengatasi bugs ini belum ada, tapi zimbra menyediakan patch yang bisa diinstal di semua versi tanpa harus melakukan upgrade versi dulu.</p>
<p>Silakan <a href="http://www.zimbra.com/forums/announcements/30754-critical-security-issue.html">ikuti cara-caranya di forum zimbra</a>. Saya sendiri <del datetime="2009-07-06T23:15:45+00:00">mau mengupdate/patch server saya nanti malam</del> sudah mengupdate instalasi zimbra di server saya <img src='http://ngadimin.org/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Update 12 Juli 2009, mirror  utk versi <a href="http://download.zimbra.web.id/binary/5.0.18/">5.0.18</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngadimin.org/2009/07/06/zimbra-critical-security-issue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced (User agent is rejected)

Served from: ngadimin.org @ 2012-02-10 14:22:27 -->
